Tidak Munafik tetapi Realistis, Tijjani Reijnders Ungkap Alasan Hijrah ke Saudi Memang karena Fulus - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 23 September 2026 | 10:17 WIB
Gelandang Timnas Belanda, Tijjani Reijnders, mengaku tertarik pindah ke Arab Saudi karena iming-iming gaji yang besar. (X.COM/ALQADSIAH)
BOLASPORT.COM - Gelandang Timnas Belanda keturunan Maluku, Tijjani Reijnders, secara blak-blakan mengungkapkan alasan utamanya pindah dari Man City ke klub Arab Saudi, Al Qadsiah.
Kepindahan pemain berusia 28 tahun itu dari Premier League ke Liga Pro Saudi termasuk transfer aneh yang terjadi pada bursa musim panas 2026.
Disebut begitu karena Tijjani Reijnders masih berada dalam usia emas pesepak bola dan kariernya juga bagus di Eropa.
Sebelum diboyong Man City pada 2025, dia adalah salah satu nyawa permainan AC Milan.
Secara mengejutkan, baru semusim di City, abang dari winger Persib, Eliano Reijnders, ini meninggalkan gemerlap Liga Inggris.
Ia pindah ke Liga Saudi, yang kerap diasosiasikan sebagai 'liga pemain jompo' karena menjadi tujuan para pesepak bola veteran dari klub top Eropa.
Tak bisa dihindari lagi, cap mata duitan disematkan kepada Reijnders seturut keputusannya pindah ke Saudi.
Al Qadsiah merekrut Reijnders seharga 60-an juta euro dari Man City dan, kabarnya, mengguyurnya dengan fulus 100 juta euro sebagai upah lima tahun di sana.
Soal gaji selangit yang ditawarkan Al Qadsiah, Reijnders tidak munafik dengan menganggapnya sebagai pemicu kepindahan ke klub rival Cristiano Ronaldo.
Menurutnya, siapa pun pasti sulit menolak tawaran upah menggiurkan dari klub-klub Saudi.
Akan tetapi, dia mengungkapkan secara blak-blakan alasan realistis di baliknya.
"Tidak begitu, tetapi Anda juga tak bisa menyangkal hal tersebut," ucap Reijnders dalam wawancara dengan media Belanda, Voetbalzone, ketika dituding hanya mengejar cuan.
Baca Juga: Ayah Pemain Persib Blak-blakan soal Tijjani Reijnders: Dia Sebenarnya Tak Mau Pindah ke Arab Saudi
"Gaji yang ditawarkan di sana, coba saja ada pemain atau siapa pun yang menolaknya. Kita semua bisa berpura-pura berprinsip tinggi dan berkata: 'Saya tidak akan melakukan itu (menolaknya)'."
"Tetapi menurut saya, kebanyakan orang akan mengatakan 'ya' untuk jumlah sebesar itu."
"Tentu saja uang memainkan peran penting dalam keputusan tersebut."
"Setelah karier pesepak bola saya usai, saya tak mau bekerja lagi."
"Bagaimanapun, saya tidak perlu melakukannya setelah meninggalkan Manchester City, tapi sekarang saya juga bisa membantu generasi masa depan dalam keluarga saya."
Tijjani Reijnders (tengah) merayakan gol pertamanya untuk Al Qadsiah saat mengalahkan Neom dalam duel Liga Arab Saudi di Tabuk (24/8/2026). (X.COM/ALQADSIAH)
Tidak Bahagia di Man City
"Keamanan (finansial) adalah prioritas. Saya tidak akan berbohong soal ini. Jika cucu-cucu saya bisa hidup dari ini, lalu mengapa saya tidak boleh melakukannya?"
"Saya pikir banyak orang percaya bahwa karier seorang pemain berakhir saat pindah ke Arab Saudi, tapi itu tidak benar."
"Ada pilihan lain, tapi tidak ada yang terwujud atau terhenti karena masalah harga yang diminta," tambah Gelandang Terbaik Serie A 2024-2025.
Adapun di luar alasan finansial, Tijjani Reijnders mengungkapkan alasannya meninggalkan Man City juga berkaitan dengan ranah teknis.
Dia merasa kemungkinannya bermain akan tergerus jika harus bertahan di skuad The Citizens.
Reijnders memang bisa dibilang kehilangan status sebagai pilihan utama pada musim terakhir Pep Guardiola di Etihad.
Baca Juga: Abangnya Pemain Persib Cetak Gol Perdana di Saudi, Sinetron Musim Kedua Tijjani Baru Dimulai
Bukannya tak ada klub Eropa yang berminat merekrutnya. Namun, harga mahal yang dipatok City hanya bisa dipenuhi oleh Al Qadsiah saat itu.
Salah satu klub top yang dikabarkan tertarik memboyongnya adalah Atletico Madrid.
"Memang ada opsi lain, tetapi pilihan-pilihan itu tidak terwujud atau terhenti karena masalah harga yang diminta," lanjut TJ, panggilan singkatnya.
"Pada akhirnya, saya mulai berpikir apakah saya ingin bertahan satu musim lagi di Man City tanpa merasa sepenuhnya bahagia, atau apakah saya memilih untuk memulai petualangan baru?"
"Saat itulah saya berbicara dengan Al Qadsiah dan pelatihnya. Setelah percakapan itu, saya menjadi sangat bersemangat," tutur dia.
Saat ini pria bermarga Lekatompessy yang diwariskan sang ibu sudah menjalani 5 partai di Liga Pro Saudi dengan sumbangsih 3 gol.
Pernyataan Reijnders soal pindah ke Saudi tidak otomatis mematikan karier pesepak bola juga diperkuat fakta bahwa dirinya masih dipercaya pelatih baru Timnas Belanda, Xavi Hernandez, untuk masuk skuad UEFA Nations League September-Oktober ini.