Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu - Indoposco

    4 min read

     


    Share on FacebookShare on Twitter

    INDOPOSCO.ID – Tata kelola bukan lagi sekadar seperangkat aturan di atas kertas. Bagi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Governance, Risk, and Compliance (GRC) telah menjadi bagian dari cara perusahaan membaca risiko, mengambil keputusan, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

    Komitmen tersebut mendapat pengakuan dalam Top GRC Awards 2026. PLN EPI membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dalam ajang yang berlangsung di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

    Tiga penghargaan itu terdiri atas Top GRC Awards #5 Star, Top GRC Golden Trophy, serta penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI, Efin Febriantoro R.

    Raihan tersebut menjadi penanda konsistensi PLN EPI dalam membangun sistem GRC yang tidak berhenti pada pemenuhan aturan, tetapi terus diarahkan agar menyatu dengan proses bisnis dan keputusan strategis perusahaan.

    Penghargaan #5 Star merefleksikan konsistensi PLN EPI dalam memperkuat tata kelola sekaligus mengintegrasikan manajemen risiko dan kepatuhan ke dalam aktivitas perusahaan.

    Sementara itu, Golden Trophy memiliki makna tersendiri. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang mampu mempertahankan predikat Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut.

    Adapun penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 kepada Efin Febriantoro R menjadi pengakuan atas peran kepemimpinan dalam mendorong GRC agar tidak sekadar menjadi fungsi pengawasan, melainkan turut menjadi bagian dari pertimbangan strategis perusahaan.

    Mewakili Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dalam menerima penghargaan, Vice President Manajemen Risiko dan Kepatuhan PLN EPI Yuli Fitrianingrum mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan.

    “Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kerja keras seluruh insan PT PLN Energi Primer Indonesia dalam membangun tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang semakin kuat. Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai momentum untuk terus memperkuat budaya GRC, meningkatkan resilience perusahaan, dan menghadirkan sustainable value bagi seluruh stakeholder,” ujar Yuli.

    Menurutnya, tantangan bisnis yang terus berubah membuat perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan risiko dan tata kelola yang tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif.

    Karena itu, GRC ditempatkan sebagai salah satu fondasi untuk memastikan proses bisnis tetap berjalan secara prudent sekaligus mampu merespons berbagai dinamika yang muncul.

    “Penerapan GRC menjadi bagian penting dalam membangun proses bisnis yang adaptif terhadap berbagai dinamika dan risiko. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan juga menjadi fondasi dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan,” kata Yuli.

    Pengakuan terhadap PLN EPI tersebut hadir di tengah arah baru Top GRC Awards 2026 yang semakin menitikberatkan pada GRC Maturity.

    Artinya, penilaian tidak lagi semata-mata melihat apakah perusahaan memiliki kebijakan, struktur, sistem, maupun dokumen GRC. Lebih jauh, perusahaan dinilai dari kemampuannya mengintegrasikan GRC dengan bisnis, menghasilkan nilai, dan melakukan penguatan secara berkelanjutan.

    Tema yang diusung tahun ini, “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian yang terintegrasi dengan strategi perusahaan, tata kelola, pengambilan keputusan, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, budaya organisasi, hingga pemanfaatan data dan teknologi.

    Ketua Penyelenggara Top GRC Awards 2026 Lutfi Handayani mengatakan, penghargaan yang diberikan tidak semestinya berhenti sebagai simbol pencapaian perusahaan.

    Menurutnya, proses penilaian justru dapat menjadi instrumen bagi perusahaan untuk mengetahui posisi kematangan GRC sekaligus menemukan ruang perbaikan.

    “Top GRC Awards tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi platform pembelajaran dan peningkatan kualitas GRC bagi perusahaan peserta. Melalui proses penilaian dan penjurian, perusahaan dapat mengevaluasi praktik GRC, memperoleh masukan, melakukan benchmarking, serta mengidentifikasi area yang perlu diperkuat. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas GRC, memperkuat integritas, dan menciptakan nilai serta kinerja yang berkelanjutan,” jelas Lutfi.

    Top GRC Awards 2026 diselenggarakan Majalah TopBusiness bersama Asosiasi GRC Indonesia, Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute of Compliance Professional Indonesia (ICoPI), Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan LKN Astacita.

    Penyelenggaraan ini turut mendapat dukungan dari praktisi, konsultan GRC, serta kalangan akademisi dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

    Lebih dari 400 peserta hadir dalam ajang tersebut, dengan 108 perusahaan tercatat sebagai penerima penghargaan.

    Bagi PLN EPI, tiga penghargaan tersebut justru menjadi awal untuk menjaga standar yang telah dibangun.

    Sebagai perusahaan yang memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan energi primer, penguatan tata kelola, pengendalian risiko, dan kepatuhan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya menjaga keberlangsungan operasional.

    Dengan fondasi GRC yang semakin matang, PLN EPI menegaskan arah perusahaan untuk membangun bisnis yang tidak hanya tangguh menghadapi risiko hari ini, tetapi juga memiliki daya tahan dan kemampuan menciptakan nilai dalam jangka panjang. (srv)

    Komentar
    Additional JS