Gagal Total di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Kini Serang Liga dan Naturalisasi Indonesia - Semua Halaman - Superball.
id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:31 WIB
Vietnam serang kompetisi Liga Indonesia (Super League) usai gagal total di FIFA ASEAN Cup 2026. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Media Vietnam melampiaskan kekecewaan usai gagal total di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menyerang kompetisi sepak bola Indonesia.
Bentuk kebencian dan ketidaksukaan Vietnam terhadap kesuksesan Timnas Indonesia yang baru saja menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski berjaya di Piala AFF, Vietnam harus menelan pil pahit usai gagal total di turnamen resmi FIFA pertama di Asia Tenggara.
Usai tak sanggup melangkah ke final, Vietnam harus menanggung malu usai dikalahkan Malaysia di perebutan tempat ketiga.
Bukannya muhasabah diri, Vietnam justru memilih mencela sepak bola Indonesia guna melampiaskan kekesalan mereka.
Pemain naturalisasi dan kondisi liga jadi sasarannya, dua topik ini diolah Vietnam dan digunakan untuk menyerang Indonesia.
Pertama soal pemain naturalisasi, kesuksesan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menurut Vietnam karena kebijakan tersebut.
"Meskipun Tim Nasional Indonesia baru-baru ini memenangkan FIFA ASEAN Cup, liga nasional mereka sedang mengalami penurunan," tulis Dantri.com.
"Banyak yang percaya bahwa kemenangan Indonesia di kejuaraan ini adalah hasil dari kebijakan naturalisasi usai tim tersebut menurunkan 11 pemain naturalisasi."
Baca Juga: 3 Klub Raksasa Eropa akan Datang ke Vietnam Tahun Depan untuk Jajal Stadion Baru
Karena kebijakan tersebut, sejumlah talenta lokal hanya mendapat sedikit menit bermain, itu pun sebagai pemain pengganti.
"Pemain lokal berbakat seperti Rizky Ridho dan Egy Maulana Vikri hanya mendapat kesempatan masuk sebagai pemain pengganti," tulis Dantri.com lagi.
"Secara logis, tim nasional yang kuat dibangun di atas liga nasional yang berkembang dengan baik."
"Hal ini karena liga nasional menyediakan sumber utama pemain domestik untuk tim nasional."
"Namun, sepak bola Indonesia menentang logika ini, menciptakan sebuah paradoks," imbuh mereka.
Puncak ejekan Vietnam dalam hal ini menyasar pada klub-klub Liga Indonesia yang diklaim tidak ada yang kompetitif di panggung kontinental.
"Liga nasional Indonesia sedang mengalami penurunan dan secara bertahap kehilangan posisinya di benua Afrika," tulis Dantri.com melanjutkan.
"Menurut peringkat klub Asia, Liga Nasional Indonesia memiliki 26.759 poin, menempati peringkat ke-10 di Asia Timur, di belakang Kamboja dengan 27.141 poin."
Baca Juga: Bak Mesin Overheat, Pemain Naturalisasi Nyerah Bela Timnas Vietnam
"Peringkat itu didasarkan performa klub dalam kompetisi kontinental selama beberapa musim dan menunjukkan bahwa tim-tim Indonesia sepenuhnya tidak kompetitif di panggung kontinental," imbuh mereka.
Menarik apa yang diwartakan oleh salah satu media Vietnam ini, hanya karena kalah dalam persaingan di level tertinggi hingga mencari-cari kesalahan yang tak perlu.
Masalah liga sebenarnya bukan ranah yang harus mereka komentari, publik Vietnam seharusnya menuntut perbaikan nasionalnya bukan mengomentari tim lain.