John Herdman Ungkap Tantangan yang Persulit Naturalisasi Pemain Super League Buat Bela Timnas Indonesia - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, buka suara soal tantangannya mencari pemain naturalisasi dari liga domestik (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan tantangannya sebelum menaturalisasi pemain asing yang sudah lama tampil di liga domestik.
John Herdman mengaku tetap memantau para pemain asing berkualitas yang datang ke liga domestik.
Dirinya yakin bahwa mereka bisa berkomitmen bagi perkembangan sepak bola nasional.
"Menurut saya, kita memang mendatangkan banyak penyerang berbakat ke negara ini," ujar John Herdman saat diwawancarai Kompas.com.
"Dan saya sungguh yakin kita akan terus berupaya menaturalisasi pemain-pemain yang ingin berkontribusi serta menetap di Indonesia," imbuhnya.
Namun, ada satu tantangan yang harus dihadapi John Herdman.
Salah satunya adalah regulasi FIFA agar boleh membela Timnas Indonesia jalur residensi bagi para pemain asing liga domestik.
Dalam regulasi FIFA, setiap pemain harus menetap lima tahun berturut-turut di sebuah negara agar berhak memperkuat Timnas Indonesia jalur residensi.
Sang pelatih mengaku bahwa dirinya sudah menghubungi beberapa pemain asing di Liga Indonesia.
Namun, tidak semuanya bisa memenuhi ketentuan regulasi FIFA soal aturan residensi.
"Kami sudah mencoba melakukan proses tersebut untuk beberapa pemain, namun aturannya cukup menantang," ujar Herdman.
"Jika seorang pemain meninggalkan negara ini—meskipun hanya untuk berlibur atau mengunjungi keluarga di negara asalnya—hal itu justru menjadi kendala dalam proses naturalisasi."
"Jadi, proses naturalisasi di sini tidak semudah di Vietnam, Thailand, atau Malaysia."
"Negara ini melindungi warganya, dan menurut saya itu penting."
"Karena kita juga harus terus berupaya mendorong pemain-pemain lokal Indonesia untuk mencapai level yang lebih tinggi," imbuhnya.
John Herdman tetap menganggap bahwa para pemain yang mengenakan jersei Timnas Indonesia siap berkomitmen 100 persen untuk negara.
"Siapa pun yang mewakili negara ini adalah orang Indonesia; pasti ada ikatan darah di sana. Saya, bersama Alex Zwiers (Direktur Teknik PSSI) dan Erick Thohir, memiliki keinginan kuat untuk terus mendorong generasi pemain berikutnya," ujar Herdman.
Eks pelatih Kanada tersebut yakin bahwa kelolosan ke Piala Dunia 2030 mendatang bakal mengubah pola pikir pembangunan sepak bola Indonesia.
Situasi tersebut dirasakannya saat melatih Selandia Baru dan Kanada, di mana kelolosan ke Piala Dunia membuat banyak pemain binaan negara mereka dilirik klub-klub besar Eropa.
"Namun, saya rasa hal itu akan terwujud saat kita berhasil lolos ke Piala Dunia," ujar Herdman.
"Keberhasilan tersebut akan mengubah psikologi masyarakat dan pola pikir banyak orang—menyadarkan mereka bahwa segala sesuatu mungkin terjadi."
"Bagi anak-anak berbakat yang sempat kehilangan arah atau gagal mencapai potensi maksimal mereka, pola pikir mereka akan berubah. Tiba-tiba, kita akan menyadari sesuatu yang luar biasa."
"Saya pernah melihat fenomena ini di Kanada, dan juga di Selandia Baru pada tahun 2010 saat mereka lolos ke Piala Dunia—jumlah pemain yang berkarier di Eropa melonjak drastis, dari mungkin hanya dua orang menjadi 15 orang."
"Di Kanada saat ini, pemain-pemain hebat seolah muncul begitu saja dari mana-mana! Jadi, menurut saya, perubahan itu akan datang seiring waktu, tetapi kita harus lolos ke Piala Dunia untuk benar-benar mengubah segalanya," tutupnya.