Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Vietnam

    Timnas Vietnam Menghadapi Kekhawatiran Besar Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 - Semua Halaman - Superball

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

    Tim nasional Vietnam menghadapi banyak tantangan menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.Tim nasional Vietnam menghadapi banyak tantangan menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. (FACEBOOK.COM/VFF)

    SUPERBALL.ID - Timnas Vietnam menghadapi berbagai tantangan terkait kekuatan skuad, kebugaran, dan performa menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.

    Kurang dari sebulan setelah memenangkan ASEAN Championship 2026, Timnas Vietnam harus mempersiapkan diri untuk tantangan baru yakni di FIFA ASEAN Cup 2026.

    Jadwal yang padat dan waktu pemulihan yang singkat menghadirkan masalah sulit bagi sang pelatih Kim Sang-sik terkait personel, kebugaran, dan menjaga performa pemain kunci.

    Kekhawatiran terbesar di skuad Golden Star Warriors saat ini berasal dari situasi cedera.

    Hoang Duc mengalami masalah otot dan meskipun masih ada peluang untuk kembali, gelandang tersebut kemungkinan besar tidak akan langsung mencapai kondisi fisik terbaiknya.

    Di lini pertahanan, Van Vi juga belum pasti siap setelah cedera yang dialaminya pada leg kedua final melawan Thailand.

    Yang paling penting, Doan Ngoc Tan, yang memainkan peran penting dalam mencegat serangan di lini tengah, juga absen.

    Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 - Timnas Vietnam Berisiko Finis di Bawah Thailand karena Aturan Spesifik

    Selain kekurangan personel, performa beberapa pemain setelah kembali ke klub mereka juga memaksa staf pelatih untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka.

    Thanh Chung, Hai Long, dan Hoang Hen belum menunjukkan performa yang memuaskan dalam pertandingan-pertandingan terakhir.

    Sementara itu, Van Hau menghadapi tekanan yang signifikan setelah menerima kartu merah dalam pertandingan melawan The Cong Viettel.

    Jika ia dipanggil kembali, masalah psikologis juga dapat memengaruhi performanya.

    Dalam konteks ini, pemain baru dapat menjadi pilihan penting bagi Kim Sang-sik.

    Luong Chi Khai baru saja menyelesaikan prosedur untuk menjadi warga negara Vietnam dan memberikan lebih banyak pilihan di lini tengah pertahanan.

    Selain itu, Filip Nguyen dan Jason Quang Vinh diharapkan dapat menambah kedalaman lini belakang.

    Di lini serang, Khoa Ngo dapat menawarkan pilihan lain berkat kecepatan dan kemampuannya menciptakan terobosan di sayap.

    Tantangan bagi Timnas Vietnam bahkan lebih besar karena rival mereka juga menunjukkan ambisi yang sangat jelas, sebagaimana yang diungkapkan oleh media setempat.

    "Timnas Thailand diperkirakan akan membawa kembali pemain berpengalaman seperti Chanathip dan Supachok," tulis Thethao247.vn dalam laporannya.

    "Sementara Timnas Indonesia memiliki skuad yang kuat dengan banyak bintang, termasuk bek tengah Jay Idzes."

    "Ini berarti sang juara bertahan tidak akan memiliki ruang untuk berpuas diri berdasarkan kesuksesan mereka baru-baru ini."

    Oleh karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 bisa menjadi ujian khusus bagi Kim Sang-sik dan para pemainnya.

    Setelah perjalanan yang melelahkan secara fisik, Timnas Vietnam harus segera menstabilkan skuad mereka, mendapatkan kembali performa terbaik, dan beradaptasi dengan perubahan personel.

    Kemampuan untuk merotasi pemain, memanfaatkan wajah-wajah baru, dan menjaga stabilitas akan memainkan peran penting jika tim ingin terus mempertahankan posisinya di kawasan ini.

    Seperti diketahui, FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 24 September hingga 5 Oktober mendatang.

    Selaku tuan rumah, Timnas Indonesia berada di Grup A divisi utama bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

    Sedangkan divisi utama Grup B dihuni oleh Timnas Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

    Komentar
    Additional JS