Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Berita Featured Kasus Piala AFF Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial

    Federasi Laos Selidiki Dugaan Suap Piala AFF 2026 - Suara Landak

    6 min read

     



    Bagus Prasetyo

    Author

    Federasi Laos Selidiki Dugaan Suap Piala AFF 2026
    Skandal Match-Fixing Piala AFF 2026: Pemain Laos Ditangkap, Terlibat Sindikat Judi Negara Tetangga [Istimewa]

    Smallest Font

    Largest Font

    Federasi Sepak Bola Laos membuka penyelidikan pada 7 Agustus terkait dugaan suap dan manipulasi pertandingan Piala AFF 2026 setelah serangkaian kekalahan telak Laos. Dilansir dari Suara, pemain Soukphachan Lueanthala dilaporkan ditangkap aparat terkait kasus tersebut.

    Lueanthala, yang membela Salavan United, diduga berperan mengatur pertandingan dan menjadi penghubung jaringan yang melibatkan sejumlah pemain Laos lainnya. Menurut Suara, federasi dan kepolisian Laos belum mengonfirmasi penangkapan tersebut secara resmi.

    Kasus itu mencuat setelah sejumlah pemain Laos diperiksa polisi sekembalinya mereka dari laga melawan Myanmar pada awal Agustus. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan Laos 2-7, menurut laporan Suara.

    Hasil itu menambah catatan kekalahan Laos di fase grup. Sebelumnya, Laos kalah 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina, berdasarkan rangkaian hasil yang dilaporkan Suara.

    Menurut Suara, Lueanthala diduga memiliki peran penting dalam operasi tersebut dengan memberikan instruksi kepada sejumlah pemain lain. Ia juga disebut menjadi penghubung antara pihak-pihak yang terlibat.

    Suara melaporkan dugaan manipulasi pertandingan itu berkaitan dengan sebuah jaringan yang disebut beroperasi dari Vietnam. Identitas pihak yang diduga berada di balik jaringan tersebut belum disampaikan secara resmi.

    Seorang sumber yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Laos mengatakan praktik manipulasi pertandingan bukan persoalan baru di negara tersebut. Sumber itu juga menilai kondisi ekonomi pemain dapat membuat mereka rentan terhadap pendekatan dari pihak luar.

    “Sampai tahun lalu, mereka mendapatkan 10 dolar per hari ketika bergabung dengan tim nasional,” kata sumber tersebut kepada The Guardian.

    Sumber yang sama juga mengaku pernah mendengar pengakuan seorang pemain yang menyebut dirinya mengatur tiga pertandingan. Menurut sumber tersebut, pemain itu mengaku menerima 10.000 dolar AS untuk setiap pertandingan.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS