Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Featured Juara Medali Emas Spesial

    Update Asian Games 2026: Indonesia Raih Emas Perdana, Naik ke Peringkat 16 Klasemen Medali - Aktualita

    7 min read

     

    NAGOYA, Aktualita.co — Kontingen Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Emas tersebut dipersembahkan tim bulu tangkis beregu putra setelah menaklukkan China 3-2 dalam final dramatis di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis (24/9/2026).

    Tambahan emas membuat posisi Indonesia membaik dalam klasemen sementara. Berdasarkan pembaruan Kamis malam, Indonesia berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 1 emas, 4 perak, dan 15 perunggu, atau total 20 medali.

    Informasi aktual

    Aktualita Hari Ini

    Posisi tersebut masih dapat berubah karena sejumlah cabang olahraga masih menjalani pertandingan dan perebutan medali.

    Asian Games ke-20 berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sejumlah cabang telah memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan, sementara perebutan medali akan terus berlangsung hingga awal Oktober.

    Bulu Tangkis Pecahkan Kebuntuan Emas Indonesia

    Medali emas pertama Indonesia hadir melalui pertandingan final beregu putra yang berlangsung ketat.

    China lebih dahulu unggul 1-0 setelah Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dengan skor 13-21, 18-21.

    Indonesia kemudian tertinggal 0-2 setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Wei Keng/Wang Chang melalui pertandingan tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.

    Dalam kondisi tertinggal, Alwi Farhan mampu menjaga harapan Indonesia. Menghadapi Li Shi Feng pada partai ketiga, Alwi menang melalui tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, 21-16.

    Kemenangan tersebut memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

    Momentum kebangkitan berlanjut ketika Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Pasangan Indonesia menang dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10 dan membuat kedudukan menjadi imbang 2-2.

    Daniel mengatakan komunikasi dan ketenangan menjadi faktor penting ketika mereka turun dalam situasi Indonesia sedang tertinggal.

    “Kami tidak mau kalah dan kuncinya perbanyak komunikasi, main lebih tenang lagi supaya bisa menyamakan kedudukan.”

    Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui partai kelima.

    Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah menghadapi Weng Hong Yang. Zaki tampil solid dan memenangi pertandingan dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-13.

    Kemenangan tersebut memastikan Indonesia membalikkan keadaan menjadi 3-2 sekaligus merebut medali emas beregu putra Asian Games 2026.

    Hasil ini menjadi momen penting bagi kontingen Merah Putih yang sebelumnya telah mengoleksi sejumlah medali perak dan perunggu, tetapi belum memperoleh emas.

    Menembak dan Rowing Tambah Tiga Perak

    Sebelum emas dari bulu tangkis diperoleh, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali dari cabang menembak dan rowing.

    Tim menembak Indonesia yang diperkuat Muhamad Iqbal Raia Prabowo, Sulthanul Aulia Maruf, dan Wira Sukmana meraih medali perak nomor 10 meter air pistol beregu putra.

    Indonesia mengumpulkan total 1.743 poin, sama dengan China. Namun, China unggul dalam jumlah inner-10 dengan 70 berbanding 57 sehingga Indonesia harus menempati posisi kedua.

    Tambahan dua medali perak lainnya datang dari cabang rowing di Nagaragawa International Regatta Course, Gifu.

    Rafiq Wijdan Yasir dan Ali Mardiansyah finis kedua pada nomor lightweight men's double sculls dengan catatan waktu 6 menit 23,41 detik.

    Mereka berada di belakang pasangan Uzbekistan, Shakhzod Nurmatov dan Sobirjon Safaroliev, yang membukukan waktu 6 menit 19,94 detik.

    Perak berikutnya diraih Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan Memo pada nomor men's quadruple sculls.

    Indonesia menyelesaikan perlombaan dengan waktu 5 menit 47,90 detik, terpaut 1,87 detik dari China yang merebut emas dengan catatan 5 menit 46,03 detik.

    Dengan hasil tersebut, rowing Indonesia menutup penampilannya di Asian Games 2026 dengan dua medali perak.

    Perunggu dari Kano, Sepeda Gunung, dan Sepak Takraw

    Tambahan medali Indonesia pada Kamis juga datang dari sejumlah cabang lainnya.

    Herlin Aprilin Lali menyumbangkan medali perunggu dari nomor kano putri 200 meter.

    Sementara itu, Sayu Bella Sukma Dewi meraih perunggu pada nomor cross-country sepeda gunung putri.

    Sukma menyelesaikan perlombaan dengan waktu sekitar 1 jam 28 menit. Ia berada di belakang dua pembalap China, Wu Zhifan dan Liang Zhenglan.

    Cabang sepak takraw beregu putra juga menyumbangkan medali perunggu setelah langkah Indonesia menuju final dihentikan Malaysia.

    Pertandingan berlangsung ketat dan harus ditentukan hingga regu ketiga sebelum Indonesia akhirnya kalah dengan skor 1-2.

    Pelatih tim sepak takraw putra Indonesia, Andi Nuralim Kaba, menilai pertandingan berlangsung relatif seimbang.

    “Sebenarnya kalau dilihat ya imbang. Cuma kalah peruntungan.”

    Meski gagal melaju ke final, tambahan perunggu dari sepak takraw tetap memperkuat perolehan medali Indonesia.

    Indonesia Naik ke Peringkat 16

    Hasil sepanjang Kamis membawa perubahan cukup signifikan terhadap posisi Indonesia dalam klasemen sementara Asian Games 2026.

    Sebelum memperoleh emas dari bulu tangkis, Indonesia sempat berada di peringkat ke-23 dengan koleksi empat perak dan 15 perunggu.

    Medali emas beregu putra kemudian mengangkat posisi Indonesia ke peringkat ke-16 dengan total 20 medali, terdiri atas satu emas, empat perak, dan 15 perunggu.

    China masih berada di puncak klasemen sementara dengan perolehan medali yang jauh meninggalkan negara lainnya.

    Jepang dan Korea Selatan juga masih berada di kelompok teratas klasemen medali.

    Perjalanan Indonesia di Asian Games 2026 masih berlanjut. Sejumlah cabang dan nomor pertandingan belum selesai sehingga peluang menambah medali emas, perak, maupun perunggu masih terbuka hingga penutupan Asian Games Aichi-Nagoya pada 4 Oktober 2026.

    Komentar
    Additional JS