Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Shin Tae-yong Spesial Timnas Indonesia

    Alasan Shin Tae-yong Sulit Nilai 5 Pemain Persija di Timnas Usai Juara ASEAN Cup 2026 - janalokajournal

    5 min read

     


    Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong

    Pelatih Persija Jakarta memberikan tanggapan resmi mengenai performa anak asuhnya yang baru saja kembali dari tugas negara. Keberhasilan tim nasional mengamankan gelar juara di ajang regional tidak serta-merta membuat jajaran pelatih klub dapat memberikan evaluasi teknis secara menyeluruh.

    Minimnya kesempatan tampil di lapangan hijau menjadi faktor utama yang menyulitkan proses analisis performa para penggawa Macan Kemayoran. Pihak klub menegaskan bahwa penilaian obyektif hanya dapat dilakukan apabila seorang atlet mendapatkan waktu bermain yang memadai dalam sebuah kompetisi resmi.

    Penilaian Shin Tae-yong Terkendala Ini

    Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan penilaian kepada lima pemainnya yang baru saja menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia. Evaluasi tersebut ditujukan kepada jajaran pilar klub yang masuk dalam skuad Garuda.

    Lima pemain Persija yang membawa Timnas Indonesia menjadi kampiun itu ialah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata. Sebenarnya, lima pemain Persija tidak banyak mendapatkan menit bermain bersama Timnas Indonesia sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.

    “Kalau ada pemain yang bermain, baru bisa saya menilainya. Hampir tidak ada yang bisa bermain,” ujar Shin Tae-yong sebelum memimpin latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, pada Rabu (7/10/2026).

    Pernyataan juru taktik asal Korea Selatan tersebut menegaskan komitmennya dalam memberikan penilaian berbasis data pertandingan riil. Tanpa durasi tampil yang cukup di atas lapangan, evaluasi terhadap kualitas maupun perkembangan teknis para pemain tidak dapat diformulasikan secara akurat.

    Kondisi ini membuat tim pelatih klub memilih untuk bersikap objektif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Fokus utama tim pelatih saat ini adalah mengembalikan kebugaran fisik para pemain usai membela negara.

    Rincian Menit Bermain Pilar Persija

    Ridho menjadi pemain Timnas Indonesia dengan kesempatan turun paling banyak di Timnas Indonesia selama turnamen baru bentukan FIFA tersebut. Bek berusia 24 tahun itu selalu tampil dalam empat pertandingan Timnas Indonesia, namun hanya sekali sebagai starter.

    Ridho mengoleksi 139 menit dan turut mencetak satu gol dalam turnamen tersebut. Sementara, Hannan dua kali menjadi pemain pengganti dengan 26 menit di lapangan dan Shayne berlaga sekali selama 19 menit.

    Sedangkan Jordi dan Nadeo, akibat persaingan yang ketat, harus puas menjadi penghangat bangku cadangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Kurangnya kesempatan merumput secara reguler membuat ritme pertandingan mereka belum mencapai level optimal.

    “Hannan itu bermain hanya sebentar, bagaimana bisa bilang begitu? Baru mau mencapai kondisi napas yang maksimal, pertandingan sudah berakhir,” jelasnya.

    Penjelasan mendalam dari pelatih kepala tersebut menggambarkan betapa krusialnya durasi tampil bagi seorang atlet profesional. Kesempatan yang hanya berdurasi belasan menit dinilai belum cukup untuk menguji ketahanan fisik serta pemahaman taktik pemain di lapangan.

    Pihak klub menyadari bahwa ketatnya persaingan di level tim nasional membuat rotasi pemain menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, kurangnya menit bermain dipandang sebagai hal wajar dalam dinamika turnamen singkat.

    Tantangan Adaptasi Pemain Pengganti

    Shin Tae-yong menyoroti tantangan yang dihadapi pemain ketika hanya mendapatkan kesempatan bermain dalam waktu singkat, terutama karena membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan intensitas pertandingan setelah masuk dari bangku cadangan. Proses penyesuaian fisik secara mendadak sering kali menjadi hambatan utama di atas lapangan.

    Kondisi tersebut membuat kontribusi pemain sulit dinilai secara maksimal karena baru mulai menemukan ritme permainan ketika laga sudah mendekati akhir. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih dalam mengukur kesiapan tanding para atletnya.

    “Itu bagian yang paling sulit. Di antara pemain kami, tentu para wartawan menonton pertandingannya,” tutur Shin Tae-yong.

    Kutipan langsung dari juru taktik tersebut mengarahkan perhatian publik pada aspek teknis yang sering kali terlewatkan oleh pengamat awam. Penilaian atas performa seorang pemain tidak dapat disederhanakan hanya dari status keberadaannya di dalam daftar susunan pemain.

    Sebab, intensitas pertandingan internasional menuntut aklimatisasi fisik yang tidak bisa didapatkan secara instan dalam kurun waktu beberapa menit. Hal ini menjadi alasan utama mengapa evaluasi teknis belum bisa diberikan secara komprehensif.

    Kondisi Fisik Ideal di Lapangan

    Kekurangan durasi bermain berimbas langsung pada proses pencapaian kondisi fisik puncak seorang atlet saat laga berlangsung. Seorang pemain membutuhkan waktu beberapa menit di atas lapangan hijau untuk melonggarkan otot dan membuka kapasitas pernapasan secara maksimal.

    Ketika kesempatan tampil diberikan terlalu singkat, pemain sering kali harus mengakhiri laga tepat saat fisiknya baru mulai beradaptasi. Situasi ini membuat potensi terbaik dari sang pemain tidak sempat terekspos secara utuh dalam pertandingan tersebut.

    “Tetapi sebenarnya ketika seorang pemain masuk sekitar 10 menit terakhir, justru pada saat itulah tubuh mulai mencapai kondisi maksimal dan napas mulai terbuka, tetapi pertandingan sudah berakhir. Itulah bagian yang paling sulit,” imbuhnya.

    Pernyataan penutup tersebut memberikan gambaran utuh mengenai kendala biologis dan fisiologis yang dihadapi para pilar klub. Kurangnya waktu untuk mencapai performa puncak menjadi alasan utama di balik tertundanya evaluasi teknis dari tim pelatih.

    Kini, seluruh pilar Macan Kemayoran telah kembali fokus mengikuti agenda latihan rutin bersama klub di Depok. Tim pelatih bertekad membantu para pemain mengembalikan kebugaran tanding guna menghadapi lanjutan kompetisi domestik.

    Komentar
    Additional JS