Berbeda dengan Argentina yang Membelakangi Spanyol, Thailand Saksikan Indonesia Angkat Trofi, Alasan Kapten Bikin Haru - Viva

VIVA – Ada satu momen menarik setelah Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ketika para pemain Garuda mengangkat trofi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), skuad Thailand tetap berada di lapangan dan menyaksikan rivalnya merayakan kemenangan.
Baca Juga
Sikap tersebut menarik perhatian karena Thailand baru saja mengalami kekalahan menyakitkan dari Indonesia pada laga final, Senin, 5 Oktober 2026.
Thailand sebenarnya sempat berada dalam posisi unggul. Pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Baca Juga
Indonesia kemudian memastikan gelar juara melalui drama adu penalti. Skuad Garuda menang 4-2 setelah seluruh eksekutor Indonesia menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara dua penendang Thailand gagal.
Dalam situasi penuh kekecewaan tersebut, para pemain Thailand tidak memilih meninggalkan lapangan atau membelakangi Indonesia ketika skuad Garuda menerima trofi dan merayakan kemenangan. Sikap itu berbeda dengan momen yang terjadi pada Timnas Argentina saat Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026, ketika sejumlah pemain Argentina terlihat membelakangi panggung perayaan. Thailand justru memilih tetap berada di lapangan dan memberikan penghormatan kepada Indonesia sebagai tim yang keluar sebagai juara.
Baca Juga
Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, menjelaskan alasan di balik sikap tersebut. Menurut dia, kekalahan dalam pertandingan tidak menghilangkan kewajiban untuk menghormati tim yang keluar sebagai pemenang.
Pemain Thailand, Chanathip Songkrasin.
Photo :
- FA Thailand
"Kita harus menghormati para pemenang. Hasil adalah hasil dan kita harus mengucapkan selamat kepada Indonesia," ujar Chanathip usai laga kepada wartawan.
Menurut Chanathip, tetap berdiri di lapangan ketika Indonesia merayakan kemenangan merupakan bagian dari sportivitas. Meski begitu, pemain senior Thailand tersebut tidak menutupi rasa kecewa karena gagal membawa negaranya menjadi juara.
"Ini perasaan yang pahit, tetapi masih membara di dalam diri saya," katanya.
Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa rivalitas Indonesia dan Thailand tidak berhenti setelah peluit panjang final dibunyikan. Justru, kedua tim akan kembali berhadapan dalam waktu yang relatif dekat.
Bertemu Lagi di Piala Asia 2027
Indonesia dan Thailand kembali berada dalam satu grup pada Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi. Kedua tim tergabung di Grup F bersama Jepang dan Qatar. Pertemuan tersebut membuat persaingan semakin menarik karena Indonesia baru saja mengalahkan Thailand dalam perebutan gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Pelatih Indonesia, John Herdman, juga menyadari bahwa pertandingan berikutnya melawan Thailand akan memiliki atmosfer berbeda.
Setelah membawa Indonesia menjadi juara, Herdman tidak ingin skuad Garuda terlalu lama menikmati euforia. Fokus mulai diarahkan ke Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari.
Indonesia juga memiliki waktu untuk melakukan pembenahan. Herdman membuka peluang memanggil sejumlah pemain baru dalam enam bulan ke depan, termasuk para pemain yang sebelumnya absen karena cedera.
Jay Idzes menjadi salah satu nama yang paling dinantikan. Bek Sassuolo tersebut tidak memperkuat Indonesia sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera.
Selain Idzes, Herdman juga memantau Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan untuk memperkuat persaingan di dalam skuad.
Sebelum tampil di Piala Asia, Indonesia dijadwalkan menjalani dua pertandingan pada November 2026. Herdman menyebut kedua laga tersebut akan menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi turnamen di Arab Saudi.
![]()
Indonesia Juara, Bung Towel Sentil yang Masih Nyinyir: Jangan Karena Tak Suka Erick Thohir jadi Tak Bangga Timnas
Bung Towel menyentil pihak yang masih nyinyir setelah Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ia meminta publik menikmati kemenangan Garuda setelah 35 tahun.

VIVA.co.id
7 Oktober 2026