Hylo Open 2026 - Nyaris Kalah Lawan Ganda Underdog Jerman, Ada Apa dengan Raymond/Joaquin? - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:01 WIB
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, saat tampil pada semifinal French Open 2026 di Paris, Prancis, Sabtu (24/10/2026). (PBSI)
BOLASPORT.COM - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, hampir saja menelan kekalahan dini pada Hylo Open 2026.
Selasa (28/10/2026) di Saarlandhalle, Jerman, pertandingan babak pertama Hylo Open 2026 nyaris berubah menjadi mimpi buruk bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Bertanding melawan pasangan tuan rumah yang tidak diunggulkan, runner-up Indonesia Open ini justru tampil melempem pada awal pertandingan.
Raymond/Joaquin butuh tiga gim untuk membalikkan keadaan dalam mengalahkan Jonathan Dresp/Simon Krax dengan skor 17-21, 21-15, 21-15.
Penampilan Raymond/Joaquin terbilang mengkhawatirkan jika melihat bagaimana mereka bermain pada gim pertama.
Pasangan berperingkat 12 dunia tersebut banyak melakukan kesalahan dengan mudah dan kerap kalah dalam adu drive.
Raymond/Joaquin bahkan sempat ketinggalan sampai 2-7 di gim pembuka.
Joaquin mengungkap beberapa alasan kesulitannya dan Raymond pada pertandingan awal dari ajang bertaraf World Tour Super 500 ini.
Baca Juga: Hylo Open 2026 - Ganda Putra Pelatnas Dikalahkan Wakil Ceko, Ada Flandy Limpele di Baliknya
"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa adanya cedera satupun," kata Joaquin dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI.
"Yang terjadi di game pertama, permainan kami sedang kehilangan hawa untuk bermainnya dan kurang greget."
Raymond menambahkan bahwa mereka sempat kesulitan dengan adaptasi di lapangan saat baru memasuki gim pembuka.
"Pertandingan tadi kami masih adaptasi di lapangan dan tadi mainnya masih belum langsung in. Lawan sendiri memiliki keunggulan di smesnya yang kencang," ungkap Raymond.
Joaquin lantas membagikan taktik untuk membalikkan keadaan dan mencegah pasangan tuan rumah makin percaya diri.
Ia menekankan bahwa aspek dari nonteknis jauh lebih berharga di situasi tersebut.
"Di game kedua perubahan yang kami lakukan lebih mencoba dari sisi non-teknisnya dulu, lebih greget mainnya, hawanya ditingkatkan lagi," papar Joaquin.
"Puji Tuhan itu berjalan lancar dan kami juga menerapkannya di game ketiga hingga bisa melewatinya dengan kemenangan," tambahnya.
Adapun Raymond menambahkan bahwa mereka lebih banyak bermain no lob demi meminimalisir kesempatan lawan menyerang.
Baca Juga: Jadwal Hylo Open 2026 - Jonatan Bawa Gengsi Juara Bertahan, 3 Wakil Indonesia Main
Meski berhasil lolos dari kekalahan prematur, Raymond/Joaquin tetap mewaspadai inskonsistensi yang sedang mereka alami.
Gebrakan Raymond/Joaquin belum terlihat lagi sejak mencapai final Indonesia Open pada Juni lalu. Cedera yang sempat melanda makin tidak membantu.
Di babak kedua Hylo Open 2026, mereka akan bersua wakil Denmark, William Kryger Boe/Rasmus Espersen, yang bisa lebih mengancam.
"Evaluasi kami, tadi sudah berbicara juga dengan coach Chafidz Yusuf tentang bagaimana caranya untuk menjaga pikiran, fokus."
"Tentunya juga bagaimana lebih menjaga ekspektasi selama pertandingan supaya tetap terkontrol dan mohon dukungannya para badminton lovers," tukas Joaquin.