Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bulu Tangkis Featured Perancis Open Spesial

    French Open 2026 - Dikartu Merah pada Poin Kritis, Tangis Ganda Campuran Tuan Rumah setelah Kalah Menyakitkan - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:40 WIB

    Ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dihukum merah pada poin krusial hingga kalah menyakitkan di semifinal French Open 2026, Sabtu (24/10/2026).Ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dihukum merah pada poin krusial hingga kalah menyakitkan di semifinal French Open 2026, Sabtu (24/10/2026). (TANGKAPAN LAYAR BADMINTON EUROPE)

    BOLASPORT.COM - Status tuan rumah tak menjamin ganda campuran, Thom Gicquel/Delphine Delrue, aman. Pasangan Juara Dunia mengungkapkan kekecewaan setelah kalah dengan cara menyakitkan pada semifinal French Open 2026.

    Kekalahan menyesakkan harus diterima Thom Gicquel/Delphine Delrue ketika berjuang untuk lolos ke final French Open 2026.

    Pasangan ranking empat dunia itu tersisih dengan dramatis di hadapan publik sendiri pada Sabtu (24/10/2026) di Arena Grand Paris, Prancis,

    Gicquel/Delrue kalah dari unggulan pertama, Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping (China), dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 17-21, 19-21.

    Insiden terjadi pada pengujung gim ketiga, tepatnya di kedudukan 19-19 dengan servis di tangan pasangan tuan rumah.

    Dengan diberlakukannya regulasi batas 25 detik untuk servis, umpire alias wasit lapangan menilai Gicquel/Delrue telah mengulur-ulur waktu.

    Tanpa ada peringatan, wasit langsung tegas mengeluarkan kartu merah, sekaligus memberikan satu poin cuma-cuma untuk pasangan China.

    Kedudukan 19-20 kian membuat posisi Gicquel/Delrue tertekan. Protes mereka pun sia-sia karena wasit turnamen juga tak bisa mengubah keputusan wasit lapangan.

    Baca Juga: French Open 2026 - Calon Lawan Leo/Daniel Singkirkan Ganda Putra No.1 Dunia 2 Kali Beruntun, Indonesia dan Negeri Jiran Punya Peluang Derbi

    Pasangan Juara Dunia 2026 ini masih berkesempatan menyamakan kedudukan menjadi 20-20, tetapi mental mereka terlanjur kacau hingga kalah dalam reli terakhir.

    Delrue pun tak bisa menyembunyikan kekecewaan di lapangan, ia sempat terlihat menangis.

    "Kami butuh sedikit lebih banyak waktu untuk menata diri sebelum memulai poin berikutnya," ungkap Delphine Delrue di area mixed zone, dikutip dari Badminton Europe.

    "Wasit menganggap waktunya terlalu lama, sehingga tiba-tiba saja ia langsung mengeluarkan kartu merah tanpa berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan."

    "Jadi, sungguh mengecewakan harus mengakhiri pertandingan dengan cara seperti ini."

    "Menurut saya, level permainannya luar biasa, jadi sayang sekali harus berakhir seperti ini," imbuh Delrue dengan kecewa.

    Pasangan Prancis berpotensi besar lolos ke final dan jadi harapan tuan rumah merengkuh gelar di rumah sendiri.

    Hanya saja, keberuntungan belum memihak kepada sosok yang juga pernah memenangkan trofi di Indonesia Open ini.

    Gicquel tak habis pikir mengapa keputusan kartu merah itu justru terjadi pada momen krusial, poin genting pada gim penentuan pula.

    "Tentu saja, rasanya jauh lebih menyakitkan. Kedudukan 19-20 bukanlah saat yang tepat bagi wasit untuk (intervensi)," kata Gicquel.

    "Pada pengujung pertandingan, setiap pemain punya ritme masing-masing. Kami tidak saling menunggu, kami hanya terus melanjutkannya, dan itu pun tidak terlalu lama."

    "Dia (wasit) juga tidak memberi peringatan apa-apa atau setidaknya 5 atau 10 detik sebelumnya juga tidak meminta kami agar lebih cepat," tambahnya.

    Baca Juga: French Open 2026 - Bareng Ubed Hadirkan Kejutan ke Semifinal, 2 Wakil Tuan Rumah Waspadai Laga Buta

    Gicquel menambahkan bahwa dalam situasi tersebut, ia merasa berhak diberikan waktu lebih setelah reli yang cukup menguras tenaga.

    "Lagipula kami sudah memainkan reli itu sekitar 2 menit, kami masih mengganti kok, mengusap keringat dengan handuk, membicarakan taktik," kata Gicquel.

    "Juga sulit mau melakukan servis kalau penonton rama-ramai sedang meneriakkan nama kami sampai mungkin 30 detik lamanya."

    "Kami juga butuh fokus, tapi dia (wasit) tidak memahami itu," sahut Delrue.

    Final ganda campuran French Open 2026 pada akhirnya akan mempertemukan Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping melawan underdog Malaysia, Hoo Pang Ron/Lai Pei Jing.

    Komentar
    Additional JS