Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Featured Juara Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Medali Emas Moh Zaki Ubaidillah Mohammad Zaki Ubaidillah Spesial

    Dapat Bonus Emas Asian Games 2026, Zaki Ubaidillah Bangun GOR di Kampung Halaman Madura - Kompas

    6 min read



    KOMPAS.com - Pebulu tangkis muda kebanggaan Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, memiliki cara mulia dalam memanfaatkan bonus dan hadiah yang ia raih dari berbagai kejuaraan.

    Moh Zaki Ubaidillah memilih untuk membangun sebuah gelanggang olahraga (GOR) di kampung halamannya.

    Bagi Moh Zaki Ubaidillah, kucuran apresiasi yang mengalir kepadanya tidak lantas dijadikan beban atau tekanan.

    Sebagai seorang atlet bulu tangkis profesional, ia membagi hasil jerih payahnya tersebut untuk diberikan kepada kedua orang tuanya dan sebagian lagi diputar sebagai instrumen investasi.

    Kenapa Anak Muda Jadikan Game Ruang Pertemuan Sosial? - DW The Scene

    Keputusan Moh Zaki Ubaidillah untuk membangun fasilitas olahraga tersebut juga bertepatan dengan kesuksesannya meraih prestasi gemilang di kancah internasional.

    Baca juga: Bulu Tangkis Raih 6 Medali Asian Games 2026, Taufik Hidayat Bicara Soal Evaluasi

    Ia baru saja mengantarkan tim beregu putra menyabet medali emas pada ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

    “Kalau buat saya sih tidak. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga,” kata Ubed, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/10/2026).

    Guyuran Bonus dari PBSI

    Atas prestasi gemilang di pesta olahraga Asia tersebut, PP PBSI memberikan apresiasi senilai Rp 2 miliar kepada tim beregu putra, yang kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh pemain dalam skuad.

    Baca juga: KPU Solo Sebut Ijazah Gibran Sudah Diverifikasi, tapi Tidak Sampai Singapura

    Secara keseluruhan, induk organisasi tersebut telah menyiapkan dana sebesar Rp 4,5 miliar bagi para pejuang olahraga yang sukses menyumbangkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.

    Selain sektor beregu putra, kucuran bonus Rp 1 miliar juga diberikan kepada pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mendulang emas di nomor ganda putra.

    Sementara itu, medali perak yang diraih oleh Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di sektor ganda campuran membuahkan apresiasi senilai Rp 500 juta.

    Baca juga: Apresiasi Pahlawan Asian Games 2026, PBSI Bagikan Total Bonus Rp 4,5 Miliar

    Nominal Rp 500 juta juga diserahkan kepada tim beregu putri yang menyabet perunggu.

    Selebrasi Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah usai meraih medali SEA Games 2025.

    Lihat Foto

    Adapun tunggal putra Alwi Farhan serta duet Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri masing-masing berhak atas bonus sebesar Rp 250 juta.

    Ketegangan di Partai Penentu

    Perjalanan tim putra meraih emas tidaklah mudah. Pada babak final, Ubed yang turun di partai kelima sukses menjadi pahlawan penentu kemenangan Indonesia yang sebelumnya sempat tertinggal dengan kedudukan 0-2.

    Baca juga: Rapor Calvin Verdonk Usai Lille Vs Le Havre 1-0: Jadi Pengganti, Pertahankan Nirbobol

    Sebelum melakoni laga hidup mati tersebut, ia tidak menampik adanya rasa gugup.

    Oleh karena itu, ia menyempatkan diri untuk menghubungi orang tuanya dari pinggir lapangan demi meminta kelancaran.

    “Saya sempat tegang juga. Saya sempat menelepon orang tua sebelum main, di bench, untuk meminta doa,” ujar Ubed.

    “Alhamdulillah bisa bermain dengan lancar, tanpa cedera juga, dan bisa meraih kemenangan di partai penentuan,” lanjutnya.

    Penampilan Perdana yang Penuh Syukur

    Baca juga: Rayakan 6 Medali Asian Games 2026, Fokus PBSI Berlanjut ke Olimpiade 2028

    Tampil di kejuaraan sekelas Asian Games merupakan pengalaman pertama bagi sang pemain.

    Meski langsung sukses menorehkan tinta emas, ia enggan berpuas diri dan menyadari bahwa perjalanan kariernya masih amat panjang dengan banyak aspek yang perlu dievaluasi.

    “Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi. Masih banyak pertandingan yang harus diikuti dan dipelajari,” pungkasnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Kenapa Anak Muda Jadikan Game Ruang Pertemuan Sosial?

    Komentar
    Additional JS