Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured JOHN HERDMAN Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    John Herdman Ungkap Filosofinya di Timnas Indonesia: Bangun Budaya Tim sebelum Taktik Pertandingan - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:15 WIB

    Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengedepankan pembangunan budaya tim terlebih dahulu sebelum menyusun taktik pertandingan di ruang ganti Skuad GarudaPelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengedepankan pembangunan budaya tim terlebih dahulu sebelum menyusun taktik pertandingan di ruang ganti Skuad Garuda (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menegaskan filosofinya selama melatih Skuad Garuda mendahulukan pembangunan budaya dalam ruang ganti.

    John Herdman memberi bocoran soal caranya membangun budaya tersebut di ruang ganti Timnas Indonesia.

    Dirinya mengaku bahwa para pemain Timnas Indonesia adalah bagian dari masyarakat tanah air.

    Artinya, mereka bisa saja bakal dipuja setinggi langit atau mendapatkan hujatan apabila tampil buruk.

    Karena itu, dirinya tidak ingin seluruh anggota Timnas Indonesia justru semakin protektif dengan lingkungan sekitar demi tujuan bersama.

    "Bagi saya, performa di level tertinggi tetaplah soal bagaimana mencapai performa terbaik. Kita berkecimpung dalam bidang yang berhubungan dengan performa manusia, bukan?" ujar John Herdman kepada Kompas TV.

    "Namun, bidang yang kita geluti ini sangat unik. Para atlet ini, sebagai bagian dari masyarakat, bisa menjadi orang-orang yang berpusat pada diri sendiri dalam situasi tertentu."

    "Itu terjadi karena realitas yang mereka hadapi. Mereka menjalani kehidupan yang sangat unik, dengan sorotan terhadap mereka setiap hari. Mereka bisa dipuja atau dibenci, salah satunya."

    Baca Juga: Demi Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030, John Herdman Andalkan Sport Science

    "Ada orang yang menawarkan uang kepada mereka, ada pula yang mengambil uang dari mereka. Setiap hari, mereka membandingkan diri dengan orang lain."

    "Akibatnya, mereka menjadi sangat protektif terhadap diri sendiri dan bisa menutup diri dari lingkungan sekitar."

    "Padahal, sikap seperti itu bertentangan dengan segala sesuatu yang membentuk tim hebat. Tim yang hebat terdiri atas orang-orang yang bersedia mengesampingkan ego, berkorban demi tujuan yang lebih besar, serta bersedia menutupi kelemahan satu sama lain dan memaksimalkan kelebihan masing-masing demi mencapai tujuan bersama."

    "Itulah yang justru tidak kita lihat dalam olahraga modern. Jika melihat kebanyakan atlet, mereka berada dalam mode bertahan hidup."

    "Setiap hari mereka berjuang untuk mempertahankan pekerjaan, menjaga tempat mereka di dalam tim, mempertahankan menit bermain, menghindari kritik suporter atau membuat suporter tetap senang, serta mendapatkan kontrak baru atau kontrak yang lebih baik."

    "Menurut saya, inilah bagian dari perjuangan yang dihadapi banyak atlet. Jika Anda mendengarkan atlet masa kini, misalnya melalui berbagai podcast tentang olahraga berperforma tinggi, dan menyimak pengakuan pesepak bola profesional, mereka akan mengatakan, 'Kami berada dalam mode bertahan hidup. Kami terus berjuang untuk bertahan'," imbuhnya.

    Karena itu, John Herdman ingin memastikan ruang ganti Timnas Indonesia dapat menghasilkan rasa percaya satu sama lain agar dapat menampilkan performa maksimal.

    Kepercayaan tersebut berhasil John Herdman buktikan saat Skuad Garuda menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

    Baca Juga: Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Pantau 10 Calon Pemain Diaspora Baru untuk Tambah Kekuatan Timnas Indonesia

    "Ya. Fondasinya adalah sistem nilai dan sistem perilaku yang mengarah pada kemenangan. Sesederhana itu," ujar Herdman.

    "Ini bukan sesuatu yang mistis, bukan pula soal pelangi, unicorn, peri, dan langit biru yang indah. Semuanya harus bermuara pada kemenangan."

    "Jika Anda menginginkan kemenangan yang konsisten, Anda harus memahami bahwa untuk menang, sebuah tim harus mampu menghadapi kesulitan. Jika Anda ingin para pemain putra maupun putri tetap terhubung dan saling mengikatkan diri ketika menghadapi kesulitan, sistem nilai yang mereka miliki harus benar-benar kuat."

    "Dan Anda baru saja melihatnya di FIFA ASEAN. Tim ini memang sempat tertekuk, tetapi tidak patah."

    "Ketika para pemain kelelahan dan taktik mulai tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya—karena pada akhirnya, tubuh mereka tidak lagi mampu melakukan apa yang diperintahkan pikiran dengan kecepatan yang dibutuhkan—yang tersisa adalah kebersamaan, tekad kolektif, dan keinginan untuk mempersembahkan trofi pertama bagi Indonesia dalam 35 tahun."

    "Mereka harus kembali mengingat alasan kita berada di sini. Ada kutipan yang kami gunakan pada seragam kami: 'Maximal Effort, Always.' Dan saya berkomitmen kepada Anda untuk menjalankan prinsip itu, karena saya tahu Anda juga akan berkomitmen pada prinsip yang sama kepada saya."

    "Setelah sebuah pertandingan, kita harus bisa saling menatap mata dan juga bercermin kepada diri sendiri. Inilah kedalaman ikatan persaudaraan yang sedang kami bangun di sini," tutupnya.

    Komentar
    Additional JS