Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Kevin Diks Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Thailand

    Hadapi Thailand di Final, Kevin Diks Tuntut Timnas Indonesia Tahan Emosi dan Fokus hingga Menit Akhir - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Senin, 5 Oktober 2026 | 13:15 WIB

    Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks, menuntut skuad Garuda untuk tahan emosi dan fokus hingga menit akhir. Pasalnya, ia percaya satu momen bisa mengubah segalanya di laga final lawan Thailand.Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks, menuntut skuad Garuda untuk tahan emosi dan fokus hingga menit akhir. Pasalnya, ia percaya satu momen bisa mengubah segalanya di laga final lawan Thailand. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menuntut skuad Gauda untuk tetap tampil tenang dan fokus gingga akhir dalam laga puncak lawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.

    Timnas Indonesia melakoni partai penentuan perebutan gelar juara kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.

    Pertandingan final melawan raj ASEAN yakni Thailand dipastikan sarat akan tensi tinggi dan adu gengsi.

    Apalagi Timnas Indonesia memiliki catatan kurang bagus saat bertemu Thailand, khususnya dalam laga final.

    Tim Merah Putih tercatat sudah empat kali bertemu Thailand di final Piala AFF edisi 2000, 2002, 2016 dan 2020.

    Tak pernah sekalipun Timnas Indonesia berhasil membawa pulang trofi juara ke Tanah Air.

    Baca Juga: RESMI - Semen Padang Akhiri Kerja Sama dengan Eks Arsitek Timnas Indonesia sebagai Pelatih Kepala

    Oleh karena itu, laga final dalam turnamen baru bentukan FIFA ini akan menjadi ajang pembuktian buat Timnas Indoensia.

    Apalagi dalam ajang ini, skuad Garuda diperkuat oleh para pemain terbaik seperti Ole Romeny, Kevin Diks, Calvin Verdonk, hingga Justin Hubner.

    Pemain-pemain yang berkarier di luar negeri ini bisa main, sehingga laga ini bakal menjadi pertandingan yang sengit.

    Dalam situasi seperti ini, kontrol emosi serta kedewasaan bermain di atas lapangan hijau kerap kali menjadi faktor pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

    Sadar akan besarnya tekanan yang dihadapi rekan-rekan setimnya, Kevin Diks berinisiatif menularkan jam terbang yang ia miliki selama bertahun-tahun merumput di panggung elite Eropa.

    Pemain Borussia Monchengladbach tersebut mengingatkan bahwa laga final memiliki atmosfer yang sama sekali berbeda dari pertandingan fase grup.

    "Yang selama ini saya coba sampaikan kepada beberapa pemain adalah apa yang saya ketahui dari pengalaman bermain di final," ujar Kevin Diks kepada awak media termasuk BolaSport.com, di SUGBK, Jakarta.

    Menurutnya, dalam laga final apapun bisa terjadi, sehingga ia pun menuntut para pemain untuk tetap fokus pada pertandingan.

    Apalagi tim asuhan Anthony Hudson juga telah menyimpan tenaga dalam laga terakhir demi bisa tampil maksimal lawan Timnas Indonesia di final ini.

    Oleh karena itu, mantan pemain FC Copenhagen tersebut mewanti-wanti tim Merah Putih agar tetap fokus dari awal hingga akhir laga.

    "Final adalah pertandingan tersendiri. Segala hal bisa terjadi," kata Kevin Diks.

    "Tapi jika kalian tetap fokus, itu sudah setengah dari perjuangan," tegasnya.

    Pemain berusia 29 tahun tersebut secara tegas meminta skuad Garuda tidak mudah terpancing provokasi atau larut dalam drama di atas lapangan.

    Baca Juga: Kevin Diks Tegaskan Target Timnas Indonesia Lawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

    Menurutnya, konsentrasi penuh wajib dijaga bukan hanya 90 menit waktu normal, melainkan sepanjang durasi laga hingga wasit benar-benar meniup peluit panjang.

    Untuk itu, Kevin Diks juga meminta para pemain untuk menjaga emosinya agar bisa mewujudkan target skuad Garuda di turnamen garapan FIFA ini.

    "Jangan terbawa emosi atau hal-hal lain, karena kamu harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih," ungkap Diks.

    "Dan satu momen saja bisa menjadi penentu di final," ucapnya.

    Kevin Diks mengatakan ketika dua tim berstatus unggulan saling bentrok di partai puncak, detail-detail kecil akan menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi.

    Oleh karena itu, satu kelengahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi ambisi tim Merah Putih mengukir sejarah baru.


    "Jika ada dua tim bagus yang saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup dan satu momen itu bisa menentukan hasil pertandingan," ungkap Kevin Diks.

    "Dan tentu saja, itulah yang ingin saya sampaikan, ya, pengalaman seperti ini," tuturnya.

    Komentar
    Additional JS