Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Daniel Marthin Featured Leo Rolly Carnando Spesial

    Sumbang Poin, Leo/Daniel: Kami Belajar dari Kesalahan Asian Games 2022. - Beritasatu

    2 min read


    Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando (kanan) dan Daniel Marthin pada Asian Games Aichi Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang. (Antara/Fauzan)

    Ichinomiya, Beritasatu.com – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan saat tampil pada final beregu putra bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kemenangan atas He Ji Ting/Liu Yi membuat Indonesia menyamakan kedudukan 2-2 melawan China.

    Leo/Daniel tampil pada partai keempat setelah Indonesia sempat tertinggal 1-2. Mereka menang dua gim langsung atas He/Liu dengan skor 23-21 dan 21-10 di Ichinomiya, Jepang, Kamis (24/9/2026).

    Daniel mengatakan kemenangan tersebut diraih dengan permainan yang lebih tenang dan komunikasi yang baik bersama Leo. Keduanya berusaha memberikan poin setelah Indonesia berada dalam posisi tertinggal.

    "Puji Tuhan tadi bermain cukup baik. Pastinya kami ingin menyumbang poin, jadi tadi tidak mau kalah. Kami banyak komunikasi dan juga main lebih tenang," ujar Daniel.

    Daniel menyebut kesempatan tampil pada final Asian Games menjadi momentum yang tidak ingin mereka lewatkan. Karena itu, ia dan Leo berusaha memberikan penampilan terbaik sejak awal pertandingan.

    "Saya rasa ini momen yang pas, kapan lagi kan, jadi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan," katanya.

    Kemenangan tersebut juga tidak lepas dari pengalaman pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Saat itu, Indonesia menghadapi Korea dan mendapatkan hasil yang kurang sesuai harapan.

    Daniel mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran sekaligus motivasi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. "Kami belajar dari kesalahan di beregu Asian Games 2022 Hangzhou. Kami lawan Korea saat itu dan hasilnya kurang baik, jadi tidak mau mengalami kesalahan yang sama. Itu jadi motivasi kami untuk bisa memenangkan pertandingan," tutur Daniel.

    Sementara itu, Leo mengungkapkan pertandingan berlangsung dalam tekanan, terutama ketika Indonesia tertinggal 17-20 pada gim pertama. Namun, mereka berusaha bermain tanpa beban hingga mampu membalikkan keadaan.

    "Kami coba bermain nothing to lose. Saat tertinggal 17-20 di gim pertama, kami mencoba masuk saja dahulu bolanya. Ternyata bisa membalikkan keadaan," ujar Leo.

    Setelah berhasil merebut gim pertama, Leo/Daniel makin percaya diri. Mereka menjaga komunikasi dengan pasangan dan pelatih untuk mempertahankan momentum pada gim kedua.

    "Di gim kedua kami terus komunikasi dengan partner, dengan pelatih untuk menjaga hawanya agar terus lebih baik. Teman-teman juga di belakang sangat mendukung," kata Leo.

    Kemenangan Leo/Daniel membuat Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil tersebut membuat penentuan juara beregu putra Asian Games 2026 harus ditentukan melalui partai kelima.

    Leo juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setim yang telah berjuang dalam empat pertandingan sebelumnya. Ia kemudian meminta seluruh tim memberikan dukungan kepada Zaki Ubaidillah yang akan menjalani partai penentuan.

    "Terima kasih untuk yang sudah berjuang tadi, sudah maksimal. Sekarang saatnya memberikan suntikan semangat untuk Ubed (Zaki)," ucap Leo.

    Dengan skor 2-2, Indonesia dan China kini sama-sama membutuhkan satu kemenangan pada partai terakhir untuk memastikan gelar juara beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

    Komentar
    Additional JS