Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Erick Thohir Featured FIFA Gianni Infantino Sepak Bola Spesial

    Didukung Erick Thohir, Gianni Infantino Kena Bully di Rapat Dewan Eksekutif FIFA, Kursi Presiden Terancam - Bolasport

    5 min read

     

    .com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Nasional
  • Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:15 WIB

    Erick Thohir menyambut kedatangan Presiden FIFA, Gianni Infantino yang berkunjung ke Indonesia.Erick Thohir menyambut kedatangan Presiden FIFA, Gianni Infantino yang berkunjung ke Indonesia. (INSTAGRAM/@PSSI)

    BOLASPORT.COM - Gianni Infantino gagal menjawab pertanyaan dalam rapat Dewan Eksekutif FIFA soal berbagai kontroversi seputar Piala Dunia 2026. 

    Presiden FIFA, Gianni Infantino, semakin mendapatkan rasa ketidakpercayaan dari para anggotanya. 

    Pada Kamis (15/10/2026), FIFA menggelar rapat Dewan Eksekutif yang beranggotakan 37 orang. 

    Rapat tersebut digelar utamanya untuk mendebat Infantino soal berbagai kebijakan kontroversialnya. 

    Isu yang dipertanyakan antara lain proposal penjualan Piala Dunia, hadiah FIFA Peace Prize untuk Donald Trump, hingga kartu merah yang dihapus untuk Folarin Balogun (setelah ada telepon Trump). 

    Untuk diingat, Infantino masih mendapatkan dukungan dari sebagian anggota FIFA, termasuk PSSI. 

    Ketum PSSI Erick Thohir bertemu Infantino saat partai final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Timnas Indonesia dan Thailand (5/10/2026). 

    "Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini," tulis Erick di akun Instagram pribadi (5/8/2026). 

    "Kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," tegasnya.

    Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkap Alasan Tunjuk Radovan Pankov Jadi Kapten Persija Gantikan Rizky Ridho

    Kembali ke rapat Dewan Eksekutif FIFA, Infantino bisa dianggap di-bully para peserta rapat, terutama FA (PSSI-nya) negara-negara Eropa. 

    "Infantino memulai rapat bersama 37 anggota dewan dengan permohonan maaf lantaran tak berkonsultasi pada mereka soal penjualan Piala Dunia," demikian laporan The Guardian. 

    "Tetapi gagal menjawab banyak pertanyaan yang diajukan FA negara-negara Eropa dalam berbagai subjek." 

    "Permintaan maaf Infantino dilanjutkan dengan 30 menit presentasi (soal penjualan Piala Dunia) oleh firma hukum asal Amerika Serikat, ... tetapi sang pengacara pergi tanpa menjawab pertanyaan, yang membuat peserta rapat jengkel." 

    Bocoran dari ketua FA Inggris, Debbie Hewitt, mengungkap Infantino gagal menjawab desakan publik. 

    "Kami tidak mendapatkan jawaban untuk semua yang kami minta secara spesifik," ucap Hewitt.

    "Saya rasa orang itu (Infantino) harus menjawab pertanyaan, dan jika dia tidak menjawab pertanyaan, dia tidak layak menjadi Presiden FIFA," tegas Hewitt. 

    Yang mengganjal, dengan semua desakan tersebut, pihak oposisi belum menemukan calon untuk melawan Infantino pada pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

    Dengan kemunculan Infantino bersama Erick dan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pekan lalu, tampaknya Indonesia jelas akan mendukung sang petahana maju kembali. 

    Baca Juga: Jelang Pekan Kelima Super League, Media Asing Anggap Persija Punya Peluang Juara Lebih Besar dari Persib

    Komentar
    Additional JS