Asian Games 2026 - Kata Pemenang Medali Emas Panjat Tebing, Teknik Bukan Segalanya saat Indonesia Meleset Lagi - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, bersiap jelang final speed putra Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, 1 Oktober 2026. (KEMENPORA.GO.ID)
BOLASPORT.COM - Medali emas cabang olahraga panjat tebing speed putra kembali meleset diraih oleh atlet Indonesia pada Asian Games 2026.
Dua atlet andalan Indonesia pada nomor speed putra yakni Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria menelan pil pahit setelah pulang tanpa medali.
Pertandingan final speed putra digelar di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Kamis (1/10/2026) malam.
Veddriq bahkan tak lolos ke babak final setelah menempati posisi ketiga dari empat peserta pada babak semifinal.
Aditya Tri Syahria menjadi satu-satunya harapan merebut medali emas mendapatkan insiden False Start pada laga final.
Aditya dinilai melakukan start lebih dulu yang menyebabkannya didiskualifikasi dan gagal menyelesaikan lomba.
Perlombaan speed putra akhirnya dimenangkan oleh atlet asal China, Chu Shouhong untuk medali emas.
Adapun juara bertahan speed putra dua kali edisi Asian Games berturut-turut yakni Reza Alipour harus puas dengan medali perak dan perunggu diraih Damir Toktarov asal Kazakhstan.
Chu memenangkan medali emas speed putra dengan catatan waktu 4,71 detik.
Atlet berusia 19 tahun itu kemudian berbicara tentang apa yang dibutuhkan untuk memenangkan perlombaan speed putra.
Baca Juga: Asian Games 2026 - Siapa Dapat Medali Emas Ke-6 Indonesia, Voli Pantai dan Padel di Ambang Sejarah
“Teknik mungkin menyumbang 60 atau 70 persen, dan fokus menyumbang 30 atau 40 persen," kata Chu, dilansir BolaSport.com dari laman World Climbing.
"Anda membutuhkan keduanya. Jadi, kedua hal itu saling melengkapi,” kata Chu Shouhong.
Chu mengakui sempat kehilangan sedikit kepercayaan diri dan bahkan sempat tidak ingin berkompetisi pada Asian Games 2026.
Pemenang medali panjat tebing speed putra Asian Games 2026, dari kiri; Reza Alipour (perak), Chu Shou Hong (emas), dan Damir Toktarov (perunggu). (WORLDCLIMBING.COM)
Dia mengungkapkan cerita setelah memenangkan medali emas pada World Climbing Series 2026 di Madrid, Spanyol pada bulan Mei.
“Saya bahkan tidak ingin datang ke Asian Games. Saya sama sekali tidak percaya diri," kata Chu.
"Titik baliknya terjadi setelah Madrid (World Climbing Series Comunidad de Madrid 2026). Medali emas hanyalah sebagian dari itu."
"Saya juga banyak berbicara dengan orang lain dan mulai memahami karakter saya sendiri,” ujarnya.
Chu menjelaskan tentang perayaannya di dinding setelah ia menyentuh bantalan untuk menandai kemenangannya.
“Saya berkata, ‘Saya dari China’ dalam bahasa Inggris," ucapnya.
“Karena saya ingin memberi tahu semua orang, memberi tahu seluruh dunia, bahwa medali emas ini milik Tiongkok,” ujar Chu.
Ya, Chu Shouhong sukses menjadi atlet China pertama yang memenangkan medali emas speed putra untuk pertama kalinya sejak panjat tebing dipertandingkan pada Asian Games 2018.
Sementara bagi Indonesia, medali emas pada nomor speed putra kembali meleset setelah kegagalan juga terjadi pada Asian Games 2018 dan 2022.
Medali perunggu menjadi pencapaian terbaik speed putra yang diraih oleh Aspar Jaelolo pada 2018 dan Veddriq Leonardo pada 2022.
Secara terpisah, Aditya mengakui dirinya sudah berusaha lebih tenang sebelum memulai laga final.
“Semua variabel dalam nomor speed itu banyak sekali. Saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, tapi hasilnya sepersekian detik saya false start,” kata Aditya.
“Ini pelajaran berharga bagi saya untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri,” kata atlet asal Purbalingga, Jawa Tengah itu.
Meski begitu, Aditya menegaskan kegagalan ini tidak memadamkan motivasinya dan akan berburu tiket lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.
“Tentu ini bakal jadi lecutan buat saya ke depan, untuk tahun depan. Setelah Asian Games ini beres, fokus baru kita adalah Olimpiade,” pungkas Aditya, dalam laman resmi Kemenpora.