Baru Kalahkan Thailand, Manajer Filipina Bongkar Rahasia Gajah Perang Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:00 WIB
Manajer Timnas Filipina sekaligus legenda The Azkals, Patrick Reichelt, mengingatkan agar Timnas Indonesia waspada menghadapi Thailand dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026. Hal ini disampaikan dalam talkshow ASEAN Legends, di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (3/10/2026). (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM )
BOLASPORT.COM - Manajer Timnas Filipina, Patrick Reichelt, memberikan sinyal bahaya kepada Timnas Indonesia menjelang laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand.
Ia membocorkan bahwa kekuatan skuad Thailand masih menyimpan banyak rahasia karena hanya menurunkan tim cadangan saat melawan The Azkals.
Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk memperebutkan gelar juara.
Laga ini dijadwalkan bakal bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026).
Menjelang laga ini, pecinta sepak bola Tanah Air menaruh harapan besar.
Baca Juga: Striker Timnas Australia Beri Selamat ke Luke Vickery atas Gol Debut di Timnas Indonesia
Pasalnya, Filipina sukses mengalahkan Thailand 2-1 dalam laga terakhir Grup B FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (2/10/2026).
Namun, kemenangan Filipina ini rupanya tak bisa dijadikan tolak ukur bahwa tim asuhan Anthony Hudson mudah ditaklukan.
Berbicara dalam sesi talkshow ASEAN Legends, mantan pemain Timnas Filipina, Patrick Reichelt, membeberkan fakta sesungguhnya di balik kekuatan sang raja sepak bola Asia Tenggara.
Mantan penyerang The Azkals tersebut mengaku sangat takjub dengan kedalaman skuad yang dimiliki oleh tim berjuluk Gajah Perang tersebut.
“Maksud saya, mereka punya 23 pemain, kedalaman skuad mereka sangat gila bukan? Misalnya saat melawan kita mereka terus menerus mengganti pemain,” ujar Patrick Reichelt, di Kawasan GBK, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Patrick Reichelt itu sempat berkelakar bahwa dirinya harus berhati-hati dalam berbicara dalam acara talkshow ini.
Pasalnya, tingginya animo suporter Timnas Indonesia menyambut partai final FIFA ASEAN Cup 2026.
“Saya harus bersikap diplomatis di sini sekarang Anda tahu? Terlalu banyak orang Indonesia,” kata Patrick.
Namun, saat ditanya mengenai siapa saja pemain Thailand yang wajib diwaspadai oleh tim asuhan John Herdman, Patrick Reichelt justru menegaskan bahwa skuad utama Thailand masih menjadi misteri besar.
Pasalnya, saat menghadapi Filipina dalam laga grup terakhir, Anthony Judson sengaja menyimpan para pemain kuncinya.
Ini karena pelatih asal Inggris tersebut dinilai memilih menyimpan tenaga karena mereka sudah memastikan tiket ke final lebih dulu.
“Mereka menghadapi kami dengan skuad cadangan. Saya tidak bisa yang mana. Anda harus menyaksikan pertandingannya,” kata Patrick.
“Jadi, maksud saya mereka punya terlalu banyak rahasia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Reichelt juga dibuat kagum dengan sistem pembinaan pemain muda di Thailand yang tak pernah kehabisan bakat-bakat baru di level internasional.
Bahkan ia mengaku sempat tidak mengenali sosok pencetak gol Thailand ke gawang Filipina, yakni Iklas Sanron.
Baca Juga: SUGBK Siap Memerah di Final Timnas Indonesia Vs Thailand, Tiket Terjual Tembus 55 Ribu Kursi
Menurutnya, ini sebagai bukti bahwa siapapun yang diturunkan oleh pelatih tetap mampu memberi ancaman mematikan.
“Sekarang beberapa pemain muda masuk, saya tidak tahu siapa yang mencetak gol pertama dari (Thailand),” jelas Patrick.
“Setiap generasi selalu ada pemain baru yang masuk dan ini gila sekali di Thailand. Kedalaman skuad yang mereka miliki, mulai dari tim junior hingga senior, luar biasa.”
Untuk itu, legenda Filipina ini mengingatkan Timnas Indonesia bahwa ancaman Thailand tidak hanya bertumpu pada pada satu atau dua nama bintang saja.
Ia meyakini duel penentu gelar juara antara Timnas Indonesia melawna Thailand akan menjadi pertarungan yang sengit dan menguras segalanya.
“Jadi, semua pemainnya berbahaya. Sangat berbahaya,” tutur Patrick Reichelt.
“Bukan, bukan (jawaban diplomatis). Itu akan menjadi pertarungan yang sengit, sangat sengit,” ujarnya.