Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Featured Spesial

    Imbas Gagal Target di Asian Games 2026, Keputusan Bikin Ganda Putra Dadakan Disebut Bisa Merugikan - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:15 WIB

    Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Kai Wun Tee, saat berlaga pada Asian Games 2026.Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Kai Wun Tee, saat berlaga pada Asian Games 2026. (INSTAGRAM.COM/BA_MALAYSIA)

    BOLASPORT.COM - Kegagalan tim bulu tangkis Malaysia mencapai target pada Asian Games 2026 mendapatkan gelombang kritikan dari pengamat sekaligus mantan pemain.

    Legenda ganda putra Malaysia, Razif Sidek, masih menyayangkan dengan keputusan jajaran kepelatihan dan manajemen Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

    Kekecewaan tersebut tertuju kepada keputusan memasangkan Aaron Chia dan Kai Wun Tee.

    Kedua pemain tersebut bahkan baru bertanding satu kali sebagai partner di lapangan pada babak fase grup Thomas Cup 2026 sebelum didaftarkan pada Asian Games 2026.

    Harapan untuk mengulangi pencapaian Koo Kien Keat/Tan Boon Heong sebagai pasangan yang baru dibentuk hingga memenangkan emas Asian Games 2006 ternyata jauh dari harapan.

    Chia/Tee bahkan sudah tersingkir pada babak kedua nomor perorangan Asian Games 2026.

    Mereka dikalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dengan skor 19-21, 16-21.

    Razif Sidek menyatakan bahwa BAM seharusnya bisa mengambil pelajaran dari kegagalan di Asian Games 2026.

    Diketahui, jajaran pelatih sektor ganda yakni Rexy Mainaky dan Herry Iman Pierngadi memiliki peran dalam menyatukan Aaron Chia dan Kai Wun Tee.

    Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Noda Kalah dari Alwi Iringi Torehan Sejarah Terburuk Tunggal Putra China

    “Saya harap BAM bisa mengambil ini sebagai pelajaran karena mengganti pasangan sebelum turnamen besar bisa merugikan kami, terutama terkait penentuan unggulan," kata Razif, dilansir BolaSport.com dari The Star.

    “Kita bisa melihat dampaknya ketika beberapa pasangan kami harus menghadapi lawan tangguh di babak awal turnamen."

    “Aaron/Kai Wun bermain bagus, tapi mereka masih belum sepenuhnya berada di level yang sama dengan beberapa pasangan papan atas lainnya."

    “Kami juga harus menerima bahwa kampanye (memasangkan Aaaron Chia dan Kai Wun Tee) ini tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.

    Sebelumnya, Aaron Chia masih berhasil merebut medali perak saat berpasangan dengan Soh Wooi Yik pada Kejuaaan Dunia 2026.

    Razif berharap tim Malaysia seharusnya bisa mencapai target dengan minimal mampu meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada Asian Games 2026.

    Malaysia hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu lewat ganda putri, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

    “Kami meraih medali perunggu, tetapi sebelum Olimpiade, kami berharap setidaknya bisa meraih satu medali perak dan satu medali perunggu,” kata Razif.

    Razif juga bertanya-tanya apa yang salah dengan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani juga tidak mampu menampilkan performa terbaik.

    Goh/Nur terhenti pada babak perempat final setelah dikalahkan ganda putra China, Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 13-21, 17-21.

    “Sulit untuk dijelaskan. Ketika ada ekspektasi tinggi terhadap mereka, terkadang mereka tidak mampu memenuhi harapan, tetapi ketika tekanan berkurang, hal sebaliknya bisa terjadi," ucap Razif.

    “Namun, mereka telah berusaha sebaik mungkin,” ujar Razif.

    Baca Juga: Asian Games 2026 - Mirip Evaluasi Nova Widianto, Ganda Campuran No 2 China Sebut Celah Amri/Nita

    Komentar
    Additional JS