Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Cristiano Ronaldo Featured Lionel Messi Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Drama Pensiun, Lionel Messi Menangis saat Cristiano Ronaldo Klaim Jadi Korban Penghianatan - Semua Halaman - Superball.

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • BOLA
  • Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:57 WIB

    Drama warnai pensiun Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tangis dan pengkhianatan. Drama warnai pensiun Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tangis dan pengkhianatan. (VALERY HACHE/AFP)

    SUPERBALL.ID - Akhir era sepak bola Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, diwarnai drama pengkhianatan hingga tangis haru meninggalkan tim nasional. 

    Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah kiblat pesepak bola profesional di era modern, tetapi usia membuat keduanya harus meninggalkan gemerlap panggung. 

    Menariknya ada drama tersendiri yang mengiringi akhir era keduanya, dimulai dari Cristiano Ronaldo yang merasa telah menjadi korban pengkhianatan. 

    Bermula saat Ronaldo dipanggil ke Timnas Portugal untuk laga Nations League melawan Norwegia tetapi tidak dimainkan oleh sang pelatih, Jorge Jesus. 

    Kemudian Jesus memastikan dalam laga selanjutnya melawan Denmark, Ronaldo tidak akan diturunkan sebagai starter olehnya. 

    Sebagai respons, Ronaldo akhirnya pergi dari pemusatan latihan, meski sempat dihadang Jesus dan Presiden Federasi Portugal, tetapi kepergiannya tak terbendung. 

    Ronaldo pun akhirnya bersuara, ia mengaku sudah hilang kepercayaan terhadap Jorge Jesus dan meminta maaf kepada rekan setimnya di tim nasional. 

    Permintaan maaf itu disampaikan karena perbuatan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan sama sekali tidak dapat dibenarkan dan ia menyadari itu. 

    "Saya akan siap, seperti yang selalu saya lakukan hingga hari ini, untuk berkompetisi dan menang demi tim nasional kita," kata Ronaldo.

    Baca Juga: Baru Main 4 Kali di Barcelona, Anthony Gordon Sudah Samai Rekor Lionel Messi

    "Saya berhutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim tim nasional saya karena telah meninggalkan kamp pelatihan."

    "Meskipun kepercayaan terhadap perkataan pelatih kepala telah benar-benar hilang, seharusnya saya tidak melakukannya."

    "Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya," imbuhnya. 

    Merasa tidak dibutuhkan pelatih, Ronaldo mengaku bahwa kehadirannya di tim nasional hanya akan merugikan tim, sehingga ia memilih pergi. 

    "Saya sekali lagi meminta maaf kepada rakyat Portugal, tetapi sebuah kata yang terucap tanpa sengaja memiliki dampak yang sangat besar bagi saya," katanya lagi. 

    "Saya merasa bahwa sejak saat itu kehadiran saya hanya akan merugikan tim dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan."

    "Jika saya merasa tidak berguna: saya mengambil tas saya dan pergi," imbuhnya. 

    Ronaldo mengklaim bahwa setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jesus punya rencana untuknya yakni bermain di laga pembuka dan penutup Nations League di kandang.

    Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tertawa usai Namanya Tak Masuk Daftar 30 Nominasi Ballon d'Or 2026

    Dengan catatan Ronaldo tidak ikut ke Norwegia dan Denmark, tetapi sang pemain menolaknya karena sebagai kapten tim hal itu dirasa tak pantas. 

    Menurutnya itu akan menjadi contoh buruk jika sang kapten tetap berada di Portugal sementara rekan-rekan setimnya pergi berjuang. 

    Kemudian saat melawan Norwegia, Jesus sempat bertanya pada Ronaldo mengenai kondisinya, apakah memungkinkan bermain selama 30 menit. 

    Ronaldo pun memastikan kondisinya fit dan setuju bermain selama 30 menit, ia pun melakukan pemanasan sejak jeda babak pertama. 

    Namun hingga laga berakhir, Ronaldo tetap tidak dimasukkan Jesus ke pertandingan, itulah alasan mengapa ia merasa jadi korban pengkhianatan. 

    "Pelatih kepala gagal menepati janjinya kepada saya. Ini kali kedua dia gagal menepati janjinya," kata Ronaldo. 

    "Saya memutuskan untuk meninggalkan kamp tanpa menunggu janji-janji yang dilanggar lagi."

    "Konsekuensi dari tindakan saya ini harus dinilai dan dihukum oleh Federasi Sepak Bola Portugal."

    Baca Juga: Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun di Akhir Musim dan Ungkap Rencana Masa Depannya

    "Saya mengerti bahwa hukuman tersebut seharusnya tidak memiliki faktor yang meringankan."

    "Saya bukan sembarang pemain, saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memperberat," pungkasnya. 

    Di saat yang sama, Lionel Messi menangis haru setelah menyelesaikan pertandingan terakhir untuk Timnas Argentina pada Selasa (6/10/2026).

    Messi berhasil mencetak satu gol dan dua assist dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires. 

    Sambil menangis Messi berterima kasih kepada seluruh masyarakat Argentina, baginya terasa menyakitkan tidak dapat kembali mengenakan jersey timnas. 

    "Merupakan suatu kebanggaan besar bagi saya untuk mengenakan jersey ini," kata Lionel Messi. 

    "Saya hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya, tidak kembali lagi akan sangat menyakitkan," imbuhnya. 

    Komentar
    Additional JS