Carlos Pena Kesal Lihat Kerusuhan Suporter di Laga Persita Vs Persija, Ingatkan Tragedi Kanjuruhan - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Suasana tegang di tribune penonton Banten International Stadium dalam laga Persita vs Persija pada lanjutan Super League, Sabtu (17/10/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, kesal melihat adanya kerusuhan suporter di laga melawan Persija Jakarta.
Juru taktik asal Spanyol itu mengingatkan Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Sebanyak 135 suporter Arema FC meninggal dunia akibat Tragedi Kanjuruhan.
Seharusnya para suporter Indonesia bisa belajar dari kejadian tersebut.
Jangan sampai kerusuhan antar suporter kembali datang.
Carlos Pena tidak habis pikir dengan kejadian pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026).
“Ini pukulan yang sangat berat untuk sepak bola Indonesia.”
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris - 3 Anggota Big Six Kompak Menang, Man City Lari Semakin Kencang
“Apa yang terjadi di lapangan tadi, Anda pernah merasakan hal itu di negeri ini beberapa tahun lalu.”
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di pertandingan sepak bola,” kata Carlos Pena kepada awak media termasuk BolaSport.com.
Carlos Pena menambahkan, seharusnya sepak bola bisa dinikmati bersama keluarga.
Stadion menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak kecil.
“Sepak bola adalah sesuatu yang harusnya dinikmati.”
“Sepak bola untuk keluarga yang datang bersama anak-anaknya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.”
“Sepak bola untuk bersenang-senang, dan sepak bola bukan untuk bertarung.”
“Jadi, semua berhak untuk bahagia,” kata Carlos Pena.
Ia yakin semua orang juga tidak senang dengan kejadian tersebut.
PSSI diharapkan bisa ambil sikap tegas agar suporter bisa berdamai.
“Semuanya juga tidak akan senang dengan apa yang terjadi hari ini.”
“Ini adalah sesuatu yang di mana para pengurus harus memberantas hal ini dari dunia sepak bola.”
“Karena hal ini tidak baik bagi sepak bola Indonesia,” tutup Carlos Pena.
Adapun dalam laga itu, Persita menang dengan skor 3-2 atas Persija.