Asian Games Bermasalah, Peluang Jepang Tuan Rumah Olimpiade Terancam - Beritasatu

Nagoya, Beritasatu.com – Berbagai persoalan dalam penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dinilai dapat memengaruhi peluang Jepang kembali menjadi tuan rumah Olimpiade.
Selain mengurangi kepercayaan internasional, persoalan tersebut berpotensi kembali memicu kritik di dalam negeri mengenai manfaat menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala besar.
Profesor psikologi olahraga Hirokazu Arai mengatakan dampak dari berbagai masalah dalam Asian Games kemungkinan akan dirasakan Jepang dalam beberapa waktu ke depan.
“Jika Jepang kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade, kepercayaan terhadap Jepang mungkin telah menurun dan akan lebih sulit memenangkan proses pencalonan,” ujar Arai dilansir dari Reuters.
Menurut Arai, persoalan penyelenggaraan Asian Games juga dapat memengaruhi pandangan masyarakat Jepang terhadap rencana menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.
Keraguan publik Jepang mengenai manfaat menyelenggarakan ajang olahraga besar sebelumnya telah menguat setelah Olimpiade Tokyo 2020. Ajang tersebut tertunda selama setahun akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya digelar pada 2021.
Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo juga dibayangi pembengkakan biaya dan kasus korupsi. Situasi pandemi membuat sebagian besar pertandingan berlangsung tanpa penonton sehingga pengalaman tersebut turut memengaruhi persepsi publik terhadap penyelenggaraan Olimpiade.
Jepang kemudian membatalkan rencana mengajukan Sapporo sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin karena minimnya dukungan masyarakat. Meski demikian, Presiden Komite Olimpiade Jepang (JOC) Seiko Hashimoto yang sebelumnya memimpin panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan pencalonan Sapporo masih dapat dihidupkan kembali.
Hashimoto menilai berbagai persoalan dalam Asian Games tidak mengubah keyakinannya mengenai pentingnya Jepang menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.
“Kami juga menerima kritik keras karena berbagai tantangan yang kami hadapi. Saya sepenuhnya menyadari hal tersebut,” ujar Hashimoto.
Ia mengatakan berbagai persoalan yang muncul harus dianalisis secara menyeluruh agar Jepang dapat melakukan perbaikan ketika kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.
Arai menilai persoalan Asian Games dapat kembali menghidupkan kritik publik yang sebelumnya mulai mereda setelah Olimpiade Tokyo. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pihak yang mendorong Jepang kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade.