Eng Hian: Leo/Daniel Dipisah Bukan karena Tidak Bagus, Momen Emas Asian Games Harus Dirawat - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 4 Oktober 2026 | 05:00 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berpose dengan medali emas Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). (YUICHI YAMAZAKI/AFP)
BOLASPORT.COM - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, memberi pujian sekaligus wejangan untuk ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang menggondol dua emas dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bintang dari keberhasilan Tim Bulu Tangkis Indonesia untuk membawa dua emas dari Asian Games 2026.
Leo/Daniel membantu Tim Putra Indonesia memenangkan emas beregu serta berhasil dalam event perorangan.
Di final beregu putra, Leo/Daniel menghadirkan poin yang menyamakan skor setelah Indonesia sempat tertinggal 2-2 dari China.
Sedangkan di perorangan, anak didik Antonius Budi Ariantho ini menjadi kampiun walau datang sebagai non-unggulan.
Mereka melibas pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), dan kemudian mengalahkan Juara Dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang (China), di final.
Dua emas menjadi pembuktian Leo/Daniel yang sempat diragukan.
Mantan wonderkid bulu tangkis ini sempat dipisah selama hampir dua tahun pasca-gagal lolos ke Olimpiade Paris sebelum disatukan lagi pada Mei lalu.
Eng Hian mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada keraguan mengenai keduanya.
"Leo/Daniel sebelumnya sudah berpasangan dan kami melihat hasilnya bukannya tidak bagus tetapi tidak konsisten," ucap Eng Hian melalui PBSI.
"Saya melihat Leo dan Daniel punya kemampuan yang sejajar dengan pemain elite."
Leo/Daniel sempat menjadi penerus yang digadang-gadang. Mereka menjadi Juara Dunia Junior pada 2019 alias ketika prestasi ganda putra Indonesia sedang wangi-wanginya.
The Babies, demikian Leo/Daniel pernah dijuluki, diharapkan bisa menyusul trio jawara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Leo/Daniel memberi bukti dengan medali emas SEA Games, 4 gelar BWF World Tour—termasuk Indonesia Masters secara beruntun pada 2023 dan 2024—serta menembus 10 besar dunia.
Namun, sederet badai mengadang seperti inkonsistensi performa, gangguan penglihatan Daniel, sampai cedera lutut parah yang dialami keduanya dalam waktu berdekatan tahun lalu.
Daniel baru kembali ke sirkuit dunia pada Mei lalu setelah absen selama hampir setahun.
Tim Pelatih memasangkannya lagi dengan Leo yang sempat lama tampil bareng Bagas Maulana. Daniel sendiri tadinya dicoba dengan Fikri yang justru melejit bersama Fajar Alfian.
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, setelah proses undian nomor beregu Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, Sabtu (19/9/2026). (PBSI)
"Sekarang setelah mereka disatukan lagi, tiga gelar dan termasuk Asian Games, saya berharap Leo/Daniel dapat menjaga konsisten," tukas Eng Hian.
"Seperti yang sering kami diskusikan dengan para atlet, yang paling berat adalah menjaga konsistensi. Saat kondisinya turun, untuk menaikkannya lagi itu tidak mudah."
"Jadi ketika sekarang posisinya sudah bagus, terus didorong agar terus konsisten."
Baca Juga: Target Alwi Farhan setelah Asian Games 2026, 2 Turnamen Elite di Eropa Menunggu
Pasang surut belum menjauh dari Leo/Daniel setelah reuni. Ada kalah dini di antara kesuksesan mereka untuk menjadi juara pada Thailand Open, Taipei Open, dan Asian Games.
Konsistensi menjadi kunci bagi Leo/Daniel untuk mencapai level baru dalam karier yaitu tampil dan berprestasi di Olimpiade.
Kelolosan ke Pesta Olahraga Dunia mesti diperjuangkan selama 12 bulan melalui poin-poin ranking dari turnamen-turnamen BWF.
Tantangannya lebih berat bagi pasangan dari negara yang kuat sektor gandanya. Selain slotnya cuma dua, peringkat delapan besar menjadi batas minimal bagi pasangan keduanya.
Jelang Paris 2024, Leo/Daniel gagal karena menempati peringkat ke-13 dalam ranking kualifikasi, di belakang Fajar/Rian (ke-7, lolos) dan Bagas/Fikri (ke-9, tidak lolos).
Kini, di dalam negeri Leo/Daniel bersaing dengan Fajar/Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sebagai pendatang baru.
Masih ada pula duet independen, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang awet di 10 besar ranking dunia sampai pasangan muda, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.
"Harapannya, cukup terbuka bagi Leo/Daniel untuk bersaing dengan pasangan-pasangan lainnya seperti Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin, untuk lolos ke Olimpiade 2028," ucap Eng Hian