Balsem di Area Sensitif Jadi Senjata Striker Timnas U-20 Indonesia Gacor di Kasta Kedua Liga Belanda - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Pengakuan konyol Mauresmo Hinoke perihal rahasia penampilan cemerlang di kasta kedua Liga Belanda. (INSTAGRAM.COM/MAURESMOO)
SUPERBALL.ID - Pengakuan mengejutkan mantan striker Timnas U-20 Indonesia asal Belanda, Mauresmo Hinoke, saat ditanya resep gacornya di Erste Divisie.
Mauresmo Hinoke tampil sebagai starter untuk TOP Oss melawan Helmond dalam pertandingan yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) di Frans Heesen Stadion.
Pemain berusia 21 tahun itu berhasil membawa TOP Oss unggul pada menit ke-25, tetapo Helmond dapat menyamakan skor menit ke-33 lewat Ludwig.
Hanya butuh empat menit bagi Hinoke untuk membawa timnya unggul lagi lewat golnya yang dicetak pada menit ke-37.
TOP Oss memastikan kemenangan di kandang sendiri dengan skor akhir 3-1 setelah Lannoy mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-86.
Kemenangan itu membawa TOP Oss duduk di peringkat ke-13 dengan koleksi 12 poin hasil empat kemenangan dari 10 laga.
Mauresmo Hinoke pun mencuri perhatian publik sepak bola Belanda, usai tampil menawan dengan dua golnya di laga ini.
Saat ditanya mengenai rahasia penampilan gemilangnya, jawaban tak terduga dilontarkan Hinoke yaitu berhubungan dengan balsem.
Hinoke merasa kualitas mumpuninya dalam memborong dua gol berkat balsem yang dioleskan pada area vitalnya dan menurutnya itu berpengaruh.
Baca Juga: Sindir Naturalisasi Timnas Indonesia, Eks Asisten Park Hang-seo: Korea Selatan Tak Peduli!
"Mungkin saja (pakai balsem). Pekan lalu saya oleskan di testis saya, hari ini tidak ada. Mungkin itu sebabnya saya mencetak dua gol hari ini, bukan tiga."
"Saya tidak tahu, mungkin saya harus mengoleskannya lagi ke alat kelamin saya minggu depan," kata Mauresmo Hinoke kepada ESPN Belanda.
Hinoke kali pertama membela Timnas U-20 Indonesia di Toulon Cup pada 2024, tetapi kemudian batal untuk dinaturalisasi.
Penyebab Hinoke batal diproses adalah karena ia garis keturunan Indonesia berasal dari generasi keempat (buyut), sehingga tidak memenuhi persyaratan FIFA.
Meski begitu, publik Belanda masih menganggap Hinoke sebagai bagian dari Timnas U-20 Indonesia, meski statusnya tidak cukup kuat untuk dinaturalisasi.
"Hinoke adalah pencetak gol terbanyak TOP dengan lima gol setelah sepuluh pertandingan," tulis Voetbal Primeur.
"Pemlik lima kali caps Timnas U-20 Indonesia, yang lahir di Breda, telah bermain untuk klub Brabant sejak pertengahan 2024."
Karier Hinoke di Belanda memang menarik, ia sempat aktif di VV Baronie selama bertahun-tahun sebelum pindah ke FC Dordrecht pada tahun 2020.
Baca Juga: Bak Mesin Overheat, Pemain Naturalisasi Nyerah Bela Timnas Vietnam
Bersama FC Dordrecht ia mencatatkan empat pertandingan di tim utama, tetapi tidak mencetak gol atau memberikan assist.
Hingga akhirnya ia menandatangani kontrak dengan TOP, Hinoke terikat kontrak di klub tersebut hingga akhir musim ini.
Kabar terakhir mengenai naturalisasi Hinoke, PSSI sempat diisukan mencari cara agar sang pemain dapat membela Timnas Indonesia di masa mendatang.