Akui Saja Mereka Lebih Ngeri Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal Tim Pertama Lolos dengan Rekor Sempurna - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Tanpa Cristiano Ronaldo, Timnas Portugal meraih rekor sempurna sebagai kontestan pertama yang dipastikan lolos ke perempat final UEFA Nations League 2026-2027.
Kepastian tersebut diperoleh Selecao das Quinas dengan menggasak Norwegia-nya Erling Haaland di Stadion Do Dragao, Porto, Minggu (4/10/2026).
Menjalani partai keempat di Grup 4 Liga A UEFA Nations League (UNL), Timnas Portugal menjaringkan dua gol berbalas satu butir.
Torehan Joao Cancelo dan Goncalo Ramos berhasil menebus lunas gol pertama yang dicetak Kristoffer Ajer untuk tim tamu.
Hasil ini mempertahankan rapor sempurna Portugal di kasta teratas UEFA Nations League 2026-2027.
Tim asuhan Jorge Jesus selalu menang dalam empat partai. Sebelum ini, mereka menggasak Wales 1-0, Norwegia 2-1 (tandang) dan Denmark 4-2.
Sang juara bertahan UNL mengemas 12 poin. Mereka resmi menjadi tim pertama yang meraih tiket ke perempat final.
Dalam dua partai sisa, koleksi angka Portugal tak mungkin lagi disusul tim peringkat ketiga, Norwegia (3 poin).
Hal menarik, bisa dibilang Cristiano Ronaldo nyaris tak memiliki andil dalam pencapaian tersebut.
Megabintang veteran itu hanya bermain 67 menit saat melawan Wales dan dicadangkan sepanjang pertandingan tandang di Norwegia.
Selanjutnya, Ronaldo bikin sensasi dengan meninggalkan kamp latihan tim nasional di Denmark akibat berselisih dengan pelatih.
Minus sang raja gol dan pemegang rekor penampilan terbanyak mereka, Portugal tidak kekurangan kekuatan. Os Navigadores malah trengginas menggasak Denmark dan Norwegia.
Junior CR7 macam Bruno Fernandes, Joao Felix, Goncalo Ramos atau Vitinha berperan mengambil alih panggung sebagai pilar.
Keberhasilan lolos meyakinkan tanpa Ronaldo ibarat secuil justifikasi dari asumsi besar bahwa Timnas Portugal justru tampil lebih baik ketika dirinya absen.
Reaksi Cristiano Ronaldo setelah gagal memanfaatkan peluang bikin gol dalam laga Timnas Portugal melawan Wales pada ajang UEFA Nations League di Lisabon (24/9/2026). (PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)
No Ronaldo = Party?
Jika ditarik mundur jauh hingga momen final Euro 2016 melawan Prancis, harus diakui statistik Portugal memang lebih oke tanpa kehadiran sang superstar di lapangan.
Di Saint-Denis sedekade silam, CR7 ditarik keluar karena cedera pada menit ke-25. Portugal memastikan trofi pertamanya di babak tambahan waktu melalui gol tunggal Eder.
Selepas laga itu, tim beralias Os Navigadores menjalani 128 pertandingan di berbagai kompetisi.
Hasilnya, ternyata rasio kemenangan maupun ketajaman Portugal lebih baik tanpa Ronaldo dibandingkan ketika dia bermain.
Total, mereka memainkan 98 partai dengan Ronaldo dan 30 kali tanpa dirinya.
Bersama sang legenda Real Madrid, Selecao das Quinas meraih 62 kemenangan (rasio 63,3%) dan mencetak 210 gol (2,14 per partai).
Adapun ketika dia absen, Portugal meraup 20 kemenangan (66,7%) serta menjaringkan 34 gol (2,70 per partai). Tanpa dia, tim bisa dibilang lebih sering berpesta.
Baca Juga: 6 Aksi Tantrum Cristiano Ronaldo dari Manchester ke Copenhagen, Biasanya Jadi Tanda Perpisahan
Ketidakhadiran si pemilik lima trofi Ballon d'Or diyakini membuat mekanisme permainan tim lebih kolektif. Lawan tidak hanya terpusat lagi menjaga satu individu.
Sistem racikan pelatih yang meminta semua pemain melakukan pressing dan para penyerang ikut membantu bertahan juga tak bisa dijalankan secara utuh oleh Ronaldo lantaran usianya tidak ideal lagi.
"Bolehkah saya jujur? Jika Ronaldo benar-benar pemain yang mengutamakan tim, dia akan mundur dan memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk bersinar," ucap mantan bintang Ghana, Kevin-Prince Boateng.
"Portugal adalah tim yang lebih baik tanpa dia. Ada banyak tekanan saat dia berada di lini tengah karena semua orang ingin mengoper bola kepadanya."
Comeback ke Timnas
"Jika Portugal ingin melaju, menurut saya Ronaldo harus melepaskan sorotan."
"Biarkan yang lain bermain dan biarkan dia masuk 15 atau 20 menit terakhir untuk membantu tim meraih hasil yang bagus," ucap eks pemain AC Milan dan Barcelona tersebut, dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo.
Lebih lanjut, pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, menyatakan pintu tidak tertutup sepenuhnya jika Ronaldo mau kembali.
Namun, ia tetap menegaskan prinsip untuk tidak menganakemaskan pemain dalam menyusun tim. Masih tak ada garansi CR7 bakal terus bermain.
Baca Juga: Naik Pangkat Jadi Kapten usai Ditinggal Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes: Tak Ada Perpecahan
"Bagi saya, Cris akan memenuhi syarat untuk dipanggil saat skuad diumumkan berikutnya, asalkan dia masih aktif bermain," kata si bos.
"Jika dia mau, dia akan kembali ke tim nasional. Kami tidak bisa mengakhiri persahabatan yang sudah terjalin hanya karena situasi yang bahkan saya sendiri tidak mengerti."
"Yang terpenting adalah Portugal berhasil mengalahkan salah satu tim terbaik di Eropa (Norwegia). Kita lihat saja nanti."
"Pelatih akan membuat keputusan berdasarkan penampilan para pemain muda di klub masing-masing."
"Dia seharusnya bermain di sini, hari ini, tetapi mengingat segala yang terjadi, situasinya berubah."
"Saya adalah pelatih kepala, saya memilih siapa pun yang saya inginkan, dan saya tidak bertanya kepada siapa pun tentang pemain yang harus saya pilih atau siapa yang harus bermain," tegas Jesus.