Sindir Liga Inggris, Mirwan Suwarso: Mereka Menang Uang, tapi Kami Punya Sejarah dan Seni - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 11 September 2026 | 00:00 WIB
Mirwan Suwarso berbicara tentang perbedaan Liga Inggris dan Liga Italia. (FIRZIE A. IDRIS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM – Presiden Como 1907 asal Indonesia, Mirwan Suwarso, membeberkan pandangannya mengenai perbedaan Liga Inggris dan Liga Italia.
Momen bersejarah akan tercipta bagi Como 1907 pada Kamis (10/9/2026) waktu setempat atau Jumat pukul 02.00 WIB.
Untuk kali pertama dalam sejarah klub, I Lariani bakal melakoni laga perdana mereka di pentas Liga Champions dengan menghadapi RB Leipzig.
Spesialnya, laga debut ini digelar di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Menjelang momen bersejarah tersebut, Mirwan Suwarso mengungkapkan bahwa kapasitas stadion yang terbatas menjadi tantangan tersediri bagi Como dalam memaksimalkan pendapatan klub.
"Kami adalah kota kecil dengan stadion yang juga kecil," ucap Mirwan kepada La Repubblica, dikutip BolaSport.com dari Football Italia.
"Satu pertandingan di San Siro setara dengan delapan pertandingan di Sinigaglia dalam hal pendapatan."
"Hak siar televisi pun lebih menguntungkan klub dengan sejarah dan koleksi trofi melimpah."
"Kami sedang menantang para raksasa."
Baca Juga: Sangarnya Cesc Fabregas, Bikin Jurnalis Ternama Italia Jadi Pengagum Berat si Pelatih Como
"Di lapangan semua lebih mudah: jika bermain bagus, Anda mendapat imbalan."
"Namun, untuk penjualan merchandise, kami harus mampu memproduksi dan mendistribusikannya sendiri."
"Kami masih terus mengejar ketertinggalan," imbuhnya.
Meski begitu, Mirwan optimistis potensi basis penggemar global Como jauh lebih besar dibanding skala lokal.
"Basis penggemar lokal kami memang terbatas, tetapi jangkauan global kami tidak terbatas," lanjutnya.
"Semua bergantung pada kemampuan kami berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," ucap Mirwan.
Pria kelahiran Taman, Madiun itu kemudian menyidir Liga Inggris dengan mengatakan bahwa daya pikat sepak bola Italia tak diukur dari kekuatan finansial semata.
Menurutnya, perpaduan sejarah, senin, kuliner, dan karakter lokal merupakan keunggulan utama dari Serie A.
Baca Juga: Como Debut di Liga Champions, Fabregas: Cuma Laga Biasa, tapi Mesti Menang!
"Apa yang dimiliki Liga Inggris dibanding kami? Uang," sambungnya.
"Namun, kami memiliki sejarah, seni, kuliner, dan semangat."
"Tim dari kota-kota indah seperti Lecce atau Salerno sebenarnya punya daya tarik luar biasa," tutur Mirwan Suwarso menambahkan.
Laga di Giuseppe Sinigaglia nanti akan menjadi bentrokan perdana antara Como dan RB Leipzig.
Duel ini sekaligus menandai pertemuan pertama Cesc Fabregas dan Martin Demichelis sebagai juru taktik di panggung Liga Champions.