Timnas Indonesia Wajib Waspada terhadap Sanksi Skorsing di FIFA ASEAN Cup 2026 - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 5 September 2026 | 19:06 WIB
Timnas Indonesia akan berlaga di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. (INSTAGRAM.COM/TIMNASINDONESIA)
SUPERBALL.ID - Hukuman skorsing akibat kartu merah di FIFA ASEAN Cup 2026 dapat dibawa ke pertandingan berikutnya untuk tim nasional jika pemain tersebut tidak dapat menjalani hukuman penuh selama turnamen.
Salah satu media Vietnam tampaknya sangat mewaspadai aturan tersebut.
"Menurut peraturan resmi FIFA ASEAN Cup 2026, pemain atau anggota staf pelatih yang menerima kartu merah langsung atau kartu merah tidak langsung akibat dua kartu kuning akan otomatis diskors untuk pertandingan tim berikutnya," tulis laporan Thethao247.vn.
"Tergantung pada sifat pelanggarannya, FIFA juga dapat menjatuhkan hukuman tambahan."
"Khususnya, Pasal 9.5 menetapkan bahwa hukuman skorsing akibat kartu merah, jika belum sepenuhnya dijalani selama FIFA ASEAN Cup, akan berlanjut ke pertandingan tim nasional berikutnya, dengan tunduk pada ketentuan yang relevan dalam Kode Disiplin FIFA."
"Aturan ini mengharuskan para pemain untuk lebih berhati-hati di tahap akhir turnamen."
Dalam kasus Timnas Vietnam, jika seorang pemain menerima kartu merah di pertandingan pembuka melawan Filipina, pemain tersebut akan diskors untuk pertandingan kedua melawan Thailand.
Jika kartu merah dikeluarkan melawan Thailand, skorsing akan dilaksanakan di pertandingan terakhir melawan Pakistan.
Ini semua adalah kehilangan pemain yang dapat secara langsung memengaruhi persaingan untuk posisi puncak di Grup B.
Skenario yang lebih signifikan dapat terjadi dalam pertandingan melawan Pakistan.
Jika tim Vietnam gagal mengamankan salah satu dari dua posisi teratas di grup dan seorang pemain menerima kartu merah, tim tidak akan memiliki pertandingan lagi di turnamen tersebut dan pemain yang bersangkutan belum menjalani hukumannya.
Dalam hal ini, hukuman tersebut akan dibawa ke pertandingan berikutnya untuk Timnas Vietnam, sesuai dengan peraturan FIFA.
Sekalipun tim asuhan Kim Sang-sik mencapai final atau pertandingan perebutan tempat ketiga, risikonya tetap ada.
Kartu merah di pertandingan final FIFA ASEAN Cup berarti pemain tersebut tidak dapat menjalani hukuman skorsingnya di turnamen tersebut.
Namun, belum dapat dipastikan apakah skorsing tersebut akan langsung berlaku untuk Piala Asia 2027, karena hal itu bergantung pada jadwal selanjutnya dan bagaimana Kode Disiplin FIFA diterapkan.
Sementara itu, aturan untuk kartu kuning berbeda.
Kartu kuning tunggal dibatalkan setelah pertandingan kedua babak penyisihan grup.
Sedangkan pemain yang menerima dua kartu kuning dalam dua pertandingan berbeda harus absen pada pertandingan berikutnya.
Mekanisme untuk membawa skorsing ke pertandingan berikutnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 9.5, hanya berlaku untuk skorsing yang diakibatkan oleh kartu merah langsung atau tidak langsung.
Ini adalah detail yang perlu diperhatikan oleh tim nasional yang berpartisipasi di FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Timnas Indonesia.
Berbeda dengan Vietnam yang ada di Grup B, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Timnas Indonesia akan memainkan pertandingan pertamanya dengan menghadapi Singapura.
Selanjutnya, skuad Garuda akan berhadapan dengan Malaysia di laga kedua, sebelum berduel dengan Bangladesh di pertandingan terakhir fase grup.
Nantinya, tim yang finis sebagai juara grup akan saling bertanding di final.
Sedangkan tim tunner-up akan bertarung untuk memperebutkan tempat ketiga.