Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Erick Thohir Featured Kapolri Kasus Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Bahas Penindakan Ricuh Suporter, Erick Thohir Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kapolri - Kompas

    5 min read

     



    KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, untuk membahas perihal tindak kriminal yang terjadi di luar pertandingan.

    Erick mengumumkan bahwa PSSI dengan Polri telah menjalin komitmen untuk penindakan para pelaku di luar pertandingan yang akan diumumkan dalam satu hingga dua pekan ke depan.

    "Di luar lapangan tentu saya apresiasi oleh pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminalisasi dengan cepat, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap," kata Erick kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

    "Pertemuan saya dengan Bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup. Mungkin 1-2 minggu lagi kita akan umumkan bahwa komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid bagaimana menindak para kriminal itu di luar pertandingan," ungkap dia.

    Harry Kane Sabet Ballon d'Or 2026! Ungguli Mbappe hingga Yamal

    Sepak bola nasional menjadi sorotan dalam beberapa waktu belakangan akibat maraknya bentrok antarsuporter yang terjadi.

    Baca juga: Sorotan AFC ke Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Jelang Piala Asia 2027

    Beberapa contoh yang terjadi ketika pertandingan Persita Tangerang yang menjamu Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS) hingga insiden penyerangan yang menewaskan suporter Persib Bandung usai menonton pertandingan Garudayaksa FC kontra Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong, pada lanjutan Super League 2026-2027.

    Tindak Tegas

    Menyikapi kejadian tersebut, Erick mengatakan PSSI telah meminta I.League sebagai operator liga dan klub untuk menindak tegas.

    Sejumlah langkah telah diambil seperti melarang suporter klub tertentu hadir pada laga tandang hingga mendorong pengurangan poin.

    "Posisi kami PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, enggak usah diputar-putar," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

    "Ketika ada pertandingan away, tentu kalau ada hal-hal yang tidak baik, saya rasa liga dan klub sudah mengambil kebijakan. Ada beberapa klub yang tidak boleh away untuk lawan tertentu."

    Baca juga: Eks Presiden Inter Milan: Lebih Senang Singkirkan Barca daripada Juara UCL 2010

    "Tidak hanya klubnya ditindaklanjuti, suporter, bahkan juga pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau memang kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisan seperti yang kita harapkan," tegasnya.

    Keselamatan Suporter Prioritas

    Lebih lanjut, Erick mengatakan keselamatan suporter harus menjadi prioritas karena sepak bola adalah hiburan, bukan arena pertempuran.

    Karena itu, ricuh antarsuporter bukan hal yang bisa ditoleransi demi menjaga integritas kompetisi sepak bola nasional.

    Baca juga: Gibran Pimpin Rapat Tertutup di Kemenpora, Bahas Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia

    "Kalau di dalam pertandingan sendiri kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi. Ya, kita PSSI keras," ujar Erick.

    "Klub-klub sendiri menyadari bahwa ini sebuah kegiatan yang tidak baik buat bangsa kita, ketika ada suporter yang tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat," jelas dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    John Herdman Jelaskan Proses Naturalisasi Dean Zandbergen, Faktor Ini Jadi Penghambat

    Komentar
    Additional JS