Ironi Thailand, Raja Trofi ASEAN tapi Selalu Gagal Juara pada 5 Final Terakhir - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:18 WIB
Timnas Thailand gagal juara lagi setelah dikalahkan Timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (5/10/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Timnas Thailand sedang menjalani periode kering trofi yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir.
Kekalahan dari Timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026), menambah panjang daftar kegagalan Thailand pada kejuaraan regional.
Chanathip Songkrasin dkk keok melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 sepanjang 120 menit melawan Indonesia di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Bagi Timnas Thailand, ini adalah kekalahan kedua secara beruntun dalam dua partai final yang cuma berjarak 40 hari.
Sebelumnya, Tim Gajah Perang dipecundangi Vietnam di laga puncak ASEAN Championship 2026.
Thailand gagal juara karena kalah agregat 2-4 dari skor 0-2 dan 2-2 dalam partai kandang-tandang melawan negara tetangganya itu.
Sepasang kegagalan tersebut terjadi setelah kendali kepelatihan tim dipegang pelatih asal Amerika Serikat, Anthony Hudson.
Bersama nakhoda lama asal Jepang, Masatada Ishii, Tim Gajah Perang juga dipukul lawan yang sama pada final ASEAN Championship 2024.
Suphanat Mueanta dkk pun kalah agregat berselisih dua gol (1-2, 2-3).
Periode paceklik trofi Thailand bertambah jika menghitung performa tim U-23 dalam dua edisi terakhir SEA Games.
Secara beruntun mereka keok dalam dua pertandingan final melawan Indonesia dan, lagi-lagi, Vietnam.
Secara tragis, Thailand kalah dua-duanya melalui babak tambahan waktu.
Mereka ditekuk Indonesia asuhan Indra Sjafri di Phnom Penh 2023 (2-5) dan Vietnam di Bangkok 2025 (2-3).
Baca Juga: Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Capai Rekor Tertinggi di Ranking FIFA dalam 20 Tahun!
Baru tiga tahun berlalu, tetapi wacana paceklik trofi sudah mengemuka di skuad Gajah Perang.
Hal ini wajar mengingat status Thailand sebagai raja trofi ASEAN kalau ukurannya adalah total piala/medali yang diraih pada kejuaraan level Asia Tenggara.
Thailand memegang rekor gelar juara terbanyak di pentas ASEAN Championship/Piala AFF (7 kali) dan medali emas SEA Games (9).
Anthony Hudson, pelatih yang membawa The War Elephants kalah dalam sepasang final terakhir, memiliki alasan kenapa pasukannya tidak dapat maksimal dalam dua turnamen terakhir.
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, sedang memantau para pemainnya bertanding dalam laga Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia versus Timnas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
Kerangka Tim Piala Asia
Menurut dia, kegagalan beruntun Timnas Thailand di ASEAN Championship dan FIFA ASEAN Cup 2026 bakal dijadikan pijakan demi mencapai target sebenarnya di Piala Asia 2027.
"Masalah saya adalah tidak bisa memilih pemain-pemain terbaik. Tim nasional terus berubah karena kondisi masing-masing turnamen," ucap Hudson, dikutip BolaSport.com dari laman Vietnam.vn.
"Sejak saya mengambil alih jabatan pelatih pada November lalu hingga sebelum dimulainya pemusatan latihan, daftar skuad tidak selalu diisi pemain-pemain terbaik."
"Saat itu, para pemain berasal dari berbagai lingkungan, latar belakang, dan klub."
"Kerangka inti yang sedang kami perkuat dan kembangkan baru terlihat jelas sejak pemusatan latihan ini (FIFA ASEAN Cup)."
"Sebelumnya, tim telah mengalami banyak perubahan dalam hal personel dan metode kerja secara berkala."
"Saya ingin semua anggota tim memahami bahwa mulai sekarang, kerangka kerja saat ini akan menjadi fondasi yang kokoh menuju target berkompetisi di Piala Asia 2027."
Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Sempat Kagum dengan Kekuatan Thailand
"Hal tersebut berarti kami harus banyak menggunakan pemain muda. Keuntungannya adalah staf pelatih dapat melihat performa banyak pemain muda."
"Saya percaya kepada mereka dan melihat masa depan cerah. Saya bangga banyak pemain muda diberi kesempatan," tegas mantan pelatih Timnas Amerika Serikat dan Selandia Baru.
Walaupun gagal juara berturut-turut, Hudson pun tetap mendapatkan kepercayaan dari publik sepak bola Thailand. Posisinya diyakini masih kuat.
"Mengingat hasil-hasil ini, tidak adil untuk menyalahkan, mengkritik, atau mencari kambing hitam atas kegagalan tersebut," kata analis sepak bola Thailand, Jay Woraphat.
"Hudson telah menunjukkan bahwa ia mampu merancang strategi efektif untuk menghadapi tim-tim yang memiliki pemain dengan kemampuan teknis lebih unggul."
"Pelatih dan semua pemain telah berjuang begitu keras. Gelar juara nyaris diraih, tetapi semua orang telah memberikan yang terbaik," tuturnya.