Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Tan Cheng Hoe Timnas Malaysia

    Alih-alih Pertahankan Tan Cheng Hoe, Malaysia Diminta Tunjuk Pelatih Asing demi Jadi Raja ASEAN - Semua Halaman - Superball

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:42 WIB

    Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, sedang menyanyikan lagu kebangsaan jelang bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, sedang menyanyikan lagu kebangsaan jelang bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Timnas Malaysia diminta untuk menunjuk pelatih asing alih-alih arsitek lokal jika ingin bersaing di level yang lebih tinggi dari Asia Tenggara.

    Timnas Malaysia menutup perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai tim peringkat ketiga dengan rekor tidak terkalahkan.

    Malaysia mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat pertandingan mereka di turnamen tersebut.

    Hebatnya, skuad besutan Tan Cheng Hoe itu menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah kebobolan sepanjang turnamen.

    Baca Juga: Malaysia Sirik Dengar Timnas Indonesia Mau Rekrut 2 Pemain Naturalisasi Baru

    Keberhasilan tersebut membuat Cheng Hoe dipandang sebagai tokoh penting dan aset berharga bagi skuad Harimau Malaya.

    Pakar sepak bola Malaysia, Zulakbal Abd Karim, menilai prestasi Cheng Hoe membuktikan bahwa sentuhan pelatih lokal masih relevan.

    Zulakbal mengakui bahwa Cheng Hoe memiliki kualitas dan kredibilitas sebagai pelatih Harimau Malaya.

    Namun, ia menilai Timnas Malaysia membutuhkan sosok yang lebih dari Cheng Hoe untuk maju ke level yang lebih tinggi.

    Ia menilai sentuhan pelatih kelas A dibutuhkan untuk memastikan potensi besar skuad Malaysia bisa berbuah kesuksesan.

    "Cheng Hoe memimpin tim dengan rekor tak terkalahkan, tetapi kami belum memenangkan kejuaraan apa pun," kata Zulakbal.

    "Dia tentu memiliki berbagai nilai tambah, pengalaman luas, mengenal karakter para pemain dengan baik, dan memiliki pemahaman mendalam tentang budaya sepak bola lokal."

    "Meskipun persiapan yang dilakukan menggabungkan pemain naturalisasi, pemain keturunan, dan pemain lokal terbaik, kami masih belum dinobatkan sebagai Raja ASEAN."

    "Investasi dan berbagai upaya telah dicurahkan untuk menyatukan pemain-pemain terbaik, tetapi kejuaraan ini masih belum menjadi milik kami."

    "Jika muncul pertanyaan apakah ia harus dipertahankan sebagai pelatih kepala untuk menjadikan Malaysia sebagai 'Raja ASEAN', jawabannya adalah tidak."

    "Kita membutuhkan pelatih yang terbukti memiliki rekam jejak yang hebat untuk memimpin para pemain yang ada agar menjadi raja sejati."

    Baca Juga: Pakar Malaysia Sebut Hasil Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia Bukan Prestasi

    "Kami membutuhkan elemen-elemen luar biasa untuk membawa kombinasi pemain ini lebih jauh dari level mereka saat ini."

    "Kami menginginkan seorang manajer yang terbukti mampu membawa tim ke level tertinggi dan mencapai potensi maksimalnya yang tak terbatas," tambahnya.

    Namun, Zulakbal menekankan bahwa keahlian dan pengalaman Cheng Hoe harus terus dimanfaatkan dalam struktur kepelatihan tim nasional.

    "Saya rasa sangat tepat untuk setidaknya mempertahankan Cheng Hoe sebagai asisten pelatih mengingat kualitas yang dimilikinya dan apa yang telah ia tunjukkan sejauh ini."

    "Meskipun bertugas dalam kapasitas yang berbeda sebagai asisten, setidaknya Cheng Hoe akan tetap berada dalam sistem untuk mendukung pelatih kepala yang baru," katanya.

    Senada dengan Zulakbal, Pekan Ramli juga menilai Cheng Hoe bukan sosok yang tepat untuk membawa Malaysia ke level yang lebih tinggi.

    Pekan mengakui bahwa pelatih lokal memiliki keunggulan dalam hal memahami budaya dan psikologis pemain.

    Namun, ia meyakini hal itu bukanlah halangan untuk mempertimbangkan pelatih asing jika tujuannya adalah membawa Malaysia ke level yang lebih tinggi.

    "Pelatih lokal memang memiliki keuntungan karena lebih memahami budaya lokal dan psikologis pemain. Tapi saya tidak melihat itu sebagai hambatan besar."

    "Pelatih asing biasanya diberi otonomi penuh, anggaran yang lebih besar, dan membawa pengetahuan ilmu olahraga, gaya bermain yang lebih fisik dan agresif."

    "Jika kita ingin bersaing dan sekadar menang di tingkat Asia Tenggara, pelatih lokal mungkin sudah cukup," kata Pekan, dikutip SuperBall.id dari Arena Metro.

    Komentar
    Additional JS