Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured Kasus Manchester City Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial UEA

    Dampak Kasus Manchester City UEA Ancam Tarik Investasi Miliaran Pound dari Inggris - Media Indonesia

    3 min read


    Dampak Kasus Manchester City: UEA Ancam Tarik Investasi Miliaran Pound dari Inggris
    Stadion Manchester City, Etihad.(Dok. Manchester City)

    UNI Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah memberikan peringatan keras kepada Andy Burnham bahwa mereka akan menarik investasi senilai miliaran pound dari Inggris. Langkah ini merupakan bentuk balasan atas vonis bersalah yang dijatuhkan Premier League terhadap Manchester City terkait pelanggaran aturan keuangan.

    Ketegangan diplomatik ini menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Burnham dan menimbulkan pertanyaan mengenai intervensi pemerintah Inggris. Sebelumnya, Burnham, mantan Wali Kota Greater Manchester, menyatakan kekhawatiran mendalam jika UEA memutuskan untuk menjual klub tersebut setelah dinyatakan bersalah atas ketidakberesan finansial.

    Ancaman Terhadap Proyek Strategis Inggris

    Berdasarkan laporan The Telegraph, UEA mengancam akan menghentikan pendanaan untuk pusat teknologi tinggi antara Oxford dan Cambridge, yang diproyeksikan sebagai "Silicon Valley" versi Inggris. Pemerintah Inggris saat ini sedang mencari investasi swasta sebesar Rp200 triliun (£10 miliar) untuk merealisasikan proyek tersebut, di mana Abu Dhabi dianggap sebagai investor kunci.

    Selain itu, dokumen yang diperoleh melalui permintaan kebebasan informasi (FoI) menunjukkan bahwa menteri-menteri senior Partai Buruh telah aktif mendekati UEA. Lord Stockwood, mantan menteri senior, diketahui telah membahas proyek koridor Oxford-Cambridge dan Koridor Pertumbuhan Utara dalam pertemuan dengan pimpinan senior Abu Dhabi pada Februari lalu.

    Pertemuan Rahasia di Downing Street

    Terungkap bahwa Khaldoon Al Mubarak, Ketua Manchester City sekaligus CEO Mubadala (dana kekayaan kedaulatan UEA dengan aset sekitar Rp6.000 triliun), bertemu dengan Sekretaris Bisnis Jonathan Reynolds di Downing Street dua minggu sebelum pengumuman vonis Premier League. Meski Departemen Bisnis dan Perdagangan bersikeras bahwa pertemuan tersebut hanya membahas perdagangan dan pertahanan, spekulasi mengenai pengaruh kasus City terhadap hubungan bilateral terus menguat.

    Downing Street sendiri tidak membantah laporan bahwa keputusan Premier League telah "merusak selera" UEA untuk komitmen skala besar di masa depan. Pejabat UEA menyatakan bahwa tindakan liga sepak bola tersebut akan memengaruhi hubungan antarnegara.

    Dilema Andy Burnham

    Posisi Andy Burnham menjadi sangat sensitif karena hubungan eratnya dengan Manchester. Investasi besar dari Teluk telah menjadi motor penggerak kebangkitan kota tersebut melalui proyek perumahan dan bisnis. Burnham sempat menyatakan kepada BBC bahwa ia "sangat khawatir" kehilangan UEA sebagai pemilik City, namun kemudian dipaksa menarik pernyataannya setelah Downing Street menegaskan bahwa tidak ada tim yang "berada di atas aturan".

    Manchester City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 tuntutan, termasuk pengaturan "kontrak palsu" untuk menyamarkan pembayaran guna menggelembungkan hasil keuangan lebih dari Rp18 triliun (£900 juta). Saat ini, klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan tersebut sedang mempersiapkan langkah banding, sementara ancaman pengurangan poin hingga pengusiran dari liga masih membayangi. (Telegraph/H-3)

    Komentar
    Additional JS