Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Persib EPA U-18 Persib U-18 Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Erick Thohir Buka Suara Soal Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Desak Kasus Diusut Tuntas - Kompas

    5 min read

     


    SOLO, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menaruh perhatian serius terkait insiden perusakan bus dan penyerangan terhadap tim Elite Pro Akademik (EPA) Persib Bandung U-18 yang terjadi di Rest Area Tol Batang Km 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

    Erick memastikan akan menindaklanjuti insiden tersebut. Ia menekankan bahwa keselamatan semua elemen merupakan hal yang utama dalam dunia sepak bola.

    Pihaknya menyatakan insiden tersebut sebagai tindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi.

    “Kita tidak mau ada lagi insiden-insiden yang menjadi kegelapan sepak bola Indonesia seperti sebelumnya. Ya, merampas, memecahkan, memukuli, itu sudah kriminal,” ujar Erick kepada awak media usai menghadiri pengukuhan dan pelepasan kontingen Indonesia ke Asian Para Games Nagoya edisi ke-5 di Balai Kota Solo, Senin (12/10/2026).

    Hattrick Terjerat Korupsi, Jejak Kasus Fahd Arafiq

    Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mendorong liga dan klub-klub di tanah air untuk memberikan tindak lanjut terhadap insiden tersebut.

    Baca juga: Farhan Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain EPA Persib Korban Penyerangan

    “Ada sebuah bus yang ditumpangi atlet muda dari sebuah klub tentu diserang oleh oknum, saya tidak bilang seluruh suporter klub tersebut ya, oknum-oknum yang tindakannya sangat kriminal,” ujarnya.

    “Jadi saya meminta liga, klub menindaklanjuti sekeras-kerasnya oknum-oknum tersebut dan tidak bisa ditoleransi,” lanjutnya.

    Erick memastikan PSSI dan Kemenpora telah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas insiden yang menyebabkan personel Persib mengalami kekerasan fisik dan kerusakan bus rombongan tersebut.

    Pihaknya mendorong agar oknum yang terlibat dalam insiden mendapatkan hukuman yang sepadan.

    “Kami, PSSI maupun saya pribadi, kita harus menegakkan hukum ya setinggi-tingginya untuk sepak bola nasional,” tegasnya.

    Baca juga: Polresta Batang Pastikan Pelaku Perusakan Bus Persib U-18 adalah Oknum Suporter Persija

    Terduga Pelaku Diringkus

    Sementara itu, Polresta Batang telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam perusakan bus rombongan Persib Bandung U-18.

    Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.27 WIB. Bus diketahui membawa sekitar 30 pemain dan ofisial Persib Bandung U-18.

    Kejadian bermula ketika seorang pria menghampiri kernet bus dan menanyakan apakah kendaraan tersebut membawa rombongan Persib. Pria tersebut kemudian memanggil rekan-rekannya.

    Baca juga: Abrasi Gerus 30 Persen Garis Pantai Bali, Butuh Penanganan Terpadu

    Sejumlah orang lalu mendatangi bus dan melakukan perusakan hingga kaca bagian kiri dan kanan belakang pecah.

    Dalam kejadian itu, seorang ofisial bernama Pandu juga menjadi korban penganiayaan dan mengalami luka lecet di bagian pipi serta kepala.

    Terduga pelaku berinisial BPA (33) kemudian diringkus di Gerbang Tol Cikarang Utama. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut atas laporan perusakan bus dan penganiayaan.

    "Hasil pengejaran berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku kejadian ini di daerah Karawang," kata Warsono kepada Kompas.com, Senin (12/10/2026).

    Baca juga: Kasus Perusakan Bus Persib U-18 di Tol Batang, Terduga Pelaku Diringkus di Cikarang

    Kasat Reskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama mengatakan, BPA diduga merupakan orang yang melempar bus rombongan Persib Bandung U-18 menggunakan batu.

    Dugaan keterlibatan BPA, kata Bintoro, diperkuat oleh keterangan saksi dan rekaman CCTV yang diperiksa penyidik.

    "Ini yang kita amankan yang melakukan pelemparan batu ke bus, dibuktikan dengan keterangan saksi dan CCTV yang ada. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Polresta Batang," ujar Bintoro.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Eks Kepala Yayasan Sekolah Jaksel Klaim 995 Airsoft Gun untuk Ekskul Menembak, Punya Izin Baintelkam

    Komentar
    Additional JS