Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Panjat Tebing Spesial

    Empat Wakil Indonesia Lolos Final Lead Panjat Tebing Asian Games 2026 - Todaynews

    4 min read


    Laporan: Afrizal Ilmi

    waktu baca 3 menit

    Sabtu, 3 Okt 2026 07:00 23

    20261002 - NOC - AG26 - MRP - Sport Climbing Semi Final Lead Putra Tri Ramadani Sport Climbing, Nagoya Intenational Exhibition Hall, Portmesse Nagoya-69Pemanjat Tebing Indonesia Putra Tri Ramadani lolos ke final nomor putra Asian Games 2026. (Dok. NOC Indonesia)

    TODAYNEWS.ID — Tim Indonesia menempatkan empat wakil di babak final nomor men’s dan women’s lead cabang olahraga panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keempat pemanjat tersebut berhasil melewati babak semifinal yang berlangsung di Port Messe Nagoya Exhibition Hall.

    Empat wakil Indonesia itu yakni Putra Tri Ramadani dan Ramadhan Raviandi di nomor putra. Sementara di nomor putri, ada Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany.

    Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng menjadi wakil dengan posisi terbaik di nomor putra. Pemanjat berusia 20 tahun itu menempati peringkat ketiga semifinal dengan catatan 36 hold.

    Ramadhan Raviandi juga memastikan tempat di final setelah finis di posisi ketujuh dengan 23 hold. Sementara itu, Sukma dan Alma masing-masing berada di peringkat keenam dan ketujuh dengan catatan 39 hold.

    Hasil tersebut membuat Indonesia memiliki empat wakil untuk bersaing memperebutkan medali nomor lead. Babak final dijadwalkan berlangsung di Port Messe Nagoya Exhibition Hall, Sabtu (3/10/2026).

    Bagi Srondeng, kelolosan ke final menjadi pencapaian tersendiri karena Asian Games Aichi-Nagoya merupakan debutnya di ajang tersebut. Ia mengaku jalur semifinal cukup menantang karena sempat keliru memilih pegangan.

    “Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Harusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah. Tadi saya sempat mengambil pegangan yang kecil, padahal ada pegangan lain yang lebih enak,” kata Srondeng.

    Kesalahan tersebut membuat pergerakan Srondeng tidak berjalan sesuai rencana. Ia sebenarnya memasang target mencapai top atau menyelesaikan seluruh jalur hingga bagian tertinggi.

    “Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi,” ujar Srondeng.

    Srondeng kini memilih membawa pengalaman dari semifinal sebagai bekal menghadapi babak final. Ia juga menilai persaingan di Asian Games tidak terlalu berbeda dengan kompetisi World Climbing Series yang selama ini diikutinya.

    “Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup. Permainannya juga kurang lebih sama. Jadi sebenarnya seperti ajang World Cup juga,” ujarnya.

    Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Srondeng untuk menghadapi persaingan di final. Pada World Climbing Series 2026, ia sebelumnya meraih medali emas di Praha dan perunggu di Koper, Slovenia.

    Meski memiliki pengalaman di level internasional, Srondeng mengakui atmosfer Asian Games tetap memberikan tekanan tersendiri. Ia menyebut penampilan pertamanya di ajang multicabang tersebut membuatnya lebih tegang.

    “Ini pertama kali (tampil di Asian Games), sebenarnya lebih deg-degan. Hampir sama seperti pertama kali turun final di World Cup, deg-degannya luar biasa,” kata Srondeng.

    Dengan waktu adaptasi yang terbatas, Srondeng memilih langsung fokus menghadapi final. Ia menyadari tidak banyak kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan.

    “Jadi kami perlu beradaptasi, tetapi waktunya juga sudah tidak banyak untuk adaptasi. Mau tidak mau harus langsung dijalani,” ujarnya.

    Srondeng juga tidak ingin membebani dirinya dengan target yang terlalu tinggi. Ia hanya ingin memanfaatkan kesempatan final untuk memberikan penampilan terbaik dan membuka peluang meraih podium.

    “Target saya naik podium dulu saja. Berapa pun hasilnya, tetap saya syukuri,” tutup Srondeng.

    Editor: Aziz Arriadh

    Komentar
    Additional JS