Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Angie Bong Berita Featured Pickleball Spesial Tenis

    Dari Tenis ke Pickleball, Angie Bong Menemukan Jalan ke Pentas Dunia - Kompas

    8 min read

     

    KOMPAS.com - Angie Bong awalnya tidak membayangkan pickleball akan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier olahraganya.

    Ia lebih dulu dikenal sebagai pemain tenis sebelum akhirnya pada tahun 2024 menemukan pickleball, olahraga yang kini sedang berkembang pesat di berbagai negara Asia tersebut.

    Dalam kurun sekitar dua tahun, ia beralih fokus dan mulai aktif mengikuti berbagai turnamen internasional.

    Pilihan itu membawanya pada sederet prestasi, termasuk gelar juara dunia bersama partnernya.

    INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad

    Kini, ia menjadi salah satu atlet pickleball Indonesia yang aktif bertanding di luar negeri. Bahkan ia telah mengoleksi sekitar 60 medali internasional dalam kurun satu tahun.

    Baca juga: Dilema 60 Medali Atlet Pickleball Angie Bong: Sponsor Asing, Nama Indonesia Tak Disebut

    Perpindahan dari tenis ke pickleball terjadi ketika ia tinggal di Malaysia. Di negara tersebut, pickleball sudah berkembang menjadi olahraga yang dimainkan dalam keseharian masyarakat.

    "Kalau di Indonesia kaya padel gitu, akhirnya saya mainlah disitu hingga tergila-gila dengan cabor ini. Main padel juga Kalau lagi di Indonesia tapi fokusnya ke pickleball," kata Angie Bong kepada KOMPAS.com.

    Lihat Potensi Besar Pickleball

    Pengalaman tersebut kemudian membuat atlet kelahiran Singkawang itu melihat peluang besar dalam pickleball.

    Baca juga: Media Italia Sorot Perjuangan Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup

    Ia merasa olahraga tersebut memiliki ruang berkembang yang luas, terutama karena popularitasnya terus meningkat di Asia.

    Meskipun, ia sadar perkembangan pickleball di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asia lainnya.

    Angie Bong atlet pickleball dari Indonesia yang menempati peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri dan nomor 1 di Indonesia untuk kategori ganda campuran.

    Lihat Foto

    "Sudah seperti olahraga sehari-hari kalau di luar Indonesia, lapangan juga sudah menjamur. Makanya turnamen banyak di luar negeri ya di Indonesia masih jarang banget setahun 2-3 kali saja tidak sebesar di luar," ujar atlet peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri itu.

    Baca juga: Promo Ceban di Alfamart 1-15 Oktober 2026, Camilan dan Minuman Cuma Rp 10.000

    "Tahun ini di Indonesia baru mau mulai booming, di Bali dan di Jakarta sudah mulai ada lapangannya karena mungkin tren padel sudah mulai turun," sambungnya.

    Pickleball merupakan olahraga raket yang memadukan sejumlah unsur dari tenis, bulu tangkis, dan tenis meja.

    Olahraga ini pertama kali diciptakan pada 1965 di Bainbridge Island, Washington, Amerika Serikat.

    Baca juga: Robot di China Punya Sekolah Khusus, Latih Ambil Botol hingga Lipat Pakaian

    Di Indonesia, pickleball mulai dikenal sekitar 2019 dan kemudian berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak Maret 2023.

    Perkembangan pickleball di Indonesia belum sebesar sejumlah negara lain. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi atlet Indonesia untuk bersaing di level internasional.

    "Saya beruntung lho meskipun olahraga ini tidak populer di Indonesia, saya dan partner bisa juara ganda dunia pickleball lho," ucap Angie Bong.

    Baca juga: Kenapa Dedi Mulyadi Sidak Data Center BDx di Purwakarta? Ini Alasannya

    "Sebenarnya di Indonesia meskipun tidak populer tapi setiap kirim pemain termasuk beregu itu sering masuk semifinal, dari Indonesia berprestasi semua. Cuma kita terkendala dana, pemain Indonesia tidak kalah dengan negara lain," sambungnya.

    Berharap Masuk Asian Games dan SEA Games

    Seiring perkembangan pickleball dan pengalamannya di berbagai negara Asia, ia melihat peluang olahraga tersebut untuk masuk ke ajang multievent yang lebih besar.

    Ia berharap pemerintah ikut membantu atlet Indonesia mengikuti turnamen internasional agar perkembangan kemampuan pemain tidak tertinggal.

    Baca juga: Melihat Kepatuhan Operator agar Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

    "Ya ini kan sebagai olahraga resmi ya dipertandingkan di PON, pemerintah bantulah untuk tour-nya. Pemain Indonesia sebenarnya terkendala dana kan kalau tidak mulai dari sekarang kita akan ketinggalan dengan negara-negara lain," ujar peraih medali emas dalam Tur PPA Asia 2025 itu.

    "Saya yakin cabor ini suatu saat akan menjadi salah satu cabor yang dimainkan di Asian Games atau SEA games. Tinggal tunggu waktu aja karena beberapa negara di asia ini sudah memiliki lapangan dan atlet yang bagus-bagus."

    "Taruhlah misal diselenggarakan di negara Asia mana gitu pasti akan ada cabang ini karena sejumlah negara sudah banyak yang bermain pickleball ini," imbuhnya.

    Angie Bong atlet pickleball dari Indonesia yang menempati peringkat 15 di Asia untuk kategori tunggal putri dan nomor 1 di Indonesia untuk kategori ganda campuran.

    Lihat Foto

    Baca juga: KA Mutiara Timur Fakultatif Ketapang-Surabaya Ditiadakan Sementara, Ini Alternatif Perjalanannya

    Baginya, bertanding di luar negeri bukan hanya soal mengejar medali. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari berbagai negara.

    "Tapi kan tetap kita memerlukan dana yang besar ya, saya saja untuk mengikuti turnamen sebulan bisa dua kali di luar negeri bahkan saya jarang di Indonesia," kata Angie Bong.

    Di tengah perjalanan tersebut, organisasi pickleball di Indonesia juga mulai berkembang. Ia berharap perhatian terhadap atlet dapat semakin diperkuat sehingga pemain memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.

    "Ya mungkin organisasi pickleball baru terbentuk juga ya, sudah punya ketua baru juga saya berharap lebih dari sekarang meskipun saat ini sudah aware banget dan mendukung atlet-atletnya," pungkasnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS