Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Juara Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial The Guardian Timnas Indonesia

    Jurnalis The Guardian Sinis Lihat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • TIMNAS
  • Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

    Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion SUGBK, Senin (5/10/2026).Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion SUGBK, Senin (5/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Media ternama Inggris soroti urgensi FIFA ASEAN Cup 2026 digelar hanya untuk memberi Timnas Indonesia sebuah gelar juara dari turnamen bergengsi. 

    Melalui salah satu jurnalisnya, The Guardian turut berkomentar mengenai turnamen baru yang diinisiasi FIFA untuk sepak bola Asia Tenggara itu. 

    FIFA ASEAN Cup 2026 dianggap sebagai turnamen yang sebenarnya tidak diperhatikan tetapi sangat diinginkan oleh Indonesia selaku tuan rumah. 

    Mengapa demikian? John Duerden yang menulis artikel tersebut menyinggung soal kenyataan bahwa Indonesia tak pernah menjadi juara Asia Tenggara. 

    Indonesia mengalahkan Thailand di final Piala ASEAN yang diikuti delapan tim melalui adu penalti, yang disambut gembira oleh 70.000 penggemar di Jakarta."

    "Ini langkah cerdas FIFA memberi hak tuan rumah kepada Indonesia terhadap turnamen baru yang terancam tidak perlu, tidak diinginkan, dan hampir tidak diperhatikan."

    "Indonesia sangat menginginkan kesuksesan setelah tidak pernah menjadi juara Asia Tenggara," tulis John Duerden. 

    Lebih lanjut, John Duerden mengklaim bahwa AFC sebenarnya tidak menginginkan turnamen tersebut digelar di wilayahnya. 

    Kemudian, kritik juga menyasar terhadap informasi dari turnamen yang sulit didapatkan, minat dari tim yang diundang pun tidak ada.

    Baca Juga: Gianni Infantino Puji Habis-habisan PSSI usai Sukses Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 dan Timnas Indonesia Juara

    Seperti yang diketahui, China dan India menjadi dua tim undangan untuk ajang ini tapi keduanya menolak dan memilih tampil di FIFA Matchday biasa.

    "AFC kurang terkesan dengan kehadiran badan dunia tersebut di wilayahnya dan pengumuman turnamen baru," tulisnya lagi. 

    "Informasi sulit didapatkan, kemudian ada undangan untuk China dan India untuk berpartisipasi, sebuah upaya yang terang-terangan 

    "Akan tetapi dapat dimengerti untuk menarik sebagian dari 2,8 miliar potensi pemirsa. Meski pada akhirnya, keduanya menolak," imbuhnya. 

    Selain itu, minimnya antusias dari stasiun televisi juga menjadi faktor mengapa FIFA ASEAN Cup tidak diminati publik Asia Tenggara. 

    Thailand bahkan tidak membeli hak siar dan para penggemar justru menyaksikan laga final melalui saluran dari FIFA. 

    "Stasiun televisi juga tampaknya tidak terlalu antusias, dan butuh waktu bagi sebagian besar wilayah untuk mendaftar, fan Thailand bahkan menonton final di saluran FIFA."

    "Angka kehadiran penonton tidak dirilis, tetapi kursi kosong menjadi pemandangan yang paling menonjol di banyak pertandingan," tulisnya lagi. 

    Baca Juga: Harga Pasaran Elkan Baggot Melenting usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup

    Terakhir yang paling digarisbawahi oleh jurnalis The Guardian ini adalah kelayakan Timnas Indonesia disebut sebagai juara Asia Tenggara. 

    Hal itu mengacu pada prestasi Vietnam yang berhasil menjuarai Piala AFF dua edisi beruntun, ini membuat John Duerden bingung. 

    Selain itu, faktor paling mencengangkan menurut Johm Duerden soal alasan digelar FIFA ASEAN Cup adalah sebagai bentuk kampanye Gianni Infantino. 

    Agenda padat Gianni di Asia juga dinilai sebagai caranya menarik simpati untuk mendulang suara tertinggi dalam pemilihan nanti. 

    "Apakah itu berarti Indonesia adalah juara Asia Tenggara mengingat kesuksesan Vietnam di musim panas lalu mungkin bergantung pada siapa yang Anda tanya."

    "Bukan kebetulan, mengingat pemilihan presiden FIFA semakin dekat, tetapi Gianni Infantino telah mengunjungi berbagai asosiasi anggota Asia."

    "Ia menghadiri upacara di Makau untuk meresmikan kantor pusat baru, menandatangani perjanjian di Mongolia untuk membangun stadion nasional baru."

    "Kemudian dii Uzbekistan membuka lapangan mini FIFA Arena. Semua langkah bijak mengingat Asia masih terpecah dalam perebutan posisi tertinggi di dunia sepak bola," pungkas John Duerden. 

    Komentar
    Additional JS