Bukan Bawa Kanada ke Piala Dunia, John Herdman Ngaku Bawa Indonesia Juara jadi Pengalaman Terbaik: Ada Ikatan Emosional - Viva

Jakarta, VIVA – John Herdman memiliki sejumlah pencapaian besar dalam karier kepelatihannya. Namun, setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, pelatih asal Kanada itu justru menyebut pengalaman bersama Skuad Garuda sebagai pencapaian sepak bola terbaik dalam kariernya.
Baca Juga
Pernyataan tersebut cukup menarik mengingat Herdman sebelumnya pernah membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Akan tetapi, ada alasan personal yang membuat keberhasilan bersama Indonesia terasa berbeda baginya.
Herdman mengaku telah membangun ikatan emosional yang kuat dengan para pemain Indonesia. Hubungan tersebut membuat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna lebih dari sekadar gelar juara.
Baca Juga
Indonesia memastikan diri menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Pertandingan berlangsung dramatis. Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga 120 menit sebelum pemenang ditentukan melalui adu penalti.
Baca Juga
Indonesia sempat unggul melalui Dean James sebelum Thailand menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron. Thailand kemudian berbalik memimpin melalui Peeradol Chamrasamee pada babak tambahan waktu.
Namun, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 yang membuat Indonesia kembali memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan.
Dalam adu penalti, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas. Dua eksekutor Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal mencetak gol.
Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
John Herdman Sebut Bawa Indonesia Juara jadi Pengalaman Terbaik
Setelah pertandingan, Herdman mendapat pertanyaan mengenai posisi kemenangan tersebut dalam perjalanan kariernya.
Jawabannya cukup mengejutkan. Herdman pernah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Pencapaian itu tentu menjadi salah satu momen penting dalam kariernya sebagai pelatih.
Namun, ketika membandingkan pengalaman tersebut dengan keberhasilannya bersama Indonesia, Herdman justru memilih momen di Jakarta.
"Saat ini, ini adalah pencapaian sepak bola terbaik saya," kata Herdman.
Menurutnya, ada sesuatu yang berbeda dari perjalanan bersama Indonesia. Sejak menangani Timnas Indonesia, Herdman mengaku semakin memahami betapa besar arti sepak bola bagi masyarakat Tanah Air.
Ia merasakan langsung tekanan sekaligus harapan yang diberikan masyarakat kepada tim.
Herdman bahkan bercerita mengenai pengalamannya ketika berlari di sekitar GBK. Dalam aktivitas tersebut, ia kerap mendapat pesan dari masyarakat yang meminta Indonesia meraih kemenangan.
"Coach, tiga poin. Kami harus menang. Kami harus mengalahkan Malaysia. Kami harus mengangkat trofi, Coach," ujar Herdman menirukan ucapan masyarakat.
Tekanan tersebut akhirnya terbayar lunas setelah Indonesia menjadi juara.
Ada Ikatan Emosional dengan Pemain
Menurut Herdman, faktor yang membuat gelar ini terasa spesial bukan hanya karena Indonesia berhasil mengangkat trofi. Ia merasa memiliki hubungan yang lebih dalam dengan para pemain yang dibawanya sepanjang turnamen.
Herdman menyebut ikatan persaudaraan dan hubungan emosional dalam tim sebagai salah satu fondasi keberhasilan Indonesia.
"Taktik adalah satu hal, tetapi di pertandingan final, taktik bisa keluar dari rencana. Ini tentang semangat, kemauan, dan kemampuan untuk memiliki tujuan yang lebih dalam serta hubungan emosional dengan saudara-saudara satu tim," kata Herdman.
Hal tersebut terlihat dalam perjalanan Indonesia di final. Skuad Garuda harus menghadapi berbagai situasi sulit. Setelah unggul lebih dulu, Indonesia kehilangan momentum dan kembali tertinggal pada babak tambahan waktu.
Namun, para pemain tidak menyerah. Baggott kemudian mencetak gol pada menit ke-116 untuk membuat skor kembali imbang 2-2. Mentalitas tersebut berlanjut hingga adu penalti, ketika para eksekutor Indonesia mampu menjalankan tugas dengan baik.
Herdman menilai pengalaman menghadapi situasi seperti itu akan menjadi bagian penting dari perkembangan tim.
"Pengalaman yang mereka bangun merupakan bagian dari fondasi untuk masa depan kami," ujarnya.
John Herdman Tak Ingin Berhenti di Satu Trofi
Keberhasilan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 tidak membuat Herdman merasa pekerjaannya telah selesai. Sebaliknya, ia melihat masih ada banyak hal yang harus dibangun bersama Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris itu mengaku terus memantau pemain-pemain yang berpotensi memperkuat skuad Garuda, termasuk talenta yang bermain di kompetisi domestik. Herdman bahkan memiliki gambaran mengenai pemain seperti apa yang ingin dilahirkan dari sepak bola Indonesia.
"Saya sangat berharap kami bisa menciptakan Alphonso Davies versi Indonesia, pemain berikutnya yang akan bermain di Liga Champions dari negara ini," tuturnya.
Ia juga menyebut sejumlah pemain yang saat ini menjadi bagian dari proyek Timnas Indonesia, termasuk Mees Hilgers, Emil Audero, dan Marselino Ferdinan.
Herdman menegaskan trofi pertama FIFA ASEAN Cup bukanlah akhir perjalanan. Gelar tersebut justru menjadi fondasi baru untuk membangun mentalitas dan kepercayaan diri Timnas Indonesia menghadapi tantangan berikutnya.
![]()
Jennifer Coppen Spill Video Baila No Na Peluk Ivar Jenner Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Jennifer Coppen membagikan video Baila No Na memeluk Ivar Jenner usai Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Momen ini kembali memicu sorotan soal kedekatan keduanya

VIVA.co.id
6 Oktober 2026