Cerita Martin Takut Setengah Mati karena Gempa Lombok, Marquez Jadi Lawan Utama di MotoGP Indonesia 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:41 WIB
Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, menikmati bersepeda di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/10/2026). (INSTAGRAM.COM/88JORGEMARTIN)
BOLASPORT.COM - Pengalaman berbeda dialami para pembalap jelang seri balap di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada MotoGP Indonesia 2026.
Bencana alam gempa bumi terjadi pada tengah pekan sebelum dimulainya rangkaian balapan pada 9-11 Oktober 2026.
Gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang dengan titik kejadian di Lombok Barat pada Rabu (7/10/2026) pukul 04.15 WITA.
Kejadian tersebut mengejutkan salah satu pembalap yakni Jorge Martin. Martin membagikan cerita ketika gempat mengejutkan dirinya dan tim pada pagi buta.
Pembalap Aprilia Racing itu mengaku sangat ketakutan dalam wawancara di kanal Youtube Benzine/Cosimo Curatola.
"Kami bangun sekitar pukul 4 sekian, dan saya nggak tahu kata yang tepat, tetapi saya ketakutan setengah mati," kata Martin.
Martin mengungkapkan ketakutan dari gempa tersebut adalah menyebabkan tsunami. Pasalnya, hotel tempat menginap Martin cukup dekat dengan area pantai di Mandalika.
Baca Juga: Jalur Prestasi seperti Veda Tembus Moto3, Rival Ramadhipa Gabung Tim Favorit untuk Moto3 2027
"Saya sangat ketakutan, saya takut ada tsunami. Jadi kami berkata, jika terjadi tsunami, kami tamat," kata Martin.
"Saya ingin pergi ke pegunungan, situasinya benar-benar kacau. Ayolah, saya cek dan sepertinya tidak ada peringatan tsunami, tetapi saya ingin tetap ke sana."
"Saya sangat ketakutan, tapi untungnya tidak terjadi apa-apa, itu hanya terjadi kurang dari jarak 50 km, semuanya baik-baik saja," ucap Juara Dunia 2024 itu.
Martin tetap fokus menatap balapan yang sangat penting, dimulai dari sesi latihan bebas pertama pada Jumat (9/10/2026).
Walau masih di puncak klasemen, Martin hanya unggul dua poin atas sang juara bertahan yang sedang on-fire, Marc Marquez (Ducati Lenovo).
GP Indonesia menjadi kesempatan besar bagi Martin untuk mengamankan poin penuh karena Marquez kurang cocok dengan sirkuitnya.
Di sisi lain Martin pernah dua kali menang di Mandalika pada balapan sprint musim 2023 dan balapan grand prix pada 2024.
Martin mengakui bahwa Marquez merupakan lawan yang sulit dikalahkan dengan memiliki level balap yang sudah berbeda.
"Dia pembalap yang berbed. Rasanya berbeda karena tentu saja Marc memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak," kata Martin dalam interviu yang sama.
"Saya selalu mengatakan bahwa saya memiliki pengalaman pernah juara, tetapi dia memiliki pengalaman telah juara delapan kali. Di situlah perbedaannya."
Martin memilih fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikannya.
"Saya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan, mengendarai motor dengan baik, memiliki kerja sama yang baik dengan tim, dan tetap fokus," kata Martin.
"Jika dengan berusaha sekuat tenaga saya bisa mengalahkannya, sempurna. Jika tidak, saya sudah berusaha sekuat tenaga dan akan mencobanya lagi," pungkasnya.
Baca Juga: Pertamina Enduro VR46 Tampil dengan Livery Khusus untuk MotoGP Indonesia 2026 Lewat Simbol Garuda