Topan Dujuan Terjang Jepang Jelang Pertandingan Asian Games 2026 - Radar Garut
Dewi Lestari
Author
Smallest Font
Largest Font
Ancaman Topan Dujuan memicu gangguan transportasi massal hingga penundaan agenda Asian Games 2026 saat melintasi wilayah pesisir Pasifik Jepang pada Senin (21/9/2026). Badai besar ini membawa hujan lebat serta angin kencang hingga 180 kilometer per jam.
Sektor penerbangan menjadi salah satu area yang terdampak paling parah dengan sedikitnya 275 penerbangan dibatalkan. Japan Airlines membatalkan 120 penerbangan domestik dan 15 rute internasional, sedangkan All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan domestik.
Di sektor olahraga, panitia Asian Games Aichi-Nagoya terpaksa menunda kompetisi equestrian eventing yang semula dijadwalkan berlangsung Senin (21/9/2026) menjadi Selasa (22/9/2026). Langkah antisipasi ini diambil guna melindungi keselamatan para atlet dari bahaya cuaca ekstrem.
Meski terdapat penundaan pada cabang berkuda, arena Asian Games 2026 tetap mengoperasikan cabang olahraga lain. Tim menembak India sukses meraih medali perak nomor beregu putra 10 meter air rifle dengan total skor 1.890,1, berada tepat di bawah tim China yang meraih emas dengan skor 1.899,0.
Dampak cuaca ekstrem turut memicu penghentian operasional kereta api di wilayah Tokyo dan sekitarnya. Selain itu, penutupan sejumlah ruas jalan tol terjadi di tengah periode libur lima hari, disertai pemadaman listrik yang menimpa 4.000 rumah tangga di wilayah Chiba dekat Tokyo.
Sejumlah agenda publik berskala besar terpaksa dibatalkan akibat Badai Dujuan. Pameran video game Tokyo Game Show yang dijadwalkan mulai Kamis, festival musik luar ruangan, serta pertandingan bisbol di Chiba resmi dibatalkan pada Senin (21/9/2026).
"Total curah hujan hingga Selasa bisa melebihi rata-rata curah hujan bulanan pada bulan September, sehingga mengakibatkan hujan lebat yang memecahkan rekor," kata Badan Meteorologi Jepang (JMA).
JMA mengonfirmasi bahwa Topan Dujuan merupakan topan ke-25 yang terbentuk di Jepang tahun ini. Badai ini bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 10 hingga 20 kilometer per jam dan memiliki tekanan atmosfer pusat sebesar 970 hektopaskal.
Pihak berwenang mengimbau warga perkotaan untuk mewaspadai ancaman tanah longsor, banjir di kawasan dataran rendah, sungai meluap, serta genangan air pada fasilitas bawah tanah dan jalan raya hingga Selasa (22/9/2026).
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
