Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Para Games Berita Featured Kasus Spesial

    Asian Para Games Jepang Salah Putar Lagu Kebangsaan 3 Kali, Lagu Iran untuk Atlet Taiwan - Kompas

    5 min read

     

    NAGOYA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan ajang olahraga disabilitas se-Asia, Asian Para Games, di Jepang kembali diwarnai insiden memalukan.

    Insiden itu berupa kesalahan memutar lagu kebangsaan hingga tiga kali dalam sehari, yaitu pada Senin (19/10/2026).

    Kabar mengenai insiden tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa, yang juga bertindak sebagai penjabat kepala komite penyelenggara ajang tersebut pada Rabu (21/10/2026).

    Dikutip dari Japan Times, Kamis, pesta olahraga Asian Para Games sendiri tengah berlangsung hingga Sabtu pekan ini di kota pusat Jepang tersebut, dengan melibatkan sekitar 4.000 atlet dan ofisial dalam 18 cabang olahraga.

    BEGINU : Cerita Membuat Orang Belajar Tanpa Digurui

    Kejadian ini sangat disayangkan mengingat panitia sebelumnya telah berjanji untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan agar kesalahan serupa tidak terulang, menyusul serangkaian masalah yang sempat terjadi pada ajang Asian Games yang baru saja ditutup pada awal Oktober.

    Ichiro Hirosawa menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaian berulang yang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

    "Hal-hal ini terjadi selama Asian Games, jadi tentu saja operasional telah ditinjau dan diperiksa berdasarkan pelajaran yang dipetik. Kenyataan bahwa hal itu terjadi lagi benar-benar tidak dapat diterima," kata Hirosawa dalam konferensi pers pada Rabu.

    "Ini tidak dapat diterima, atau lebih tepatnya, ini menyakitkan. Saya sangat menyesal tentang hal itu," lanjut Hirosawa, seraya menambahkan bahwa di luar insiden tersebut ia menilai turnamen sejatinya berjalan lancar.

    Baca juga: Ada Ular Sepanjang 40 Cm di Bawah Karpet Pesawat Jepang, 43 Penumpang Batal Terbang

    Kronologi salah putar lagu kebangsaan

    Berdasarkan keterangan resmi panitia penyelenggara dan pejabat Kota Nagoya, tiga insiden salah putar lagu kebangsaan tersebut terjadi pada Senin di tempat pertandingan di Prefektur Aichi, termasuk Nagoya.

    Berikut rinciannya, dilansir dari Japan Today, Kamis (22/10/2026): 

    1. Cabang Para Taekwondo Putra

    Atlet asal Taiwan berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Para Taekwondo Putra. Namun, saat upacara penyerahan medali berlangsung, panitia justru memutar lagu kebangsaan Iran secara penuh hingga selesai.

    Pejabat Nagoya mengakui bahwa panitia baru menyadari kesalahan tersebut setelah prosesi upacara penyerahan medali usai.

    Upacara penyerahan medali untuk kategori putra ini akhirnya diulang kembali pada Rabu (21/10/2026).

    2. Cabang Para Taekwondo Putri

    Pada hari yang sama, insiden serupa menimpa atlet asal Mongolia yang memenangi medali emas di nomor Para Taekwondo Putri.

    Panitia kembali memutar lagu kebangsaan Iran saat seremoni berlangsung. Petugas baru menghentikan pemutaran lagu setelah kontingen Mongolia mengajukan protes dan menunjukkan kekeliruan tersebut.

    Panitia kemudian memutar lagu kebangsaan Mongolia setelah pihak kontingen menyerahkan rekaman musik lagu kebangsaan mereka.

    Menurut komite penyelenggara, kekeliruan pada cabang para taekwondo tersebut disebabkan oleh kesalahan pengaturan pada perangkat lunak pemutar musik yang digunakan.

    3. Cabang Bola Voli Duduk (Sitting Volleyball)

    Insiden ketiga terjadi sebelum pertandingan bola voli duduk putri antara tim China melawan Iran.

    Panitia sempat mengumandangkan lagu kebangsaan Korea Selatan selama sekitar lima detik. Pemutaran lagu tersebut segera dihentikan di tengah jalan dan diganti dengan lagu kebangsaan China yang benar.

    Baca juga: Jepang Luncurkan Misi ke Bulan Mars, Incar Sampel Batuan untuk Dibawa ke Bumi

    Pengulangan masalah dari Asian Games

    Ajang Asian Games yang baru saja berakhir pada 4 Oktober lalu sebelumnya juga mendapat kritik tajam akibat berbagai kekurangan, mulai dari akomodasi atlet yang dinilai tidak memadai hingga insiden salah putar lagu kebangsaan.

    Pada 18 September lalu, panitia Asian Games sempat secara keliru memutar lagu kebangsaan Korea Utara untuk tim hoki Korea Selatan menjelang laga pertandingan hoki putra antara Korea Selatan melawan Bangladesh.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Reaksi Presiden FIFA Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup: Tuntasnya Kutukan 35 Tahun dan Rekor Juara

    Komentar
    Additional JS