China Tolak Permintaan Maaf Mbappe dan Real Madrid Imbas Candaan Mao Zedong - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:28 WIB
Pemerintah China menolak permintaan maaf Kylian Mbappe dan Real Madrid soal candaan Mao Zedong. (THOMAS COEX/AFP)
BOLASPORT.COM - Pemerintah China melalui lembaga penyiaran publik miliknya, China Media Group (CMG), menolak permintaan maaf dari Kylian Mbappe dan Real Madrid.
Kylian Mbappe dan Real Madrid sempat meminta maaf atas candaannya terhadap pendiri China, Mao Zedong.
Semua bermula dari sebuah siniar atau podcast yang dihadiri megabintang asal Prancis tersebut pada tahun ini.
Dalam siniar itu, Kylian Mbappe menyinggung sebuah meme di dunia maya yang pernah dia lihat dan baginya amat lucu.
Meme tersebut memuat wajah sang bomber yang ditempelkan pada sebuah gambar menyerupai Mao Zedong.
"Hal yang paling membuat saya tertawa adalah meme yang menampilkan video seseorang, sepertinya seorang diktator Tiongkok," kata Mbappe dalam siniar yang kabarnya direkam pada April 2026.
Tak ayal komentar ini membuat masyarakat China meradang karena Mao Zedong adalah pendiri Republik Rakyat China.
Hal ini membuat si megabintang Real Madrid menyampaikan permintaan maaf dengan mengakui komentarnya kurang bijaksana dan menyakiti perasaan masyarakat China.
Tak hanya Mbappe, Los Blancos juga menyampaikan permintaan maaf kepada salah satu negara adidaya itu.
Baca Juga: Bandelnya Mbappe, Lagi Cedera Lutut Malah Langgar Larangan Mourinho
Nahas permintaan maaf yang dilayangkan Mbappe dan El Real tak diterima dengan baik oleh pemerintah China.
Melalui lembaga penyiaran publik miliknya, China Media Group (CMG), pemerintah China menganggap candaan Mbappe telah melewati batas.
Meski pernyataan itu datang dari Mbappe secara personal, CMG tetap enggan menerima permintaan maaf dari Real Madrid.
Menurut CMG, Los Merengues harus bertanggung jawab atas perbuatan salah satu pemain bintangnya.
"Kami meyakini bahwa pernyataan keterlaluan Mbappé telah melukai rakyat Tiongkok," bunyi pernyataan CMG, dikutip BolaSport.com dari The Telegraph.
"(Pernyataan itu telah) melampaui batas serta melebihi lingkup kebebasan berpendapat."
"Mbappe adalah pemain Real Madrid, dan klub tersebut memikul tanggung jawab yang besar."
"Kami tidak menerima penjelasan Real Madrid bahwa Mbappe ‘tidak pernah bermaksud menyinggung dan menegaskan bahwa para pemain memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat pribadi mereka’."
"Kami juga tidak menerima sikap yang ditunjukkan oleh Real Madrid," tegas CMG.
Baca Juga: Melanggar Larangan ke Kelab Malam dan Bersepeda, Mourinho Tetap Bela Mbappe
Ditolaknya permintaan maaf ini membuat China kabarnya tak akan menyiarkan pertandingan yang melibatkan Mbappe.
Hal ini menjadi pukulan telak bagi operator Liga Spanyol, LaLiga, yang terancam kehilangan pendapatan hak siar dari China.
Dirangkum dari berbagai sumber, pemboikotan terhadap pertandingan Liga Spanyol yang melibatkan Mbappe berpotensi membuat LaLiga merugi hingga 400 juta euro (Rp8,1 triliun).
Kerugian ini bisa berdampak terhadap distribusi dana tahunan ke klub-klub peserta kasta teratas dan kasta kedua Spanyol.