Alasan John Herdman Berkarier Jadi Pelatih, Legenda Newcastle Jadi Kiblat - Kompas
KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkap alasan utamanya di balik keputusan berkarier sebagai pelatih sepak bola.
Dalam wawancara secara eksklusif Bersama Kompas.com pada Jumat (16/10/2026) pagi WIB, John Herdman juga menyebut dua sosok inspirasinya selama ini.
Berbeda dari pelatih pada umumnya yang berprofesi sebagai pesepakbola profesional sebelum memulai karier kepelatihan, John Herdman memulai dari cara yang berbeda.
John Herdman tercatat hanya bermain di klub Selandia Baru, Hibiscus Coast yang periode dan statistiknya tidak terlalu jelas.
Klub Eropa Beri Selamat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Ada Juventus dan Man United
Baca juga: Kata John Herdman Soal Suksesi dan Pencarian Bakat bagi Timnas indonesia
Kariernya berlanjut sebagai pelatih pada 2006 saat dipercaya menukangi Timnas U20 Wanita Selandia Baru.
Namun, jauh dari masa tersebut, Herdman mengaku sudah akrab dengan dunia kepelatihan sejak usianya masih belia.
John Herdman: Kepelatihan Ada di Darah Saya
John Herdman mengatakan jika ketertarikannya sebagai pelatih sudah muncul sejak usianya masih belia.
Ia menceritakan awal mula terjun ke dunia kepelatihan dari cara yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
"Menjadi pelatih sudah ada sudah ada di dalam darah saya. Ketika berusia 15 tahun, saya memulai kepelatihan pertama saya saat mengikuti program Duke of Edinburgh Award."
Baca juga: Kevin Diks: Semua Berada di Satu Jalur Bersama John Herdman
"Itu adalah penghargaan khusus untuk remaja, di mana Anda harus melakukan pekerjaan sukarela, dan saya memilih untuk melatih anak-anak laki-laki berusia 12 tahun, dan saya sangat menyukainya," kata John Herdman.
Lewat cara tersebut, ia sempat menjadi seorang guru. Baginya, merupakan kesenangan jika melihat orang-orang menjadi lebih baik di bidang yang ditekuni.
"Dari sana, saya menjadi seorang guru...Saya hanya suka melihat orang-orang menjadi lebih baik dalam apa yang mereka lakukan," tambahnya.
Baca juga: John Herdman Ditantang Bangun Timnas Indonesia Lebih Kuat
Dengan momen tersebut, Herdman pada akhirnya ingin menyelami lebih dalam bidang kepelatihan sepak bola.

Lihat Foto
Sudut Pandang Herdman Soal Kepelatihan
Lebih dari sepak bola, ada sudut pandang lain yang dimiliki Herdman sebagai seorang pelatih.
Baginya, membantu orang lain menjadi lebih baik lebih menariknya daripada merasakan sepak bola dengan keriuhan.
Jadi ini bukan se"mata-mata karena saya seorang pemain sepak bola, dan sepak bola adalah candu serta riuhan penonton; bagi saya, ini adalah hasrat untuk membantu orang lain menjadi lebih baik dalam apa yang mereka lakukan," kata eks pelatih Kanada tersebut.
Baca juga: Sembilan Bulan John Herdman, Sempat Panen Tekanan tapi Dimaafkan Lewat Trofi
Herdman bisa membedah kemampuan individu seseorang karena baginya, sebagai pelatih seharusnya menganalisis performa sebagai manusia, bukan hanya teknis.
"Membuka potensi mereka, itulah jalur yang saya jalani, dan semakin lama saya berada di jalur ini, ini bukan lagi sekadar tentang melatih, melainkan lebih ke performa manusia (human performance)."
"Serta memahami bahwa manusia memiliki potensi yang jauh lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan, dan itulah bagian yang saya nikmati, mengeluarkan potensi ekstra tersebut dari dalam diri seseorang," tambahnya.
Baca juga: Calvin Verdonk Ungkap Pesan John Herdman Sebelum Adu Penalti Hadapi Thailand

Lihat Foto
Duo Newcastle Jadi Inspirator
Seperti pegiat sepak bola pada umumnya, John Herdman juga memiliki terinspirasi dari orang yang mengubah cara pandangnya sebagai pelatih.
Herdman menyebut dua sosok legendaris Newcastle United menjadi inspirator dalam hidupnya.
"Pahlawan sepak bola saya adalah Paul Gascoigne dari Newcastle, dan dia menunjukkan kepada banyak orang dari Newcastle pada generasi itu bahwa segala sesuatunya mungkin."
"Anda bisa menjadi yang nomor satu di dunia, seperti yang pernah dia capai untuk kurun waktu tertentu. Dan dia tidak peduli," tambahnya.
Baca juga: Pengamat Ingatkan Tantangan Berat John Herdman Usai Bawa Indonesia Juara
Bagi Herdman, Gascoigne memiliki sikap dan cara pandang yang tak mengenal kompromi. Legenda Newcastle itu benar-benar ingin menikmati hidup sesuai keinginannya.
"Dia melakukannya dengan caranya sendiri. Dia memiliki gayanya sendiri, kepribadiannya sendiri, dan dia menyenangkan. Dia menikmati hidup sepenuhnya," jelasnya.
Selain Gascoigne, mantan pelatih Newcastle United Bobby Robson, yang juga sesama Geordie (orang Newcastle) menjadi inspirasi keduanya.
Baca juga: Pengamat: Target John Herdman Sesungguhnya Bawa Indonesia ke 8 Besar Piala Asia
Herdman merasa jika mendiang Robson memiliki karkter yang sangat humanis sebagai pelatih, namun akurat dalam membaca potensi seseorang.
"Sosok yang sangat bersemangat, mengutamakan hubungan antarmanusia, rendah hati, tetapi dia benar-benar paham cara mengeluarkan potensi terbaik dari orang lain."
"Jadi mereka adalah orang-orang yang selalu saya jadikan sosok panutan," tuturnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
