Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Juara Medali Emas Panjat Tebing Rekor Spesial

    Asian Games 2026 - Haru Desak Made Pecah saat 1 Rekor Tamat dan Indonesia Dapat Emas ke-4 - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Ragam
  • Rabu, 30 September 2026 | 23:17 WIB

    Selebrasi Desak Made Rita Kusuma Dewi usai meraih medali emas panjat tebing Asian Games 2026 Aichi-NagoyaSelebrasi Desak Made Rita Kusuma Dewi usai meraih medali emas panjat tebing Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (NOC INDONESIA)

    BOLASPORT.COM - Atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi mengungkapkan perjuangannya dalam meraih medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

    Turun di nomor speed putri, atlet asal Bali tersebut menjadi yang tercepat usai mencatatkan waktu 6,062 detik di Nagoya International Exhibition Hall, Nagoya, Jepang.

    Catatan tersebut sekaligus memecahkam rekor Asian Games atas namanya sendiri dari sebelumnya, 6,07 detik.

    Tak hanya itu, medali emas ini sekaligus menjadi yang kedua buat Desak Made di ajang olahraga terbesar di Benua Asia tersebut.

    Sebelumnya, ia juga menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.

    Perjuangan Desak menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah.

    Perlombaan sempat mengalami kendala sistem timing yang membuat pertandingan beberapa kali tertunda.

    Dalam kondisi tubuh dan pikiran yang sudah siap bertanding, ia harus menunggu hingga beberapa waktu lebih lama.

    “Lebih ke ikhlas saja sih tadi," kata Desak, melalui siaran NOC Indonesia yang diterima BolaSport.com.

    Baca Juga: Panjat Tebing Asian Games 2026 - Unggul 0,002 Detik atas Pesaing Terberat, Desak Made Raih Emas dengan Ukir Rekor Baru

    "Dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain, bagus-bagus, selisihnya kecil."

    "Jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” imbuhnya.

    Kendala teknis mengenai sistem timing ini membuat fokus Desak sedikit terganggu mengingat dia sudah siap menjalani persaingan perebutan medali.

    “Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap," kata Desak.

    "Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi, saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran," imbuhnya.

    Selain kendala teknis, Desak juga harus beradaptasi dengan format four-lane yang berbeda dari two-lane, situasi false start pun membuat perlombaan harus diulang.

    “Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” kata Desak.

    Menariknya, Desak mengaku sempat blank setelah melakukan panjatan karena belum mengetahui apakah dirinya menjadi pemenang.

    “Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas,” ucap Desak.

    Begitu mengetahui dirinya kembali meraih emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, Desak tak kuasa menahan haru.

    “Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” kata Desak.

    Dia mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk dirinya sendiri, kedua orang tua, rekan-rekan pelatnas, seluruh tim, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.

    “Untuk masyarakat Indonesia, terima kasih banyak atas doanya. Medali ini untuk kita semua,” ucap Desak.

    Emas kedua di Asian Games sekaligus rekor baru tersebut menjadi motivasi bagi Desak untuk terus meningkatkan performa. Ia berharap catatan waktunya bisa kembali dipangkas dan menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

    “Sekarang 6,62 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tutup Desak.

    Baca Juga: Update Klasemen Medali Asian Games 2026 - Panjat Tebing Sumbang Emas, Indonesia Dekati Malaysia

    Komentar
    Additional JS