Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Lionel Messi Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina

    Gol di Laga Terakhir, Lionel Messi Tutup Era Bersama Argentina - Times Indonesia

    5 min read


    A-AA+

    JAKARTA – Lionel Messi menutup perjalanan 21 tahunnya bersama Argentina dengan cara yang paling khas: mencetak gol dan membawa negaranya meraih kemenangan.

    Dalam laga terakhirnya bersama La Albiceleste, Messi mencetak satu gol dan menyumbang dua assist saat Argentina mengalahkan Benin 3-0 di Estadio Monumental, Buenos Aires, Selasa malam waktu Argentina atau Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Pertandingan itu menjadi penampilan ke-208 sekaligus perpisahan resmi Messi dari sepak bola internasional.

    Namun, malam tersebut sejak awal bukan sekadar tentang hasil pertandingan.

    Air mata Messi sudah terlihat sebelum laga dimulai. Saat bus tim Argentina bergerak menuju stadion, pemain berusia 39 tahun itu tak kuasa menahan tangis melihat lautan suporter yang memenuhi jalan.

    Emosi kembali pecah ketika lagu kebangsaan Argentina dimainkan. Messi dan pelatih Lionel Scaloni sama-sama terlihat menangis. Untuk terakhir kalinya, Messi berdiri di lapangan dengan seragam Argentina sebagai pemain internasional.

    Stadion Monumental memberikan penghormatan terakhir

    Lebih dari 85.000 penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan pertandingan yang sejak awal diposisikan sebagai malam perpisahan sang kapten.

    Tiket pertandingan habis hanya dalam waktu sekitar 90 menit. Antusiasme bahkan membuat harga tiket di pasar penjualan kembali dilaporkan mencapai lebih dari US$2.500.

    Penghormatan terbesar datang pada menit ke-10. Pertandingan dihentikan sejenak ketika seluruh stadion memberikan tepuk tangan untuk Messi, sang pemilik nomor 10.

    Para pemain Benin juga ikut memberikan penghormatan. Mereka bergantian menyalami Messi, membuat suasana pertandingan berubah menjadi seremoni perpisahan seorang legenda.

    Messi masih memberi kontribusi

    Di tengah suasana emosional tersebut, Messi tetap menjalankan perannya sebagai pemain.

    Argentina membuka keunggulan pada menit ke-48 melalui Nicolás Otamendi. Gol tersebut berawal dari sepak pojok Messi yang disambut sundulan bek Argentina itu.

    Messi kemudian kembali berperan dalam gol kedua. Umpannya diterima Nico Paz yang melepaskan tembakan melengkung untuk membawa Argentina unggul 2-0.

    Setelah dua assist, giliran Messi mencatatkan namanya sendiri di papan skor.

    Pada menit ke-71, Argentina mendapatkan penalti. Messi maju sebagai eksekutor dan dengan kaki kirinya mengarahkan bola ke bagian atas gawang.

    Gol tersebut langsung disambut gemuruh Estadio Monumental.

    "Messi, Messi," menggema dari tribun ketika sang kapten merayakan gol terakhirnya bersama Argentina.

    126 gol dan 208 pertandingan

    Gol melawan Benin menjadi gol ke-126 Messi untuk Argentina.

    Ia juga mengakhiri karier internasional dengan 208 penampilan, menjadikannya pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina.

    Angka tersebut menjadi penanda dari perjalanan panjang yang dimulai pada 2005.

    Selama lebih dari dua dekade, Messi melewati periode penuh tekanan, kegagalan di final, keputusan pensiun sementara dari tim nasional pada 2016, hingga akhirnya mencapai puncak bersama Argentina.

    Ia memenangkan Copa América pada 2021 dan 2024 serta Piala Dunia 2022.

    Gelar Piala Dunia di Qatar menjadi pencapaian terbesar Messi bersama Argentina sekaligus mengakhiri penantian panjang setelah sebelumnya gagal di final Piala Dunia 2014.

    Perpisahan setelah 21 tahun

    Messi sebelumnya telah menyatakan bahwa waktunya bersama Argentina akan berakhir setelah Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut membuat pertandingan melawan Benin menjadi kesempatan terakhir bagi suporter Argentina untuk melihat sang kapten mengenakan seragam La Albiceleste.

    Asosiasi Sepak Bola Argentina kemudian menyiapkan laga tersebut sebagai penghormatan terakhir untuk Messi.

    Keputusan itu mendapat respons luar biasa dari publik. Stadion penuh, para legenda dari skuad juara Piala Dunia 1978, 1986, dan 2022 hadir bersama keluarga mereka, sementara seluruh perhatian tertuju kepada pemain yang selama bertahun-tahun menjadi wajah sepak bola Argentina.

    Messi pun menyadari betapa khususnya momen tersebut.

    Sebelum bergabung dengan skuad untuk terakhir kalinya, ia mengunggah sejumlah foto kedatangan dan sesi latihan bersama Argentina.

    "Special moments I know I will miss," tulis Messi.

    Kini momen itu benar-benar menjadi kenangan.

    Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Messi mengakhiri perjalanan internasional bukan dengan kekalahan atau sekadar seremoni, melainkan dengan sebuah kemenangan, satu gol, dan dua assist.

    Setelah 21 tahun, 208 pertandingan, dan 126 gol, era Lionel Messi bersama Argentina akhirnya berakhir.

    Dan Estadio Monumental menjadi saksi terakhirnya. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS