Di Tangan Djarum, Como 1907 Melangkah Merajai Eropa - IMBCNews

Foto: IG comofootball
IMBCNEWS|JAKARTA – Di tangan Sent Entertainment yang terkait dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono, Como 1907 menjelma dari klub Serie D menjadi pesaing baru di Liga Champions.
Setelah promosi ke Serie A pada 2024, klub berjuluk I Lariani itu membuka debut Eropa dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig, sebelum menaklukkan Manchester United dengan skor yang sama pada Oktober 2026.
Dari Krisis ke Serie D
Como sempat mengalami krisis keuangan hingga bangkrut pada 2004. Setelah periode sulit dan kegagalan memenuhi syarat masuk Serie C, klub memulai musim 2017/18 dari Serie D, divisi amatir tertinggi di Italia.
Musim pertama mereka di Serie D berakhir dengan finis kedua di Girone A dan kegagalan promosi. Tiket ke Serie C akhirnya diraih pada 2018/19 setelah Como menjuarai Girone B dengan 89 poin dari 34 laga, termasuk 28 kemenangan.
Sent Entertainment, yang disokong Budi dan Bambang Hartono dari Grup Djarum, mengambil alih Como pada 2019 ketika klub baru kembali ke kompetisi profesional di Serie C.
Nilai akuisisi dilaporkan sekitar 850 ribu euro. Kepemilikan baru itu menata ulang organisasi, memperkuat skuad secara bertahap, dan memperbaiki infrastruktur klub.
Setelah finis ke-12 di Serie C Girone A pada 2019/20, Como menjuarai divisi tersebut pada 2020/21 dan promosi ke Serie B.
Mereka kemudian finis ke-14 pada 2021/22 dan ke-13 pada 2022/23, sebelum finis kedua Serie B dengan 73 poin pada 2023/24.
Promosi ke Serie A dikunci lewat imbang 1-1 melawan Cosenza pada 11 Mei 2024. Hasil itu mengembalikan Como ke kasta tertinggi Italia untuk pertama kalinya sejak 2003, setelah 21 tahun absen.
Sentuhan Cech Fàbregas
Cesc Fàbregas, pemegang saham minoritas Como, ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 19 Juli 2024 setelah sebelumnya menjadi asisten dan pelatih sementara pada musim promosi.
Kehadiran figur tersebut memperkuat proyek sepak bola Como yang menggabungkan pemain muda, perencanaan jangka panjang, dan ambisi kompetitif.
Debut dan Langkah di Eropa
Como menjalani debut Liga Champions pada 10 September 2026 dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Laga fase liga tersebut menjadi pertandingan Eropa pertama dalam sejarah klub.
Pada 21 Oktober 2026, Como menambah capaian bersejarah dengan mengalahkan Manchester United 4-1 dalam laga fase liga Liga Champions UEFA, matchday tiga.
Nico Paz mencetak dua gol, sementara Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramón melengkapi kemenangan; Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan untuk United.
Kemenangan atas United bukan laga uji coba, melainkan hasil resmi di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa.
Bagi klub yang tujuh tahun sebelumnya masih bermain di Serie D, hasil itu menegaskan bahwa Como kini mulai diperhitungkan di kancah Eropa.
Sejarah Como 1907
Di balik kisah modern Como, tersimpan sejarah yang jarang dibahas. Menurut arsip resmi klub, pertandingan sepak bola pertama di Como pada musim semi 1906.
Melibatkan tim dari Rowing Club Canottieri Lario melawan rombongan sirkus Buffalo Bill, dengan Kolonel William Cody alias Buffalo Bill bertindak sebagai wasit.
Stadio Giuseppe Sinigaglia, yang dibangun pada 1926–1927 dan dibuka pada 1927, berdiri di lokasi tersebut.
Stadion itu mengabadikan nama pendayung dan pahlawan Perang Dunia I asal Como, Giuseppe Sinigaglia, serta awalnya dilengkapi lintasan atletik dan velodrom bersepeda.
Como juga membangun identitas di luar lapangan melalui konsep sports tourism, memanfaatkan pesona Danau Como, kota tua, dan lanskap pegunungan sebagai bagian dari pengalaman pertandingan.
Identitas itu diperkuat lini busana in-house bernama Curva, yang diluncurkan di pusat Kota Como.
Meski kini berkompetisi di Liga Champions, Como tetap mempertahankan karakter stadion kecilnya.
Renovasi pada 2026 menaikkan kapasitas untuk laga Serie A dari 12.064 menjadi 12.379 kursi.
Perpaduan modal dan tata kelola dari Sent Entertainment–Grup Djarum, proyek olahraga yang terarah, serta pesona Danau Como menjadikan kebangkitan klub ini salah satu kisah paling menarik dalam sepak bola Eropa modern.
Dari Serie D pada 2017/18 hingga kemenangan atas Manchester United di Liga Champions pada 2026, Como 1907 menunjukkan bahwa ambisi Eropa dapat dibangun melalui kesabaran, perencanaan, dan identitas yang kuat.(*)
(imbcnews/diolah)

Menulis Data Menyampaikan Fakta.