IFAB Tegaskan Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh Tak Langgar Aturan - Maluku24

MALUKU — Kemenangan 9-2 timnas Indonesia atas Bangladesh di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 diwarnai kontroversi durasi injury time yang berubah dari dua menjadi tujuh menit. International Football Association Board menegaskan wasit Nasrullo Kabirov tidak melanggar prosedur, meski Federasi Sepak Bola Malaysia tetap melayangkan protes resmi ke FIFA.
Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026) malam WIB, menyisakan pertanyaan soal perubahan angka tambahan waktu di menit-menit akhir. Ofisial keempat Yusuke Ohashi asal Jepang semula mengangkat papan bertuliskan dua menit.
Bangladesh lalu memperkecil skor lewat Farhaan Ali Wahid pada menit 90+1. Setelah itu, angka injury time berubah menjadi tujuh menit dan dikonfirmasi Ohashi melalui papan elektronik. Di periode panjang itulah Indonesia mencetak dua gol tambahan untuk memastikan kemenangan 9-2.
Dua Gol di Injury Time Selamatkan Tiket Final Indonesia
Hasil tersebut menyisihkan Malaysia dari persaingan dan mengamankan tiket Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Dua gol yang lahir setelah menit ke-90 menjadi penentu nasib di klasemen Grup A, sekaligus memicu pertanyaan soal keabsahan durasi pertandingan.
Pelatih Indonesia John Herdman mengaku sempat bertanya langsung kepada Ohashi soal perubahan waktu tersebut. Menurut Herdman, sang ofisial mengakui ada kekeliruan dalam pengangkatan papan.
"Ya, saya tidak begitu pasti. Ketika mereka mengangkat papan dua menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan. Pasalnya, telah terjadi beberapa kali pengecekan VAR," ujar Herdman.
"Jadi, ketika menanyakan kepada ofisial keempat, 'Apakah ini sebuah kesalahan?', dia menjawab, Ya," ungkap Herdman.
Law 7.3: Wasit Boleh Menambah, Tidak Boleh Mengurangi
Terlepas dari pengakuan Ohashi, korps wasit yang dipimpin Nasrullo Kabirov asal Tajikistan dinilai tidak melanggar hukum pertandingan. Peraturan yang disusun International Football Association Board (IFAB) menyatakan pengadil laga bertindak sesuai prosedur.
Law 7.3 dalam buku peraturan sepak bola IFAB menyebut ofisial keempat mengindikasikan tambahan waktu pada menit terakhir tiap babak. Wasit diperbolehkan menambah durasi, tetapi tidak boleh menguranginya.
Dengan aturan itu, Kabirov dianggap sah menambah waktu melebihi angka awal yang ditunjukkan papan. Ia tidak menyelesaikan pertandingan kurang dari dua menit seperti yang semula diindikasikan Ohashi.
FAM Desak FIFA Investigasi Prosedur Injury Time
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tetap mengajukan protes resmi kepada FIFA menyusul insiden perubahan durasi waktu tambahan. Lewat pernyataan resminya, FAM memandang serius isu tersebut dan mempertanyakan keabsahan prosedur penetapan waktu.
FAM menekankan pengelolaan waktu pertandingan yang akurat dan konsisten merupakan komponen penting dalam menjaga integritas pertandingan. Hal ini untuk memastikan setiap laga berjalan adil, transparan, dan sesuai Laws of the Game.
Protes tersebut ditegaskan bukan untuk menantang hasil pertandingan atau mempertanyakan kinerja tim. FAM hanya menuntut klarifikasi resmi mengenai proses dan prosedur kepemimpinan pertandingan.
Secara spesifik, FAM meminta FIFA menjelaskan dasar, prosedur, dan situasi yang melatarbelakangi perubahan durasi injury time. Mereka juga menuntut FIFA meninjau insiden ini dan memberikan penjelasan rinci tentang keputusan para wasit yang bertugas.