Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Thailand

    Jelang Timnas Indonesia Vs Thailand di Final, John Herdman Lupakan Sepak Bola Indah - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa partai final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan lagi panggung untuk memeragakan sepak bola indah.

    Menurutnya, yang terpenting bagi skuad Garuda adalah mampu memanfaatkan setiap peluang dan menuntaskan pertandingan demi mengangkat trofi juara.

    Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 yang bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

    Laga penentuan ini menjadi momentum penting bagi tim asuhan John Herdman untuk mengakhiri dahaga trofi sekaligus menjawab catatan buruk saat berhadapan dengan Thailand.

    Pasalnya, Timnas Indonesia sudah empat kali bertemu Thailand di final Piala AFF, yakni pada edisi 2000, 2002, 2016 dan 2020.

    Baca Juga: Final FIFA ASEAN Cup 2026 - Thailand Soroti Derbi Bundesliga dalam Laga Melawan Timnas Indonesia

    Namun, seluruh pertemuan tersebut berujung pahit karena tim Merah-Putih tak sekali pun berhasil membawa pulang trofi juara.

    Pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022, Timnas Indonesia juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Thailand di SUGBK.

    Kini, kedua tim kembali bertemu di partai puncak, tetapi dengan panggung berbeda.

    FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen baru bentukan FIFA dan berbeda dari Piala AFF yang digelar dua tahunan.

    Jelang laga krusial ini, John Herdman menyadari pertandingan final jarang berjalan sesuai rencana awal.

    Mantan pelatih Timnas Kanada itu pun menuntut fleksibilitas serta kemampuan adaptasi tinggi dari Ole Romeny dan kawan-kawan di atas lapangan.

    Meski persiapan tim terbilang singkat, John Herdman memuji perkembangan chemistry dan pemahaman antarpemain yang terbangun sepanjang turnamen.

    "Saya rasa tim ini sedang berkembang, begitu pula kami. Anda tahu, kami tidak memiliki banyak waktu bersama para pemain untuk berlatih, jadi sebagian besar pekerjaan harus dilakukan di lapangan," ujar John Herdman kepada awak media termasuk BolaSport.com, di SUGBK, Jakarta, Minggu (4/10/2026).

    "Dan ini hanya soal hubungan serta chemistry yang terbentuk seiring Anda melihat para pemain mulai memahami waktu, pergerakan, ritme, serta cara bermain satu sama lain," ucapnya.

    "Jadi, menurut saya, hal itu sangat menarik untuk disaksikan."

    Pelatih berusia 51 tahun itu juga menyinggung ketajaman lini serang skuad Garuda yang sukses menggelontorkan sembilan gol pada laga terakhir fase grup lawan Bangladesh, Jumat (1/10/2026).

    Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Timnas Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan.

    "Mereka telah berkembang sepanjang turnamen ini. Ketika kelompok ini berkomitmen untuk menjaga gawang tetap bersih atau mencetak lebih banyak gol, sembilan gol, Anda tahu, untuk lolos, segala sesuatu mungkin terjadi. Itulah yang menarik," kata John Herdman.

    Di sisi lain, Herdman tak menampik bahwa Thailand merupakan lawan berbahaya yang mampu menguras energi lawan lewat variasi permainan.

    Menurut pengamatannya, tim berjuluk Gajah Perang itu bisa bermain langsung (direct) ketika diperlukan, tetapi juga mampu menguasai bola untuk membuat lawan kelelahan.

    "Mereka bisa bermain sangat menguras tenaga. Mereka tahu bisa bermain langsung saat mereka mau, juga menguasai bola dan bermain di tepi garis hanya untuk mencoba melelahkan lawan. Jadi, kami harus siap beradaptasi," jelas John Herdman.

    Menghadapi potensi kebuntuan taktik tersebut, Herdman pun melontarkan pesan tegas kepada Kevin Diks dan kawan-kawan.

    Menurutnya, partai final bukan waktunya mengejar permainan indah.

    Satu hal yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana skuad Garuda mampu memaksimalkan setiap momen untuk meraih kemenangan.

    "Saya setuju dengan apa yang Anda katakan, pada akhirnya, yang penting adalah memenangkan final. Ini bukan soal memainkan sepak bola yang indah," tegas John Herdman.

    Baca Juga: Kabar Buruk Hantam Timnas Indonesia, John Herdman Tak Bisa Jamin Ole Romeny Main Melawan Thailand

    "Ini soal momen-momen krusial, memanfaatkan momen-momen itu, memaksimalkan peluang yang ada, dan tetap fokus dari peluit pertama hingga peluit terakhir."

    "Bukan sekadar bermain di momen besar itu, tapi tahu bahwa kami akan menyelesaikan tugas kami, kami punya kualitas, dan kami bisa mencapai tujuan itu," ungkapnya.

    Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Herdman tidak ingin skuad Garuda terjebak pada tuntutan untuk tampil atraktif di partai puncak.

    Baginya, kualitas sebuah tim di final justru diuji dari kemampuan para pemain menjaga fokus, membaca situasi, dan memaksimalkan peluang yang datang.

    Lebih lanjut, saat ditanya mengenai pesan khusus yang disampaikannya kepada skuad Garuda sebelum dan sesudah sesi latihan resmi, ia hanya memberikan jawaban singkat.

    "Oh, saya tidak ingat. Tapi saya rasa intinya kurang lebih seperti ini, itulah yang kami lakukan dalam latihan, dan hanya untuk memiliki fokus yang tajam pada tujuan, beberapa hal terkait Thailand, dan itu saja," tuturnya.

    Komentar
    Additional JS