Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Genap 20 Tahun Malaysia Puasa Emas, Ganda Putranya Disorot - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:17 WIB
Kegagalan Malaysia memecah kebuntun emas selama 20 tahun di Asian Games 2026 disorot legenda sendiri. (PBSI)
BOLASPORT.COM - Ganda putra Malaysia yang gagal meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 turut mendapat sorotan tajam dari legenda bulu tangkis mereka sendiri, Razif Sidek.
Keputusan membawa pasangan rombakan baru ke Asian Games 2026 tidak berakhir dengan baik bagi ambisi bulu tangkis Malaysia merengkuh medali.
Duet anyar Aaron Chia/Tee Kai Wun, yang tadinya diharapkan dapat membuat kejutan, justru tersingkir sebelum memijak semifinal.
Anak didik Herry Iman Pierngadi itu dikalahkan pasangan nomor satu, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), dengan skor 19-21, 16-21 pada babak pertama.
Padahal sebelum berangkat ke turnamen besar ini, Rexy Mainaky selaku Direktur Kepelatihan BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) sempat percaya diri dapat mengulang prestasi 20 tahun lalu.
Di Asian Games 2006, Malaysia juga mengirimkan ganda putra rombakan baru, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, dan meraih medali emas.
Itu menjadi emas terakhir bulu tangkis Malaysia dari Pesta Olahraga Asia.
Namun demikian, ekspektasi Rexy untuk mengulangi kesuksesannya di Negeri Jiran dua dekade yang lalu harus dikubur dalam-dalam.
Persaingan ganda putra era sekarang lebih sengit dan merata.
Razif Sidek menilai seharusnya yang dipilih ke ajang sepentng Asian Games adalah pasangan pakem atau paling tidak sudah teruji di beberapa turnamen berkualitas.
"Saya harap BAM bisa mengambil hasil ini sebagai pelajaran," kata Sidek dikutip Bolasport.com dari New Straits Times.
"Mengganti pasangan sebelum turnamen besar dapat merugikan kita, terutama dalam penentuan unggulan."
"Kita bisa melihat dampaknya ketika beberapa pasangan kita harus menghadapi lawan yang kuat di awal turnamen."
"Aaron-Kai Wun bermain bagus, tetapi mereka masih belum berada di level yang sama dengan beberapa pasangan top lainnya," tandasnya
Pemenang medali perunggu Olimpiade Barcelona 1992 ini juga menggarisbawahi kesiapan BAM untuk turun di Asian Games tahun ini.
Target Tim Bulu Tangkis Negeri Jiran tidak melibatkan emas. 'Hanya' satu perak, tetapi berakhir dengan perunggu melalui ganda putri, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
"Kita juga harus menerima bahwa kampanye ini tidak berjalan sesuai rencana."
"Kita memenangkan satu medali perunggu, tetapi sebelum Olimpiade (2028) kita berharap setidaknya satu medali perak dan satu medali perunggu," imbuh Sidek.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ekspektasi.
Baca Juga: Imbas Gagal Target di Asian Games 2026, Keputusan Bikin Ganda Putra Dadakan Disebut Bisa Merugikan
"Sulit untuk dijelaskan. Ketika ekspektasi terhadap mereka tinggi, terkadang mereka tidak mampu memenuhi harapan," ujarnya.
"Di sisi lain, ketika tekanannya berkurang, hal sebaliknya bisa terjadi. Namun, mereka sudah berusaha sebaik mungkin."