FIFA Resmi Menunda Turnamen Besar di Arab Saudi, Presiden AFC Bicara Nasib Piala Asia 2027 - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa, baru-baru ini berbicara tentang nasib Piala Asia 2027 menyusul situasi keamanan di Arab Saudi. (THE-AFC.COM)
SUPERBALL.ID - FIFA dan Federasi eSports Arab Saudi telah memutuskan untuk menunda turnamen FIFAe Finals 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Jeddah pada 16-25 Oktober.
Menurut The New Arab, keputusan untuk menunda turnamen dibuat pada 15 Oktober menyusul serangan baru-baru ini di Arab Saudi.
Pada 10 Oktober lalu, serangan di Bandara Internasional Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Ketegangan terus meningkat karena target ekonomi dan infrastruktur utama di Arab Saudi berulang kali menjadi sasaran.
Baca Juga: Malaysia Bajak Hajime Moriyasu dari Jepang, Merapat usai Piala Asia 2027?
"Keputusan untuk menunda turnamen dibuat setelah menilai perkembangan terkini di kawasan tersebut dan dampaknya terhadap persiapan logistik yang diperlukan untuk menyelenggarakan turnamen."
"Pengumuman lebih lanjut mengenai FIFAe Finals 2026 akan diperbarui pada waktu yang tepat," kata panitia penyelenggara turnamen.
Sebelum panitia memutuskan untuk menunda turnamen, Jepang dan Brasil telah menarik tim esports mereka pada 10 Oktober.
Situasi keamanan yang tidak stabil telah membayangi acara-acara olahraga yang dijadwalkan akan diadakan di Arab Saudi.
Salah satunya adalah Piala Asia 2027 pada awal tahun depan yang diikuti oleh 24 tim, termasuk Timnas Indonesia.
Turnamen sepak bola terbesar di Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar.
Menurut The New Arab, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menyatakan bahwa mereka tetap terbuka untuk menunda turnamen hingga 2028 jika diperlukan.
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa baru-baru ini secara terbuka menyebutkan kemungkinan penundaan tersebut.
Salman mengatakan bahwa AFC tidak terburu-buru untuk membuat keputusan akhir dan dapat terus memantau situasi hingga akhir November.
Menurut Salman, perkembangan di kawasan Timur Tengah dapat berubah dengan cepat baik ke arah positif maupun negatif.
Baca Juga: Pakar Malaysia Sebut Harimau Malaya Butuh Pelatih Penjamin Trofi dan Tiket Piala Asia
"Kita bisa menunggu hingga akhir November 2026. Situasi di kawasan ini dapat berubah sangat cepat, baik menjadi lebih baik maupun lebih buruk."
"Kita perlu memantau perkembangannya," kata Salman kepada wartawan di sela-sela pertemuan Dewan FIFA di Zurich, Swiss, Rabu (14/10/2026).
Jika kondisi keamanan tidak memungkinkan turnamen diadakan sesuai rencana, AFC siap mempertimbangkan untuk menundanya selama satu tahun.
Namun, Salman juga menekankan bahwa persiapan Piala Asia 2027 saat ini masih berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan.
"Jika keputusan perlu dibuat, kita akan melakukannya, tetapi kita bisa menundanya selama satu tahun hingga 2028 jika perlu."
"Namun untuk saat ini, kami memantau situasi dan semuanya sesuai jadwal," ucap Salman menambahkan.
Jika penundaan disetujui, ini bukan pertama kalinya Piala Asia harus menyesuaikan rencananya karena faktor-faktor yang tidak terkait dengan sepak bola.
Piala Asia 2023 awalnya dijadwalkan akan diadakan di China sebelum negara tersebut menarik haknya sebagai tuan rumah sebagai langkah pencegahan COVID-19.
Qatar dipilih sebagai tuan rumah pengganti dan turnamen tersebut kemudian berlangsung dari Januari hingga Februari 2024.
Di sisi lain, penundaan Piala Asia 2027 selama satu tahun mungkin justru sejalan dengan visi masa depan AFC.
Awal tahun ini, Reuters melaporkan bahwa AFC telah menghentikan proses penawaran untuk Piala Asia 2031 dan 2035 guna mempertimbangkan memindahkan turnamen tersebut ke tahun genap.