Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Sulit Bangun Serangan Balik, Pandit Malaysia Sebut Timnas Indonesia Kehilangan Sosok Pemain Cepat - Semua Halaman - Superball

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Rabu, 30 September 2026 | 14:43 WIB

    Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Timnas Indonesia harus puas bermain imbang melawan Timnas Malaysia dalam pertandingan kedua di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

    Kedua tim bermain imbang tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

    Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam.

    Tepatnya setelah Thom Haye menerima kartu merah pada menit ke-37 menyusul tekel berbahaya terhadap Arif Aiman.

    Baca Juga: Soroti Paradoks Timnas Indonesia, Media Vietnam: Kualitas Pemain Tak Dibarengi Sistem yang Jelas

    Situasi tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi sulit karena harus bermain bertahan di sisa waktu pertandingan.

    Skuad Garuda harus menahan gempuran serangan Timnas Malaysia yang unggul jumlah pemain di sepanjang babak kedua.

    Beruntung, solidnya lini pertahanan Indonesia dan penampilan gemilang dari kiper Maarten Paes membuat Malaysia gagal mencetak gol.

    Terlepas dari itu, ketidakmampuan Indonesia dalam menciptakan serangan balik juga menjadi perhatian banyak penggemar.

    Tidak hanya penggemar Indonesia, kritik juga datang dari pandit asal Malaysia Keesh Sundaresan dalam siniar Bola Itu Life di Astro Arena.

    Keesh menilai Timnas Indonesia kehilangan sosok pemain cepat yang bisa diandalkan dalam serangan balik di laga melawan Timnas Malaysia.

    "Dalam situasi di mana sebuah tim memiliki sepuluh pemain, tentu saja kita akan bermain sedikit lebih defensif."

    "Namun, di setiap kesempatan, kita akan mengumpan bola ke pemain-pemain cepat yang mampu berlari ke ruang kosong dan membawa tim maju dalam situasi serangan balik."

    "Di situlah masalah bagi Indonesia karena meskipun susunan pemainnya terdiri dari bintang kelahiran luar negeri yang datang dari Eropa, saya rasa mereka tidak memiliki elemen yang tak terduga."

    "Saya rasa mereka tidak memiliki pemain dengan opsi tersebut di bangku cadangan," kata Keesh di kanal YouTube Astro Arena.

    Keesh kemudian membandingkan dengan penampilan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 ketika mengejutkan tim-tim raksasa.

    Baca Juga: Kata-kata Shin Tae-yong usai Timnas Indonesia Cuma Imbang Lawan Malaysia

    Kala itu, Indonesia bisa mengandalkan pemain seperti Yakob Sayuri dan Marselino Ferdinan dalam situasi serangan balik.

    "Jika kita mengingat kembali dua atau tiga tahun lalu di Piala Asia ketika mereka mengejutkan para raksasa dengan taktik serangan balik, Yakob Sayuri dan Marselino Ferdinan memiliki kecepatan dalam serangan balik dan memiliki cita rasa Asia Tenggara yang tidak terduga."

    "Itu adalah gaya sepak bola yang tidak bisa dilatih, yang dipelajari di jalanan, yang dipelajari dengan ciri khas Asia Tenggara, mereka tidak memilikinya, mereka terlalu kaku," kata Keesh.

    Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan 4 poin.

    Skuad besutan John Herdman itu memiliki poin yang sama dengan Malaysia di puncak klasemen, namun kalah selisih gol.

    Singapura berada di posisi ketiga dengan 3 poin, sedangkan Bangladesh berada di dasar klasemen dengan tanpa poin.

    Indonesia akan menghadapi Bangladesh di pertandingan terakhir fase grup, sementara Malaysia akan berhadapan dengan Singapura.

    Skuad Garuda membutuhkan kemenangan besar untuk menyalip posisi Malaysia sekaligus mengamankan tiket di partai final.

    Indonesia harus menang atas Bangladesh dengan selisih dua gol lebih banyak daripada kemenangan Malaysia atas Singapura.

    Sebagai contoh jika Malaysia menang melawan Singapura 1-0, maka Indonesia harus menang atas Bangladesh 3-0.

    Jika Malaysia gagal menang atas Singapura, Indonesia hanya perlu meraih hasil yang lebih baik dari skuad Harimau Malaya., 

    Komentar
    Additional JS