DPRD Jabar Desak Penyerangan Bus U-18 Persib di Batang Diusut Tuntas - IDN Times
12 Oct 2026, 19:13 WIB
Kota Bandung
3 min read
It helps you see more of our articles when you search on Google

Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
Fraksi PPP DPRD Jawa Barat mengecam penyerangan, perusakan, dan penjarahan bus Persib EPA U-18 di rest area Batang sebagai tindakan kriminal, bukan rivalitas suporter.
Zaini Shofari mendesak pengusutan tuntas serta efek jera bagi pelaku, termasuk untuk kekerasan di luar stadion, sambil mengapresiasi pengejaran polisi hingga Karawang.
Polresta Batang menangkap satu terduga pelaku pelemparan bus setelah memeriksa TKP, saksi, dan CCTV; Bobotoh juga diminta menahan diri serta tidak melakukan balasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Bandung, IDN Times - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengecam keras penyerangan terhadap bus Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di rest area wilayah Batang, Jawa Tengah.
Zaini menilai aksi perusakan dan penjarahan tersebut bukan lagi bagian dari rivalitas suporter sepak bola, melainkan sudah masuk ranah kriminalitas. Dia juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
"Perilaku perusakan dan penjarahan yang terjadi bukan lagi masuk ranah rivalitas, tetapi sudah masuk tindakan kriminalitas. Perlu diusut tuntas sehingga pada masa mendatang tidak terjadi lagi, siapa pun pelakunya," ujarnya, Senin (12/10/2026).
1. Minta diusut dengan tuntutas

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa Zaini menilai, perlu ada efek jera bagi pelaku kekerasan dalam sepak bola, dan sanksi tidak hanya diterapkan ketika pelanggaran terjadi di dalam stadion, tetapi juga terhadap tindakan kriminal yang dilakukan di luar arena pertandingan.
"Harus ada efek jera, di luar aturan hukum yang ada, agar suporter manapun jika memperlakukan tim atau pendukung lain seperti itu akan tahu akibatnya. Di dalam stadion saja, saat pertandingan ada sanksinya, pun di luar stadion," katanya.
Di sisi lain, Zaini mengapresiasi jajaran Polres Batang yang bergerak cepat mengejar para terduga pelaku hingga ke Karawang, Jawa Barat. Dia juga menyoroti penyebaran foto dan video kejadian maupun terduga pelaku di media sosial.
Menurutnya, rekaman kamera pengawas (CCTV) dan kamera ponsel dapat menjadi pengingat bahwa tindakan seseorang bisa terekam dan tersebar dengan cepat.
"Semua harus sadar kamera. CCTV dan kamera HP akan mudah merekam kejadian apa pun. Begitu kejadian terjadi, dalam hitungan detik sudah tersebar," katanya.
2. Bobotoh diimbau tidak terprovokasi

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa Zaini turut mengingatkan para pendukung Persib atau Bobotoh agar tidak terpancing dan melakukan aksi balasan. Ia meminta semua pihak menahan diri agar insiden tersebut tidak memicu konflik yang lebih luas antar suporter.
"Kejadian ini tentu menjadi perhatian kita semua, terutama Bobotoh Persib agar tidak melakukan hal demikian dan tidak melakukan balasan. Sekali lagi, kita sudah beda kelas," tuturnya.
3. Polisi amankan satu orang tersangka

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa) Sebelumnya, Polresta Batang telah menangkap seorang pelaku yang terlibat aksi pelemparan bus milik Persib EPA U-18. Kapolresta Batang Kombes Warsono mengatakan, upaya penangkapan dilakukan setelah dilakuka pengejaran pasca pihaknya menerima laporan kejadian.
"Hasil pengejaran berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku kejadian ini di daerah Karawang," katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (12/10/2026).
Tim gabungan kemudian melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan satu orang di wilayah Karawang.
"Kami Polres Batang akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai dengan ketentuan," kata dia.